Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 7


__ADS_3

"Oh iya, aku memang masih kecil," ujar Dila.


Carl kembali tersenyum, rasa gemasnya pada Dila semakin besar saja, kalau Dila bukan wanita yang sedang ia incar sudah pasti Dila sudah ia paksa untuk menikah dengan nya.


"Pelan pelan, jangan membuat nya takut. Kau pasti bisa membuat nya tidak bisa menolak menikah dengan mu," batin Carl.


Setelah perut kenyang, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju minimarket, Carl akan menemani Dila berbelanja kebutuhan nya, ia tidak tau apa yang akan Dila beli, Dila tidak ada memberitahu nya.


"Kau mau membeli apa," tanya Carl.


"Aku ingin membeli pembalut, aku takut tiba tiba datang bulan," jawab Dila.


"Oh roti bantal itu," ucap Carl.


"Ha iya roti bantal, kamu tau tu roti bantal," ujar Dila.


"Hahaha ya tau lah.. Karena sudah di minimarket sekalian saja lah," ucap Carl.


"Sekalian apa?"


"Belanja makanan, kita masih ada waktu sehari di hotel. Kau tidak ingin mencari makanan? Aku akan membawa mu makan 2 kali sehari, agar tidak terbatas lapar, cari makanan yang banyak," ucap Carl.


"Siap kalau mencari makanan aku tidak pernah mundur," kata Dila.


"Kau sudah punya pacar?"


"Aku tidak pacaran, kamu sudah punya pacar?"

__ADS_1


"Hmmm harus aku jawab," tanya Carl.


"Ya terserah kamu," jawab Dila.


"Tidak perlu aku jawab," ucap Carl.


"Curang," ujar Dila.


Dila telah selesai mengamankan perlengkapan nya, sekarang merupakan berdua berjalan ke tempat buah buahan. Makanan yang menyenangkan dan menyehatkan adalah buah buahan, keduanya sepakat membeli banyak buah untuk stok satu hari.


"Kau suka ini," tanya Carl.


"Apa itu?" Dila tidak pernah melihat buah yang Carl tunjukan.


"Ini namanya buan peace, kau harus mencoba nya," ucap Carl.


"Aku sangat suka buah ini, buah ini mengingatkan ku akan sesuatu hal," ucap Carl.


"Ha?? Apa itu?"


"Hahaha kau tidak perlu tau, sudah cukup ini. Ayo kembali ke hotel," ucap Carl.


"Iya.."


Mereka berdua pun kembali ke kamar hotel, keduanya sudah seperti pasangan suami istri saja, walaupun tidak dekat wajah bahagia mereka berdua dapat di rasakan banyak orang. Dila bahagia karena ia akan bertemu dengan kedua orang tuanya, sedangkan Carl senang karena ia dekat dengan wanita idaman nya.


"Cantik cantik sekali, ahhha ku tidak sabar," batin Carl.

__ADS_1


"Carl buka, kenapa kamu menatap aku." Ucapan Dila membuyarkan lamunan Carl.


"Eh iya aku lupa, silahkan masuk." Carl membuka pintu kamar hotel itu.


Di dalam sana mereka berdua duduk berdampingan, Carl meminta Dila untuk mengambil piring dan sebuah pisau, beruntung pihak hotel menyediakan semuanya.


"Untuk apa," tanya Dila.


"Membuka ini buah," jawab Carl.


Carl mulai memotong buah peace dalam dia bagian. Hal itu membuat Dila mengingat akan suatu hal, ia malu sendiri saat mengingat nya.


"Mirip apa" tanya Carl.


"Kamu mesum ternyata, katanya kamu sudah tidak suka dengan wanita, tetapi kenapa kamu mengingat hal seperti itu," Jawab Dila.


"Hahaha aku kan hanya mengingat nya," ucap Carl.


"Ternyata Carl masum hahaha." Dila mulai tertawa.


"Hey jangan tertawa," ucap Carl.


"Kenapa? Apa ada yang salah?"


"Mendadak aku melupakan bagaimana bentuk nya, bagaimana kau mengingatkan aku dengan bentuk nya," ucap Carl.


"Ahhh mesum," teriak Dila dengan kencang.

__ADS_1


__ADS_2