
Malam hari nya, keduanya sedang dalam berbaring sambil menikmati cemilan yang Carl beli tadi. Sebelumnya pertempuran diantara mereka berdua kembali gagal karena Carl mendapatkan panggilan mendadak dari anak buahnya yang ada di kota. Dila merasa panggilan itu sangat penting dan genting karena Carl sampai berjam jam mengangkat panggilan itu.
"Kamu sedang ada masalah." Dila memeluk Carl dari samping, dari tadi suaminya hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah pun.
"Awas tumpah," ucap Carl.
Dila meletakkan cemilan yang berada di tangan nya ke atas meja, setelah itu ia kembali memeluk suaminya dengan erat.
"Kamu sedang ada masalah mas," tanya Dila.
"Aku mengalami kerugian besar," jawab Carl.
"Kamu kan kaya raya, seharusnya tidak masalah," ucap Dila.
"10 M."
"Sayang 20 M. Uang semua itu," tanya Dila.
"Hmmmm." Carl benar-benar terlihat lemas sekali.
"Terus bagaimana mas, kamu tidak pergi ke sana, kamu jangan diam saja dong," ucap Dila.
"Sudah terlambat, lusa kita kembali ke kota. Aku tidak ingin kerugian yang aku dapatkan lebih banyak lagi," kata Carl.
"Hmmm aku ikut kamu saja, sekarang kamu jangan sedih dong, ayo semangat.. Nanti pasti kamu akan mendapatkan yang lebih banyak lagi," ucap Dila.
"Ambilkan pakaian ku, aku malas bergerak," kata Carl.
"Tidak mau, aku suka memeluk kamu seperti ini. Mas awalnya aku pikir menikah dengan mu sebuah bencana untuk ku, ternyata tidak sama sekali. Aku bahagia bersama dengan mu mas," ucap Dila.
__ADS_1
"Begitu." Carl menatap mata Dila.
"Ya.."
"Aku akan membawa mu ke rumah, dari pada kamu terkejut aku jelaskan sekarang. Benar kamu bukan satu satunya istri ku," ucap Carl.
"Mas.." Dila benar-benar terkejutnya mendengar hal itu.
"Tapi kamu satu satu nya wanita yang aku nikahi secara resmi agama maupun negara," ucap Carl.
"Hiks hiks hiks kamu jahat, kenapa kamu tidak bilang sejak awal," kata Dila.
Carl mengusap air mata Dila. "Dengarkan aku dulu, mereka hanya sebagai jaminan, mereka aku nikahi secara sirih, suami suami mereka tidak bisa membayar hutang, dan sebagai jaminan istri mereka yang aku ambil, mereka akan menebus istri mereka jika mereka sudah mempunyai uang."
"Kamu harus menerima itu, ingat kata kata ku. Kamu ratu dari segala ratu," ucap Carl.
"Aku meminta sesuatu pada mu, walaupun kamu sudah menikahi mereka secara sirih kamu haram menyentuh mereka. Aku tidak mau kamu menyentuh mereka kembali, kamu suami ku satu satunya," ucap Dila.
"Hmm." Carl mendekati bibir Dila untuk mencium nya.
"Aku mencintaimu," batin Carl, Carl sangat bersyukur berada di samping Dila saat sedang tertimpa masalah seperti ini.
"Kamu tampan sekali mas," ucap Dila.
"Ya aku memang sangat tampan, baru tau dirimu. Apa yang paling kamu suka dari tubuh ku," tanya Carl.
"Wajah, dada kamu yang bidang, perut kamu yang sixpack, dan…"
"Junior ku yang besar," ucap Carl.
__ADS_1
"Tidak ah.."
"Siap untuk malam ini? Sudah dua kali kita gagal," ucap Carl.
"Jangan di paksa, aku takut sakit lagi."
"Kamu suka es krim tidak," tanya Carl.
"Sangat suka." Dila langsung bersemangat mendengar pertanyaan dari Carl.
"Dia ingin kamu hisap, tidak akan habis," ucap Carl.
"Jangan macam macam." Dila langsung memeluk Carl, ia sangat malu dengan ucapan Carl.
"Hahaha kenapa kamu malu," tanya Carl.
"Iya aku malu, ayo mas aku ingin," jawab Dila.
Tanpa berlama lama lagi Carl langsung menyerang Dila, kali ini ia tidak mau gagal lagi, masalah yang sedang menimpa nya sekarang harus segera ia lupakan dengan bersenang-senang bersama istri nya.
Carl meletakkan Dila di atas tubuh nya, ia ingin Dila yang memimpin pertandingan malam ini. Ia membantu Dila untuk mencari posisi yang tepat, ketikan sudah tepat baru lah Dila mulai mendorong masuk ke dalam. Ia di bantu suaminya karena diri nya tidak tahan sendirian.
"Sakit.." Dila benar-benar tidak mampu memasukan milik suaminya ke dalam rahim nya. Rasanya benar-benar sangat sakit sekali.
Meskipun begitu Carl terus mendorong masuk ke dalam, ia tidak peduli dengan Dila yang sudah menangis kembali. Ia yakin tak lama lagi Dila akan menikmati nya.
"Hiks hiks hiks sakit mas." Dila mencengkram kuat dada bidang suaminya, semuanya sudah masuk ke dalam dengan rasa perih seperti kemarin malam.
Perlahan Carl membantu Dila untuk bergerak naik turun cantik, saat itu lah Dila merasakan kenikmatan tiada tara, ia mengeluarkan semua rasa yang ia rasakan dengan suara seksi dari bibir manisnya.
__ADS_1