Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik

Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik
Teringat tentang si fotografer


__ADS_3

Ya sudah bapak pamit pulang dulu Hilda,Assalamualaikum


Waalaikumusalam


Bapak Johan segera melajukan motornya untuk pulang krumanya.Seperti biasa Hilda mentup pintu jendela. Diapun pergi kekamar dan tidur.


Hari itu kembali Hilda disibukkan dengan mengantar dan menjemput Okta,serta banyak orderan yg harus dia buat dan antar.Namun tidak seperti biasanya bayangan seorang fotografer itu selalu melintas dipikiranya hingga sedikit menggangu pikiranya.Tapi untunglah tidak menganggunya saat dia membuat adonan.Kalau tidak semuanya bisa hancur Hilda bisa rugi.


Sesaat dia berpikir untuk menanyakan siapa sebenarnya fotografer itu pada Lia,namun saat diingat lagi rasanya percuma saja.Toh kemarin juga Lia sudah bilang kalau dia teman dari kak Iman kakak tertua dari Lia.


"Nda ada tulilit tulilit,"Ucap Okta yg selalu mengatakan itu kalau dia mendengarnya.


Hilda langsung mengambil hpnya dan menjawab panggilannya.

__ADS_1


"Hallo Assalamualaikum bu ida ada yg bisa saya bantu?


"Gini mbak saya mau pesan kue tart untuk hari ini untuk anak saya bisa ngak?


" Maaf bu kalau untuk hari ini saya ngak bisa ini soalnya sudah penuh orderanya,Setiap hari saya hanya menerima 10 orderan saja bu untuk kue tart soalnya saya belum punya karyawan,mgkin bisa ke lain tempat,sekali lagi maaf ya🙏


"Ow begitu ya mbak,habisnya mau pesan kemarin mbaknya libur.


"saya memang libur bu kemarin karna adik saya lamaran,tapi kalau dari kemarin ibu pesan pasti sudah saya buatkan hari ini.sekali lagi saya minta maaf bu"Jelas Hilda.


Hilda kemudian menutup tlpnya dia paling tidak suka kalau ada pelanggan yg pesanya slalu mendadak dan terkadang mintanya cepat .Padahal dibilangi sebelumya kalau mau pesan jangan mendadak .


Walaupun begitu Hilda selalu berusaha bersikap ramah dan bersikap seprpofesional mungkin kalau tidak pelangganya bisa lari.

__ADS_1


Setelah mengemas kue keringnya Hilda kemudian menaruhnya dijok motor.Okta sudah siap mengikuti ibundanya pergi mengantarkan kuenya.Maklum saja kalau ibunya kerja Hilda merasa aman kalau dia dan ibunya sendiri yg menjaganya.Apalagi dijaman sekarang banyak penculikan anak.Ditambah lagi Okta anak yg manja klau bukan dia atw neneknya sdri yg menjaga slalu uring uringan.


Begitulah hari hari Hilda lalui bersama kedua orang yg sangat dia cintai.Dalam keadaan apapun mereka slalu bersama.


Waktu memang berjalan begitu cepat dan tak bisa berhenti apalagi kembali.Tak ada lagi penyesalan di hati Hilda semuanya dijalanani nya dg iklas.


Dua tahun sudah Hilda menjanda dan itu berarti sudah 6 bulan lamanya sejak Lia mengadakan Lamaran,tak ada kabar lagi tentang si fotografer itu,yg entah siapa namanya Hilda juga tidak tahu dan ngak mau menanyakan kepada Lia apalagi kak Iman


Buat apa dia memikirkan fotografer me*** itu yang nyata nyata memang mungkin memang tidak ada hubungan apapun dg Lia."ah untuk apa memikirkannya"begitulah ungkapan batin Hilda.


Besok adalah hari bersejarah buat Lia dan saat itu Hilda tengah binggung memilih hadiah apa yg pantas diberikan untuk Lia yg berguna untuk Lia pastinya.Terbesit dihatinya memilih hadiah konyol untuk Lia.


"hmmmm kenapa tidak aku berikan ini saja agar dia segera punya keponakan secepatnya dari Lia ya?🤔

__ADS_1


Membayangkan reaksi Lia mendapatkan hadiah seperti itu membuat Hilda tertawa sendiri.Hingga si pelayan toko yg sedang menunggunya itu jadi heran dan bertanya...


__ADS_2