Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab terakhir


__ADS_3

Beberapa bulan pun berlalu, hari kelahiran Dila semakin dekat saja, semua persiapan untuk kelahiran anak pertama mereka sudah di siapkan dengan sangat baik. Dari pakaian, kamar anak sampai dengan rumah sakit tempat Dila akan melahirkan nanti.


Mereka berdua sudah sepakat agar Dila melahirkan secara caesar, semua ini sudah di bicarakan dengan dokter kandungan Dila. Keputusan yang di ambil tidak sembarangan, selain karena berat anak mereka yang di atas rata rata, ini kehamilan pertama Dila, ia merasa belum siap untuk melahirkan secara normal.


Jenis kelamin anak mereka sampai sekarang belum mereka ketahui, keduanya sengaja tidak meminta dokter untuk memberitahu jenis kelamin anak mereka, keduanya ingin mendapatkan kejutan saat anak mereka lahir nanti. Itu sebabnya semua keperluan anak mereka, di siapkan dengan warna dan bentuk yang netral, semua itu agar bisa di pakai pria maupun wanita.


"Besok," ucap Carl.


"Sayang aku sangat takut, bagaimana kalau…


"Berhenti berpikir yang tidak tidak sayang, aku tidak mau mendengar pikiran buruk kamu," ucap Carl.


"Kamu sangat yakin, aku juga harus yakin," kata Dila.


Malam ini malam terakhir Dila mengandung anaknya, besok pagi ia akan melakukan operasi sesuai dengan jadwal yang dokter berikan. Perasaan Dila sekarang sangat campur aduk, ia sangat senang sekaligus deh deg kan. Memang kalau sedang hamil ada saja yang di pikirkan.


"Jatah yang terakhir kalinya sayang," ucap Carl.


"Mau sayang, aku ingin memainkan Carl junior." Dila langsung menarik Carl ke dekat nya.


"Ah kamu mah, akhir akhir ini kamu sangat suka dengan nya," ucap Carl.

__ADS_1


"Hehehe iya sayang, aku sangat suka dengan nya. Aku tidak sabar memakannya, nanti kalau aku sudah melahirkan aku masih bisa memakannya," kata Dila.


"Memang kamu ya.."


Malam ini jatah terkahir Carl yang Dila dapat berikan, setelah melahirkan nanti Carl akan berpuasa lebih lama dari biasanya ia berpuasa. Apalagi Dila melahirkan secara Ceasar, bisa berbulan bulan lamanya Carl akan berpuasa.


Pagi hari nya, sesuai dengan jadwal dokter yang menangi Dila, hari ini Dila akan melakukan operasi untuk mengeluarkan anaknya. Sekarang ia sudah berada di sebuah ruangan untuk persiapan sebelum operasi


Di ruangan itu Carl masih bisa menamai Dila, ia tidak tau akan masuk ke ruangan operasi atau tidak. Ia bisa masuk ke dalam, tetapi ada rasa takut dan khawatir di dalam dirinya.


"Sayang aku tunggu di luar ya," ucap Carl.


Setelah persiapan selesai Dila langsung di bawa ke ruangan operasi, sedangkan Carl menunggu istri nya di depan ruangan itu, ia tidak bisa melakukan apa apa selain berdoa agar semuanya berjalan dengan baik.


Operasi pun di mulai, Carl berjalan ke sana sini karena terlalu khawatir dengan anak dengan istri nya. Ia tidak ada yang menemani, jadi ia hanya bisa khawatir sendiri.


Tanpa terasa satu jam berlalu, Zhang mendapatkan kabar jika Dila satu dan anaknya sudah ada di ruang rawat inap. Zhang merasa sangat bingung karena ia tidak melihat Dila keluar dari ruang operasi.


"Mungkin saja lewat pintu lain," ucap Carl.


Ia langsung menuju ruangan tempat anak dan istri nya berada.

__ADS_1


Di dalam dia ruangan itu Carl melihat bayi yang gemuk dan begitu menggemaskan, bayi itu sedang berada di samping tubuh sang istri.


"Sayang laki-laki atau perempuan," tanya Carl.


"Perempuan," jawab Dila.


"Ahhh anak perempuan ku." Laki laki maupun perempuan Carl tetap menerimanya dengan sangat baik, ia tidak memperdulikan jenis kelamin, yang terpenting anak dan istri nya selamat.


"Siapa nama anak kita," tanya Dila.


"Assila Beatrice Carl."


"Namanya yang membingungkan, tapi aku suka terimakasih sayang," ucap Dila.


Cara membuat nama itu secara sepontan, ia berharap anak perempuan nya ini akan meneruskan dirinya. Menjadi Mafia yang tegas dan di takuti banyak orang.


"Dia akan jadi seperti aku," ucap Carl sambil mencium Assila.


_________


Kelanjutan cerita Assila akan terbit besok. Mafia wanita yang di takuti banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2