
Hilda kemudian kembali untuk membawa Okta pulang.Setelah itu mereka berpamitan pada mama Eva.Kembali Pak Min mengantarkan mereka .
Sesampainya dirumah mereka menunggu kedatangan Dewi.Sementara itu Okta juga sudah bangun.
Sebentar kemudian Dewi dan anaknya Disya sudah sampai.Okta senang dg kedatangan mereka apalagi bertemu dg sepupunya itu.Merekapun bermain dihalaman rumah.
"Kalian dari mana aja kok tumben lama
"Sekali kali cari angin kan gpp wi,"ucap bu Darmi.
"Keknya wajah kalian senang banget bu,apa ada kabar gembira yg akan kalian sampaikan ya?",tebak Dewi.
"Pasti lah wi,adikmu mau menikah lagi",bisik bu Darmi pada Dewi
"Ha beneran dek kapan?",tanya Dewi penasaran.
"Apaan sih mbak ",ucap Hilda malu.
Lalu Kemudian bu Darmi menceritakan tentang pertemuan Hilda dan Ruli,juga tentang siapa Ruli sebenarnya.Pokoknya semua diceritakan tanpa ditutupi oleh ibunya .
"Beruntung banget kamu dek,"ucap Demi kemudian
"Alhamdulillah mbak,Hllda juga ngak nyangka",ucap Hilda bahagia
__ADS_1
"Mungkin ini karena kesabaran kamu menerima cobaan ini dek,mbak juga bahagia kalau kamu dan Okta bahagia,ini juga kejutan buat mbak Dewi.Bapak pasti juga terkejut sekaligus senang kalau dengar berita ini Hilda
"Ya mbak biar Hilda yg beritahu sekalian nanti kesananya sama mas Ruli
"Cie...cie udah ngak sendirian lagi sekarang"goda Dewi.
Hilda hanya tersenyum.ketiganyapun berpelukan layaknya teletubies๐๐๐๐
Malam yg sama Hilda memberi tahu kepada Ruli.Ruli tak menyangka bahwa ternyata mereka pernah dijodohkan saat masih kecil.
Kepulangan Ruli
9 mei 2010;
Saat itu Hilda tengah membuatkan kue untuk pelanggan sehingga tidak tahu ada seorang laki-laki tengah duduk didepan etalase kue sedang melihat kue kemudian bertanya
"Permisi nona apa disini menjual kue untuk orang yang patah hati",suara pria itu sedikit serak.
"Kue patah hati itu yang kek gimana ya mas",tanya Hilda sambil mengocok gula dan telur
"Loh katanya toko kue kok ngak menjual kue patah hati sih nona,"ucap pria itu lagi.
"Ya memang tidak ada mas disini,maaf ya mungkin toko yg lain ada
__ADS_1
"Ngak saya maunya disini,kalau ngak ada ya saya pesan sekarang 5 menit harus jadi ,saya tunggu cepat,"ucapnya sambil memukul meja disebelah etalase.
Braakkk...brakkk...!
Merasa aneh dg orang perlakuan pria itu Hilda segera menghentikan kegiatanya mengocok telur dan gula,lalu menaruhnya kemeja.Hilda kemudian berbalik menghadap orang tersebut dan...
"Mas Ruli....!",teriaknya
Orang yg disebut namanya itu tertawa terbahak bahak karena kejutanya berhasil membuat Hilda tidak mengetahui kehadiranya.Keduanya berpelukan. sesaat airmata Hilda entah kenapa tiba tiba keluar.Rasa rindu yg teramat kini terobati sudah.Hilda kemudian melepaskan pelukan
"Kamu kenapa slalu menangis sih sayang tiap kali bersama mas apa kamu tidak bahagia
"justru Hilda sangat bahagia mas,mungkin karena itulah Hilda menangis.,"ucap Hilda sambil mengusap airmatanya
"Okta mana sayang kok kamu sendirian?.
"Okta main sama Nayla,sama Angga,emang kenapa mas?
"Mas kan juga kangen sama Okta sayang,masa mas kangenya sama kamu doang,"ucap Ruli tersenyum
"Ow kirain,ya dah mas ajak main Okta dulu habis itu kita kerumah bapak ya",ajak Hilda.
"Kapan kita kerumah bapak ,mas sudah tidak sabar pingen ketemu bapak dan pingen segera bilang soal aku mau lamar kamu besok.
__ADS_1
"Makanya itu Hilda selesaikan dulu buat kuenya,habis itu Hilda antar kuenya trus kita kerumah bapak",jelas Hilda panjang.