
"Baiklah mas Hilda percaya
"Lalu keputusanmu?
"Ya Hilda mau ikut mas pindah kesi******tapi mas harus janji berapa hal dengan Hilda
"Apalagi Hilda,kalau mas bisa penuhi mas akan penuhi
"Mas ngak boleh main judi,main perempuan dan ngak boleh mabuk,dan seandainya kita ada masalah apapun itu jangan membawa masa lau ya mas.
"La itu kamu tadi bawa masa lalu
"Itu lain mas itu karna sebelum kita berjanji kan sayang
"Hilda ",Panggil Ruli
"Ya mas apa?",tanya Hilda menoleh
"Minta dong sayang
"Minta apa
"ini,ini,ini,"ucap Ruli sambil menunjukan bibir,pipi dan keningnya
__ADS_1
"ngak mau,"Hildapun berlari menjauh dari Ruli.
Ruli kemudian mngejar Hilda dan terjadilah kejar kejaran diantara mereka keduanya saling tertawa ,bercanda seolah dunia milik mereka berdua.Ibunya yang melihat dari jauh dapat merasakan kebahagiaan mereka.Kebahagiaan yang nyata dirasakan Hilda yg selama 2 tahun lebih seperti hilang ditelan bumi.
Tanpa terasa airmata ibu Darmi jatuh begitu saja tanpa diminta.Kali ini airmatanya buakan airmata kesedihan tapi melainkan kebahagiaan.Kebahagiaan yg sebentar lagi Hilda dan Okta dapatkan,kebahagiaan dari seorang Ruli Firmansyah.Allah memang mempunyai rahasia besar,rencana besar dan sangat indah setelah Allah memberi cobaan dalam hidup manusia.Dan itu benar terjadi pada Hilda.Siapa yg mengira ternyata apa yg pernah berapa tahun silam bu Darmi dan mama Eva rencanakan kini terwujud juga akhirnya.
"Nenek menangis ya?",tanya Okta mengagetkan lamunanya.
"ngak kok tadi mata nenek kemasukan debu Okta,"ucap bu Darmi sambil mengusap airmatanya.
"Kalau gitu biar Okta yg tiup ya nek,"ucap Okta
polos
"makasih ya Okta mata nenek sudah bersih kok
Sore itu Ruli tidak pulang kerumah mama Eva karena dirumah Hilda ada Penghulu yg datang menanyakan berapa banyak mas kawin yg diminta calon pengantin wanita kalau orang jawa bilang "repotan" untung author masih ingat namanyağŸ¤.
Selain penghulu dan asistenya,disana juga ada bapak Johan,dan Dion sebagai saksi juga nanti diacara nikahan mereka nanti.Serta tentu saja kedua calon pengantin yaitu Hilda dan Ruli.
Sementara bu Darmi dan Dewi dan juga Okta mendengar dari ruang makan
"Bagaimana mbak Hilda sudah siap dengan jawaban yg saya ajukan nanti?",tanya pak penghulu
__ADS_1
"InsyaAllah saya siap pak
"Dokumenya sudah disiapkan ya mas semuanya,"tanya Pak penghulu lagi pada Ruli
"Tentu sudah pak,"jawab Ruli tegas.
"baik,lalu berapa mas kawin yg minta mbak Hilda kepada mas Ruli
"Saya tidak minta banyak pak tapi sesuai tgl aja,860 aja pak", jawab Hilda tegas.
"kok cuma segitu sayang,"tanya Ruli.
"Ngak mas sudah terlalu banyak mas berikan kepadaku,dan banyak sedikitnya mas kawin yg mas berikan kepada Hilda itu tidak menjamin lageng atau tidaknya sebuah pernikahan kan mas,Hilda cuma minta mas membuktikan janji mas yg mas ucapkan tadi ke Hilda,"ucap Hilda panjang.
"saya setuju dg ucapan mbak Hilda tadi,"ucap pak penghulu sambil mencatat sesuatu.
"Apa ada tambahan lagi mbak Hilda seperangkat alat sholat misalnya?
"Ya itu pak tambahkan itu saja
"Tapi besok nikahanya dirumah saya ya pak
"baik mas Ruli.Bagaimana apakah semua setuju",Tanya pak penghulu terakhir kali
__ADS_1
"ya setuju", jawab mereka yg diruang itu kompak.
Setelah semua selesai dicatat.Hilda kemudian menyuguhkan hidangan untuk mereka.Dan pak penghulu dan lainyapun memakanya.