Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik

Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik
Takut kehilangan


__ADS_3

Entah jam berapa Hilda tidur yg jelas sudah sangat larut Hilda tidur.Karena dia memikirkan Ruli dan cincin pemberianya.Bukan soal harganya tapi itu semua jauh dari pikiran Hilda.Hilda senang dg keseriusan Ruli namun disisi lain dia juga takut.Takut kalau mereka tidak direstui oleh keluarganya Ruli,sementara hati Hilda mulai bahagia lagi.Hilda takut kehilangan Ruli.


"tok...tok...tok pintu terdengar diketuk dari luar oleh bu Darmi ketika Hilda masih terlelap dalam tidur.


"Bangun Hilda ibu mau berangkat


"Iya bu bentar,"mengucek matanya.


Hildapun membuka pintu kamarnya ,kemudian keluar menyisir rambutnya yg masih acakkan.


Kemudian mereka berdua keluar menuju halaman. disana sudah banyak orang dari keluarga Lia yg sudah berkumpul karena hari itu acara resepsi dikota suami Lia .


" ibu pergi dulu Hilda,bersihkan rumah dan jaga Okta ",nasehat ibunya.


"ya bu


Sementara dari depan terdengar suara motor yg datang ternyata itu Rima dan suaminya yg mengantarkanya.


Rima kemudian menghampiri Hilda dan juga ibunya lalu brrtanya


"Kamu ngak ikut da,kok belum ganti baju?",tanya Rima yg melihat Hilda pakai baju rumah


"Ngak mbak sudah ada ibu yg mewakili,soalya kalau aku ikut Okta juga ikut dan dia paling tidak bisa diajak kompromi soal kesehatnya"Jelas Hilda panjang.

__ADS_1


"Dia sudah kuajak mbak tapi Okta ngk bisa pergi jauh,padahal aku pgen sahabatku ini ikut",Ucap Lia sedih.


"Sudahlah Lia gpp kok.Lagian kalau aku ikut bulan madu kamu sama Andre tak gangguin terus ,mau kamu?",Tanya Hilda bercanda


" Tau ah,ya dah aku berangkat dulu ya Hilda.


"Iya hati hati ya semua."ucap Hilda


Mereka bertiga masuk kemobil yg sudah disewa oleh keluarga Lia.Lia menaiki mobil pengantin dan lainya menaiki mobil besar kusus iringan pengantin


Tak lama kemudian ketiga mobil itupun tak terlihat lagi dari pandangan Hilda.


Hilda kemudian pulang dan mengunci pintunya lagi karna hari masih dini.Dia pun bergegas ke kamar untuk menemani Okta tidur.Tapi dilihatnya nanggung karna jam sudah menunjukkan pukul 4 dan sebentar lagi adzan subuh.Akhirnya Hilda hanya berbaring saja.


"Hallo Assalamualaikum mas


"Waalaikumusalam Hilda,kamu belum tidur sayang


"oh sudah,Hilda habis nganter ibu tadi mau ke malang,mas benaran ngak ikut kesana


"ya yang seperti kamu dengar sayang mas masih dikamar ini,"ucap Ruli.


"oh iya.

__ADS_1


"Kenapa kamu kangen ya


"He em,"jwab Hilda


"Kalau gitu mas kesana ya nanti


"Jangan mas Hilda mohon sabar ya,Hilda ngak enak sama tetangga


"Ya sudah mas ngk memaksa hari ini karena ada pemotretan,tapi besok aku boleh kan kesana sayang,aku ingin bilang ke ibumu kalau aku mau lamar kamu Hilda


"Mas Apa mas yakin?",tanya Hilda butuh penjelasan.


"Sangat yakin bahkan aku ngak mau dan takut kehilangan kamu sayang,mas akan lamar kamu secepatnya kalau memungkinkan waktunya minggu depan aku lamar kamu,jadi besok aku kerumahmu ya,karna Lusa sudah kembali kesido.


"Secepat itu mas?


"kenapa Hilda apa kamu keberatan?


"Ngak mas Hilda bahagia,Hilda jg ngak mau kehilangan mas Ruli,Hilda takut kehilangan mas Ruli.


"iya sayang sama.Kalau aku kesido kamu jgn nakal ya sayang,jangan nangis Hilda."Ucap Ruli mengingatkan


Hilda segera mengusap airmatanya takut suaranya serak takut Ruli mendengarnya.Lalu kemudian keduanya menutup tlp masing masing.

__ADS_1


__ADS_2