Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 24


__ADS_3

Di dalam kamar mereka berdua tertawa terbahak-bahak, kedua nya merasa lucu dengan apa yang Dila lalukan tadi pada Carl. Dila tidak pernah seperti ini sebelumnya pada seorang pria dan Carl juga tidak pernah segila ini, Dila lah yang membuat nya sampai seperti ini. Ia seperti rela melakukan apa saja untuk membuat Dila bahagia dan merasa puas.


"Kamu sangat aneh," ucap Carl.


"Aku kesal dengan mereka mas, kenapa mereka menatap ku seperti itu, aku seakan-akan seorang penjahat, padahal ya aku tidak melakukan kesalahan apapun. Aku mendapatkan kamu karena kamu menikahi aku, bukan aku yang menikahi kamu."


"Iya Iya. Ingat kata kata ku, kamu ratu dari segala ratu. Kamu ratu di rumah ini, lakukan mereka selayaknya dayang dayang mu," ucap Carl sambil mengecup bibir Dila.


"Mas aku ingin bertemu dengan kakak ku, kamu bisa mencari nya untuk ku."


Carl membuang nafasnya dengan kasar, masih saja Dila menanyakan kakaknya.


"Apa yang akan aku dapatkan kalau aku bisa menemukan keberadaan kakak mu," tanya Carl.


"Hmmm apa saja yang kamu mau," jawab Dila.


"Segera hamil anak ku, aku ingin mempunyai anak yang menggemaskan seperti ku." Carl kembali memeluk Dila, entah sudah berapa pelukan yang Carl lalukan kepadanya. Memang kalau sudah bucin memang jadi seperti ini.


"Kamu sudah berulang kalian memeluk ku," ucap Dila.


"Aku memeluk istri ku, bukan wanita lain jadi tidak ada salahnya bukan," kata Carl.


Dila sebenarnya heran kenapa Carl sangat berubah dari sebelumnya, ia tidak pernah melihat wajah sangar Carl lagi saat sedang dengan nya, ia hanya melihat wajah menggemaskan Carl yang setiap hari semakin menggemaskan saja. Dila jadi curiga jika Carl menikahi nya karena cinta, Carl jatuh cinta dengan nya sebelum mereka menikah.


"Kamu suka ya sama aku," ucap Dila.


"Aku suka semua tentang mu." Carl menarik Dila dan meletakkan nya ke atas tempat tidur.


"Nah kan baru saja di bilang suka, sudah sampai saja di tempat tidur."


"Mau gaya apa sayang? Apa yang belum pernah kamu rasakan," tanya Carl.


"Jangan bertanya, lakukan saja apa yang ingin kamu berikan," jawab Dila.


"Apa saja," tanya Carl.


"Apa saja," jawab Dila.


"Ahh sayangnya aku tidak ada waktu, nanti malam ya. Aku harus pergi sekarang," ucap Carl.


"Mas seperti nya aku mulai suka deh sama kamu, entah mengapa aku sangat bahagia bersama dengan mu," kata Dila.


Carl tersenyum manis mendengar apa yang Dila katakan, memang ini yang ia ingin dengar dari Dila.


"Terus suka sampai kamu benar-benar mencintai ku, aku akan menjadikan mu seorang ratu." Carl kembali memberikan kecupan manis pada Dila.


"Ternyata begini ya, kalau seorang mafia kejam mencintai seseorang wanita," ucap Dila.

__ADS_1


"Memang nya aku suka dengan kamu." Carl bertanya dengan milik wajah yang sedikit mengejek.


"Iya menurut ku sih kamu mencintai ku," kata Carl.


"Begitu ya, ya sudah berarti memang aku mencintaimu." Carl malas menyembunyikan perasaan nya lagi.


"Beneran tidak," tanya Dila.


"Iya.."


"Mas kalau bisa kamu hutan keluar dari zona mafia," ucap Dila.


"Kenapa begitu," tanya Carl.


"Aku takut kejahatan yang kamu lakukan berimbas pada keluarga kita," jawab Dila.


"Maksudnya," tanya Carl.


"Kamu tau mas, apa yang kita lakukan sekarang bisa menjadi bumerang pada kehidupan kita yang akan datang, ada banyak kemungkinan yang akan terjadi kedepan nya. Jadi sebisa mungkin kita terus berbuat kebaikan," jawab Dila.


"Kamu tau, aku sudah sejak kecil masuk ke dalam lingkaran setan ini, tidak mudah untuk ku keluar dari sana. Aku tidak janji pada mu, aku tetap informasi keluarga kecil ku bahagia, hanya kamu yang aku punya sekarang," ucap Carl.


"Aku akan selalu ada untuk mu mas, walaupun kamu sudah tua," kata Dila.


"Eh kata siapa aku tua," tanya Carl.


"Kita hanya berjarak lebih dari 10 tahun," kata Carl.


"10 tahun itu sudah cukup lama, nanti kamu meninggoy duluan," ucap Dila.


"Perkataan mu jelek sekali, kalau aku pergi duluan kau akan menjadi janda kaya, tapi aku jamin tidak akan ada yang bisa memuaskan mu sayang," kata Carl.


"Kamu ya, pasti larinya ke situ."


"Itu kelebihan ku, bayangkan saja benda sebesar lobster masuk ke dalam sana," bisik Carl sambil beranjak dari tempat tidur.


Dila langsung menelan air ludah nya dengan kasar, ia jadi mengingat bagaimana rasa itu. Dua kali melakukan hal itu dengan Carl sudah dapat membuat Dila mengingat dengan jelas bagaimana rasanya, memang awal nya begitu sakit, ia sampai menangis. Tetapi pada akhirnya ia juga menangis, menangis karena merasakan sesuatu hal yang belum pernah ia rasakan sebelum nya. Seluruh tubuh nya mendadak sensitif seketika.


"Mau kemana," tanya Dila.


"Ada pekerjaan. Kamu di rumah saja, jangan kemana mana, jangan membuat masalah dengan mereka bertiga dan kalau kamu lapar, tekan bell di samping kamu, nanti akan ada yang masuk ke dalam kamar, katakan saja apa yang ingin kamu makan," ucap Carl.


Sebelum pergi Carl menyempatkan diri mengecup bibir istri nya.


"Tunggu aku nanti malam, kita bermain gaya baru." Sambil tersenyum Carl berkala pergi meninggalkan istri nya.


Kalau di luar Carl berubah menjadi sangar, tidak banyak orang yang berani padanya, tetapi kalau sudah di rumah Carl berubah menjadi suami yang baik untuk istri nya. Carl tidak akan membuat Dila menyesal menikah dengan nya, ia mencintai Dila dan akan selalu membahagiakan wanita yang ia cintai.

__ADS_1


"Kalian bertiga jangan ganggu istri tercinta ku." Carl kembali mengingatkan mereka bertiga.


"Mas.. Kamu kok pilih kasih," ucap Fiyya.


"Iya mas, kamu kok begitu sih."


"Kami kan juga istri mu," kata Nita.


"Hahaha kalian istri pemuas ku, tapi aku sudah tidak membutuhkan kalian semua. Kembali pada suami kalian, aku sudah tidak memerlukan kalian lagi, sudah ya jangan ganggu aku dengan istri ku. Suami suami kalian akan segera menjemput kelian."


Carl kembali berjalan, ia sudah tidak peduli lagi dengan mereka bertiga, sekarang wanita nya hanya satu yaitu Dila seorang.


Malam hari nya, setelah selesai bekerja Carl langsung pulang ke rumah, ia lebih semangat untuk pulang ke rumah karena sekarang sudah ada istri yang menunggu nya, hal yang paling ia inginkan sekarang sudah benar-benar terjadi.


Dila sedang berada di dapur sendiri, ia ingin mengambil air minum yang akan ia bawa ke kamar, biasanya setelah berhubungan ia merasa sangat haus,kalau kembali keluar kamar rasanya terlalu jauh, dari pada ia melakukan hal itu lebih baik ia stok dari sekarang, Dila juga sudah yakin suaminya sudah dapat perjalanan ke rumah.


"Sayang." Carl memeluk Dila dari belakang, tanpa Melihat wajah Dila, Carl sudah tanda dengan istri nya ini. Tubuh Dila sangat berbeda dari tubuh 3 wanita yang ada di rumah ini, Dila diatas kata sempurna.


"Kamu sudah pulang," ucap Dila sambil membalik tubuh nya.


"Ya aku di sini, berarti sudah pulang.. Aku sangat lelah, aku memerlukan susu." Carl menggendong tubuh Dila dan meletakkan nya di atas meja makan.


"Kamu mau susu, aku ambilkan ya."


"Bukan susu itu sayang, tolong mengerti.." Carl terkekek melihat Dila yang kebingungan.


"Susu yang mana?"


"Yang ini." Carl menunjuk dada Dila.


"Itu tidak ada isinya," ucap Dila.


"Aku tidak peduli." Carl membuka satu persatu kancing baju istri nya.


"Sekarang aku tanya dulu, sudah kamu cari kalak ku?"


"Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk mencari nya, yang jelas sekarang aku sudah membentuk orang untuk mencari nya, jadi kamu tenang saja," ucap Carl.


"Kamu serius sayang," tanya Dila.


"Iya aku serius, aku sudah membentuk orang untuk mencari nya, kamu tenang saja, dia pasti akan segera di temukan, ya tidak tau dalam kondisi apa. Entah sudah meninggal atau masih hidup, tugas kamu sekarang berikan semua data diri nya pada ku, itu sangat penting agar mereka dapat segera menemukan kakak mu," jawab Carl.


"Kamu pria terbaik yang pernah aku temui, makasih sayang. Aku sangat mencintaimu." Dila memberikan kecupan manis di wajah suaminya.


"Serius kamu mencintai ku," tanya Carl.


"Hahaha iya aku mencintaimu. Kamar yuk, jangan di sini," jawab Dila.

__ADS_1


Segera Carl menggendong Dila dan membawa nya masuk ke dalam kamar mereka. Siapa yang tidak semangat jika mendapatkan jatah setelah lelah bekerja. Menjadikan Dila istri nya memang sebuah pilihan yang begitu tepat.


__ADS_2