
Hari demi hari berlalu, kehamilan Dila membuat tingkah laku, bentuk tubuh sampai dengan mood Dil berubah, hal itu membuat Carl cukup pusing. Hal kecil saja yang Carl lakukan dapat membuat Dila ngambek.
Untuk tingkah laku dan bentuk tubuh Carl tidak begitu masalah, tingkah laku Dila masih cukup menggemaskan di mata nya. Tetapi untuk mood ini masalah besar untuk nya, ia paling tidak suka dengan wanita yang memiliki mood yang berubah ubah setiap saat. Ia sendiri yang memiliki kesabaran setipis tisu di bagi delapan sangat sulit mengimbangi mood Dila.
Seperti sekarang, padahal sebelum nya mereka berdua sedang asik bercanda, tetapi tiba tiba Dila seperti ngambek, Carl tidak tau kenapa. Ia rasa ada sedikit perkataan nya yang membuat Dila tersinggung pada nya.
"Kamu kenapa sayang, kok dua minggu ini kamu sedikit berbeda," ucap Carl.
"Aku berbeda? Bukan nya kamu?"
"Aku ya sayang? Apa yang berbeda dari aku? Junior aku makin besar sampai kamu minta terus tiap malam, sekarang kamu ketagihan ya. Dulu saja tidak mau," kata Carl.
"Sayang kan aku sudah bilang, aku tidak suka kamu bahas seperti itu, aku semakin marah."
"Hahaha sayang apa dong salah aku, jangan membuat aku semakin pusing. Kamu minta aku berhenti bekerja untuk satu bulan aku lakukan, apa lagi yang kurang," ucap Carl dengan membuang nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
"Sayang tadi kamu bilang aku apa?"
"Kamu semakin gemuk," ucap Carl.
"Nah itu, kamu bilang aku semakin gemuk, wanita mana yang membuat kamu seperti ini, kamu pasti melihat tubuh wanita lain kan jadinya aku kamu bandingkan dengan wanita yang itu."
Carl menaikan satu alisnya, bagaimana mungkin bisa Dila berkata seperti ini. Ia saja hampir tidak pernah keluar sendiri, kalau keluar selalu bersama dengan sang istri, tuduhan Dila ini benar benar tidak mendasar di mata Carl.
"Sayang apa sih yang kamu katakan," ucap Carl.
"Kamu selingkuh?"
"Hmmm iya ya, tidak mungkin selingkuh," ucap Dila.
"Hahaha sayang aku mengatakan kamu terlihat gemuk karena kamu sedang hamil anak aku, itu hal yang wajar dan aku tidak masalah. Aku malah suka saja, kamu terlihat menggemaskan." Carl mengusap wajah Dila.
__ADS_1
Dila yang awalnya cemberut berubah jadi tersenyum, moodnya benar-benar begitu cepat berubah.
"Sayang kau jajan," ucap Dila.
"Aku tidak melarang kamu untuk jajan, tapi ingat kata dokter, jangan memakan makanan sembarangan terlalu banyak. Pagi tadi kamu sudah jajan," kata Carl.
"Hmmmm.." Dila tidak bisa apa apa kalau sudah berbicara masalah dokter, ia langsung memeluk Carl dengan erat.
"Sayang," ucap Dila.
"Hmm apa lagi," tanya Carl.
"Kamu buka baju, aku mau memeluk kamu tanpa baju."
Carl langsung melakukan apa yang Dila minta, ia selalu berusaha untuk sabar menghadapi istri nya. Kesabaran nya yang setipis tisu seperti nya akan terus menebal seperti isi dompet nya.
__ADS_1
Dila paling suka jika memeluk Carl dengan telanjang dada seperti ini, selain terasa lebih hangat enak saja memeluk Carl seperti ini. Apalagi tangan nya suka nakal memegang bagian bagian yang menggodanya.
"Kapan drama ini akan berakhir," batin Carl.