
Dua tiga empat bulan terlewati dengan baik. Carl merasa sangat lega karena Dila berhasil melewati masa trimester pertama dengan baik. Tidak ada masalah yang membuat Carl pusing, ia juga bisa bekerja dengan sangat damai.
Sekarang Carl malah lebih suka menghabiskan waktu nya di kantor, ia akan pulang lebih lama dari biasanya, semua ini agar ia bisa menghindari permintaan aneh Dila. Ia sudah menyewa orang untuk melayani apa yang Vira inginkan, meskipun begitu apa yang Vira inginkan harus melalui konfirmasi dari nya, ia juga tidak mau Dila memakan makanan yang tidak baik untuk nya.
Terlihat Carl berjalan keluar dari ruang rapat dengan wajah yang kesal, ia membawa handphone nya yang sudah penuh panggilan dari Dila.
"Sayang aku sedang meeting ada apa," tanya Carl.
"Aku ingin makan dengan kamu, aku bisa makan sendiri, perut ku mual. Dari pagi aku belum makan," jawab Dila.
"Tunggu sejam lagi ya, aku harus meeting dulu sayang," kata Carl.
"Ya sudah, kalau kamu mau melihat anak dan istri kamu kelaparan," ucap Dila.
"Oke aku pulang sekarang, jangan melakukan hal yang tidak tidak," kata Carl.
Walaupun sedang sangat kesal Carl tidak bisa menolak keinginan Dila, ia juga takut Dila dengan anaknya terkena apa apa.
"Aku harus pulang, kau kondisikan semua ini. Setelah semua selesai laporkan pada ku," ucap Carl sambil berjalan pergi meninggalkan orang kepercayaan nya.
__ADS_1
Sebelum sampai rumah, Carl membeli makanan sehat terlebih dahulu, ia tidak mau Dila memakan makanan yang tidak tidak, apalagi Dila tidak bisa makan sejak pagi tadi.
Dila menunggu suaminya di ruang makan, ia benar-benar frustasi karena Carl tidak kunjung datang. Makanan ia di beli orang kepercayaan Carl tadi hanya bisa Dila acak acak.
Tak lama Carl datang dengan membawa makanan baru, ia berjalan mendekati Dila dari belakang, ia berencana mengejutkan sang istri.
"Sayang," ucap Carl.
"Sayang kamu lama sekali." Dila langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku membeli makanan dulu, kita makan di kamar saja ya."
"Sayang bukan nya masa mual mual kamu sudah selesai," tanya Carl.
"Tidur tau, aku tidak selera makan, aku tidak ingin makan kalau tidak kamu suapin," jawab Dila.
Mereka berdua duduk disofa yang ada di dalam kamar, Carl membuka makanan yang ia beli tadi. Makanan itu semua makanan sehat, tetapi tetap terlihat sangat enak dan menggoda selera.
"Buka mulutnya," ucap Carl.
__ADS_1
Dila membuka mulut nya, ia membiarkan Carl memberikan suapan pertama.
"Mual.." Dila ingin memuntahkan kembali makanan nya.
"Sayang kunyah secara perlahan, jangan di muntahkan." Carl mengusap punggung Dila dan memberikan beberapa ciuman manis di wajah nya.
"Bisa di telan," tanya Carl.
Dila menganggukkan kepala nya.
"Dasar manja, bilang saja mau makan dengan ku. Karena mu meeting penting ku gagal." Carl hanya bisa menggerutu di dalam hati nya.
"Kamu kenapa," tanya Dila.
"Tidak papa sayang, aku mencintaimu. Makan dengan sangat lahap," Jawab Carl.
"Kamu tidak lapar?"
"Tidak sayang, aku sangat kenyang," ucap Carl sambil tersenyum manis pada Dila.
__ADS_1
Carl kembali menyuapi Dila makan, Dila makan begitu lahap sampai makanan yang ia beli tadi habis. Memang Dila hanya ingin makan dengan nya, walaupun menjengkelkan Carl berusaha untuk terus tersenyum manis.