Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik

Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik
Jadi guru privat untuk Okta


__ADS_3

Setelah sampai rumah Hilda kembali beraktifitas lagi.Mulai dari membuka toko kuenya yg berada tidak jauh dari rumahnya, yg letaknya disebelah barat depan rumah pak rt.Semuanya dilakukan Hilda sendiri karena memang untuk saat ini Hilda belum mampu membayar kalau harus ada karyawan.


Seperti saat itu Hilda tengah sibuk membuat kue untuk mengisi etalase ditokonya.


Sejak berpisah dari suaminya Hilda sudah berniat membuka toko kue karena hobinya memasak ,maka dg hobinya tersebut itulah yg membawa mencari jalan rezekinya.


Memang Allah selalu memberi jalan kemudahan bagi hamba hambaNya yg mau berusaha.


Sekalipun tak pernah mantan suaminya memberi nafkah anaknya,yg seharusnya masih menjadi tanggung jawabnya,Hilda tak pernah mengeluh.Toh semuanya dilakukan untuk anak kandungnya sendiri.


Sampai jam 11 siang belum ada pelanggan yg datang untuk sekedar membeli kue ataupun membuat pesanan.


Karena dilihatnya Okta masih bermain maka,daripada dia tidak tidur maka Hildapun memanggil anaknya yg saat itu sedangbermain dihalaman rumah Hana

__ADS_1


"Okta sini nak"panggilnya kemudian.


"ada apa bunda?",tanya Okta.


"tadi kan sudah ada tugas dari buguru ya,coba Okta kerjakan sayang,biar besok ngak dihukum sama buguru.


"Tapi Okta belum bisa nda ngeljainya."ucap Okta polos.


"kok kek gulu Okta ya?


"iya nak,kalau buguru ngajarin OktA disekolah,kalau bunda jadi guru privatnya Okta dirumah.


Walaupun belum mengerti tentang guru privat itu apa,paling tidak Okta menuruti kata bundanya untuk belajar setelah pulang sekolah,waktunya lebih bermanfaat.

__ADS_1


Karena kebetulan disana ada satu kamar untuk menunggu pelanggan yg membeli kuenya,dikamar itu pula Okta belajar bersama bundanya.Sampai Okta akhirnya tertidur.


Sejak saat itu pula setiap pulang sekolah Hilda membiasakan anaknya mengerjakan tugas.Dan Alhamdulillah hasilnya bisa dilihat dalam waktu 2 minggu saja Okta bisa menulis huruf A sampai z.Dan walaupun masih mengeja setidaknya Okta sudah bisa membaca dg mengeja dan itu berkah dari Allah.Hilda sangat bangga melihat perkembangan Okta setiap harinya.Dan neneknya juga bangga,serta gurunyapun bangga.Dan diantara keempat gurunya itu,ada satu guru yg meyayanginya dengan tulus seperti anak kandungnya sendiri.


Nama beliau adalah bu Ina.Orangnya ramah,memang tidak begitu cantik namun kecantikan dari hati itulah yg terpancar dari dalam diri seorang bu Ina.


bu ina pernah berniat untuk menjadikan Okta anak asuhnya dan mengajak Okta tinggal dirumahnya,namun Hilda menolaknya jika harus tinggal disana tentu dg penolakan yg halus.Walaupun Hilda menolaknya,bu ina tetap minta izin untuk menganggapnya anak sendiri dan membiayai sekolah Okta sampai dia lulus dari sekolah itu ataupun sampai Okta punya ayah lagi.Begitulah ungkapan hati bu ina yg disampaikan pada Hilda.


Kali ini Hilda tak menolaknya,apalagi yg Hilda dengar bu ina tidak lagi bisa punya anak karena kandunganya lemah. Walaupun bu Ina masih ingin sekali memiliki anak laki laki.


Sebagai sesama wanita,tentu saja Hilda tidak kuasa menolaknya.


Sejak saat itu,walau tidak tinggal langsung dirumah bu Ina,bu ina seringmembawAOkta untuk bermain bersama anak perempuanya yg bernama azahra.Dan azahra senang bermain dg Okta dan sudah menganggap Okta seperti adik sendiri.Suami bu Ina yg bernama pak priantopun senang dg kehadiran Okta dirumahnya.

__ADS_1


__ADS_2