
Setelah 3 jam menunggu akhirnya Hilda sadar,Hilda menangis mengingat Okta tak berada disisinya ditambah lagi ia harus kehilangan calon buah hatinya.Semakin perih hati Hilda saat itu
"Sayang kamu makan ya biar mama suapin",ucap mama Eva.
"Bagaimana Hilda bisa makan kalau Hilda ngak tahu keberadaan Okta dan keadaan Okta ma,"Ucap Hilda masih menangis
"Jangan menangis lagi sayang,mas ngak tahan kalau kamu menangis terus,mas ngak bisa melihatmu terus begini Hilda,"ucap Ruli membelai rambut Hilda
"kalau mas ngak suka tolong secepatnya mas pergi dari sini,Hilda ngak mau melihat mas Ruli lagi,pergi mas pergi,"usir Hilda .
"Nak Ruli sebaiknya nak Ruli segera cari Okta biar Hilda ngak marah lagi nak,"Ucap ibu Darmi menasehati.
"Baiklah bu,Ruli janji akan membawa Okta pulang lagi,Mas pergi duli ya sayang,"Ruli mengecup kening Hilda.
Hilda tidakenghiraukan suaminya.Hilda berpikir semua itu gara gara Ruli yg lebih mementingkan pekerjaan daripada istri dan Anaknya.
__ADS_1
Saat Ruli menuju ke parkiran ada 3 orang yg dikenalnya telah berbincang bincang.Walau hatinya sedang kalut Ruli mencoba tetap ramah kepada tetangganya dan sahabatnya itu.
"Bagaimana keadaan mbak Hilda sekarang mas Ruli,"tanya laki laki ganteng dan gagah tidak kalah gagahnya dg dirinya
"Hilda baru sadar pak,ada keperluan apa pak Deni dan mbak Della disini,apakah ada keluarga yg sakit atau...
"Justru aku disini ingin menjenguk dan menanyakan sesuatu kepada mas Ruli tentang penculikan Okta
Deg...Ruli binggung bagaimana menjawab pertanyaan Pak Deni yg memang profesinya sebagai seorang polisi,sementara yg dia inginkan jangan sampai ada seorang polisi satupun tahu tentang kejadian ini menyangkut keselamatan Okta nantinya.
Ruli kemudian melirik Andre yg tadi sempat berbicara dg pak Deni sebelumnya.
"Aku mengikuti kemana mereka membawa Okta pergi mas,"kata Della kemudian
"Berarti mbak Della tahu Okta dimana,lalu kenapa mbak Della tidak memberi tahu aku waktu itu atau pak Deni ."tanya Ruli
__ADS_1
"Maafkan istriku mas Ruli,Della juga ingin Okta selamat.Makanya Della tidak gegabah memberi tahu siapapun,takut keselamatan Okta taruhanya. Sebaiknya mas Ruli dan mas Andre kesana.Aku dan anak buahku akan mengikuti kalian nanti dari belakang suami mereka tidak curiga.
"Lalu bagaimana caranya kehadiran pak Deni tidak diketahui sebagai polisi",tanya Ruli
"Itu sangat mudah untuk kami anggota polisi mas
"Baiklah aku juga akan mengarahkan orang kepercayaanku membantuku nanti pak
"Ya sebaliknya begitu mas
"Kalau gitu aku ke mbak Hilda dulu ya pa,"izin Della pada Pak Deni
"ya ma.
Setelah itu Ruli dan Andre menuju lokasi dimana Okta disembunyikan.Sebelumnya Ruli menelpon ketiga orang kepercayaanya itu dan mengajak mereka menolong Okta.
__ADS_1
Di sepanjang jalan tidak ada pembicaraan yg berarti antara Ruli dan Andre.Ruli sudah tidak sabar ingin segerra bertemu dg Okta.Dan Ruli berjanji setelah Hilda sembuh dan Okta kembali kerumah ,dia akan lebih memperhatikan istri dan anaknya agar tidak terjadi lagi hal hal yg tidak mereka inginka.
"tunggu ayah okta, ayah akan menolongmu dan membawamu pada bundamu sayang",itulah kiranya ungkapan hati Ruli firmanyah.