
Carl dan Dila sedang dalam ruangan yang sama, Dila ingin meminta penjelasan dari pria itu, ia masih tidaknya mengerti kenapa mereka berdua bisa akan menikah. Carl tidak ada membicarakan masalah pernikahan dengan dirinya.
Wajah Dila terlihat cukup emosi, berbeda dengan Carl yang santai saja karena memang ini semua rencana nya. Ia sudah merencanakan pernikahan mereka sejak ia membawa Dila dari desa, tidak mungkin ia melepaskan Dila yang sudah masuk ke dalam hati nya.
"Ssttt jangan marah marah. Aku menikahi mu bukan tanpa maksud, kamu tau keluarga kamu dengan kamu sudah menjadi incaran banyak orang jahat, kamu tau kan orang orang jahat itu bagaimana, kalau aku menikahi mu aku dapat melindungi anggota keluarga mu, dan sudah pasti dirimu." Carl memeluk Dila dengan erat.
"Lepas Carl, ini hanya rencana mu saja. Kamu sangat busuk, aku tidak mau menikah drama mu," ucap Dila..
"Tidak Dila, aku melakukan semua ini demi kebaikanmu, kamu sudahlah menyelamatkan nyawa ku, aku ingin membalas semua kebaikan mu pada ku," ujar Carl.
"Aku tidak mau menikah dengan kamu Carl, kenapa kamu jahat sekali pada ku."
"Dila kalau aku jahat pada mu, aku tidak akan melindungi mu sampai sejauh ini. Aku tidak akan mungkin repot repot meminta anak buah ku untuk datang ke rumah orang tua mu, aku tidak mungkin menyiapkan ini semua untuk mu. Aku jahat?"
"Ya kamu jahat, aku tidak tau apa yang kamu lakukan sampai kedua orang tua ku setuju dengan pernikahan ini."
"Aku tidak melakukan apapun, sekarang kita siap siap, pernikahan kita akan segera di mulai," ucap Carl.
__ADS_1
Mau tidak mau Dila harus menikah dengan Carl, kedua orang tuanya sudah setuju dan keluarga nya sudah berkumpul, tidak mungkin ia menggagalkan semuanya, mau diletak dimana wajah orang tuanya jika semuanya sampai gagal.
Carl mengeluarkan sebuah cincin berlian sebagai mas kawin, ia juga sudah menghafal apa saja yang akan ia sebutkan saat pernikahan nya nanti. Pernikahan ini resmi secara agama dan negara, dalam beberapa hari saja anak buah Carl dapat menyukseskan apa yang Carl inginkan.
Pukul 2 sore perikanan pun di laksanakan, walaupun tanpa rasa cinta entah kenapa hati Dila malah ikhlas menikah dengan Carl. Ia merasa pria ini serius ingin menikahinya, padahal sebelum ini Dila benar-benar menolak pernikahan nya dengan Carl.
Tanpa waktu lama mereka berdua pun resmi menikah, pernikahan di gelar secara sederhana tetap mas kawin dan mahar yang Carl berikan tidak ada sederhana nya, semua orang saja sampai terkejut mendengar mas kawin dan mahar yang Carl berikan pada Dila.
Setelah tanda tangan dan memasang cincin kawin, sesi foto pun di mulai. Para tetangga juga muka berdatangan untuk memberikan selamat pada mereka berdua, keduanya sangat serasi sekali walaupun perbedaan perbedaan umur yang cukup jauh.
"Sudah, Dila bawa suami kamu ke kamar, sudah terlalu lama. Sekarang juga sudah mengejelang malam, nanti setelah bersih bersih kalian makan di dapur."
"Iya mah. Ayo mas," ucap Dila.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar Dila, Dila sudah sangat merindukan kamar ini, walaupun tidak memiliki kasur yang empuk seperti di hotel tempat ia menginap tetap saja kamar sendiri terasa lebih nyaman.
"Akhirnya.." Carl memeluk Dila dari belakang, sekarang ia sudah bisa dengan bebes memeluk wanita ini.
__ADS_1
"Kamu mau apa," tanya Dila.
"Lah kau istri ku, terserah ku mau apa. Sekarang aku ingin memeluk mu," jawab Carl, sejak mereka bertemu Carl sudah ingin memeluk Dila. Sekarang semuanya tersampaikan, bahkan kalau ia mau, dirinya bisa mendapatkan lebih dari sekedar pelukan seperti ini.
"Ada beberapa hal yang harus kau ketahui tentang ku," ucap Carl.
"Apa lagi," tanya Dila.
"Kau akan tau setelah pindah ke rumah ku. Ingat kata kata ku, kau ratu dari segela ratu," ucap Carl sambil memeperat pelukan nya pada Dila.
"Ratu dari segela ratu." Dila tidak mengerti dengan apa yang Carl kayakan.
Carl melepaskan pelukan itu, ia duduk di atas tempat tidur yang terasa tidak nyaman untuk nya. Carl menjentikkan jarinya agar Dila berjalan mendekati nya.
Setelah Dila dekat ia menarik istri nya ke atas pangkuan nya.
"Cantik sekali," ucap Carl sambung mengusap wajah Dila.
__ADS_1