
Sesampainya dirumah,Ruli menyuruh bi Atik untuk mengobati luka pak Lukman yg memang dia adalah istri dari Pak Lukman.Walaupun kaget bi Atik tidak berani bertanya pada majikanya ,karena terlihat sekali saat ini majikanya sedang marah, dan bi Atik juga tidak berani bertanya tentang apa yg terjadi dg suaminya itu.
"Hilda dimana bi',tanya Ruli lesu
"Nona dikamar den tadi katanya pusing
"Baiklah aku kekamar dulu
"ya den
Baru setelah majikanya beranjak kekamar bi Atik baru bertanya pada suaminya dg yg menimpa suaminya dan kemana Okta.Dan dg pelan pelan pak Lukman bercerita tentang semua yg terjadi hari itu.Bi Atik juga kaget dan tak menyangka,namun sekali lagi mereka kembali diam.
Dibukanya pintu kamar pelan pelan agar tidak menganggu istrinya yg masih tidur pulas setelah mandi diapun mendekati Hilda.
"Loh mas sudah pulang kok ngak bangunin Hilda sih",ucap Hilda kemudian
"Mas ngak mau menganggu kamu sayang,"ucap Ruli mengecup kening Hilda
"Mas kelihatanya capek banget,mau aku pijitin ya,udah jam berapa ini?",
__ADS_1
"Jam 2 siang sayang,lebih baik kamu istirahat aja ya ,mas mau keluar sebentar
"mas mau kemana,kok dari tadi Hilda ngak lihat Okta ya,apa mungkin main ya?"tanya Hilda lagi
Deg....Mulut Ruli seperti terkunci,Ruli tak bisa menjawab apa apa dan itu membuat Hilda curiga
"Mas jawab Hilda,kenapa mas dari tadi kek gitu,apa mas marah sama Hilda,mas dimana Okta
"Kamu sabar dulu sayang kamu tenang
"'maksud mas apa, suruh Hilda sabar, sabar soal apa mas ,mas dimana Okta, pak Lukman di mana Okta",tanya Hilda berteriak
Plak!! sebuah tamparan melayang mengenai pipi kanan Ruli.
"jangan sekali kali mas bercanda seperti itu,"bentak Hilda menangis
"mas ngak bercanda sayang mas serius ,makanya kamu dirumah aja ya biar mas cari Okta.dimanapun juga Okta berada mas akan cari.
Kembali Hilda mersa pusing kali ini pusing yg Hilda rasakan lebih dari sebelumya.Bahkan ditambah lagi perutnya terasa sakit dan kram saat itulah Hilda kemudian pingsan mungkin karena tidak tahan dg rasa sakitnya.
__ADS_1
Belum sempat Ruli menghilangkan syoknya atas penculikan Okta,kini ditambah lagi syoknya karena Hilda pingsan dan darah merah mengalir dari bawah badan Hilda.Ruli panik dan binggung diapun segera menelpon dokter Vania.
Dokter vania segera bergegas kerumah Ruli dan segera memeriksa Hilda.
"kamu tunggu diluar ya Ruli",pinta Vania.
Ruli kemudian keluar.Ada dua kecemasan yg dirasakan Ruli sekarang antara cemas memikirkan keadaan Hilda yg belum sadar dan cemas memikirkan Okta yg tau keberadaanya.
10 menit kemudian Dokter Vania keluar dan menyampaikan keadaan Hilda
"Ruli kamu harus sabar menerimanya ya,dengar pendarahan ngak bisa dihentikan ,aku sudah berusaha menghentikannya dengan terpaksa Hilda harus operasi untuk mengeluarkan janinnya,kalau tidak dikeluarkan bisa bahaya Ruli.
"Apa maksud kamu Van aku ngak ngerti
"Hilda sudah kehilangan calon bayinya,Hilda keguguran,kita harus membawanya kerumah sakit untuk operasi kuret Ruli
"Astagfirullahaladzim jadi kami harus kehilangan calon bayi kami Van?",tanya Ruli lirih
Aaaargh! teriak Ruli memukul mukul tanganya ditembok.Ruli Hampir hilang kendali.Ruli tak bisa berkata kata selain menangis.Vania kaget melihat sahabatnya kini bagaikan bunga yg tak disirami layu seketika.Dan Vania lebih terkejut lagi saat bi Atik mengatakan kalau Okta diculik.
__ADS_1
Aku lemas menulisnya pemirsaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜kalau mau dikomen ya biar aku bisa nulis lebih baik lagi lagiðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜