Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik

Cinta Mantan Plaboy Dan Janda Cantik
Kebencian Rima terhadap Hilda 1


__ADS_3

"Jangan terlalu mikir yg macam macam Hilda mas ngak mau kamu sakit karena terlalu banyak fikiran apalagi sebentar lagi kita menikah loh",ucap Ruli membuyarkan lamunan Hilda.


"Iya mas",jawab Hilda


",kalau gitu mas pulang ya,1 jam lagi mas harus berangkat lagi ke si******,"ucap Ruli melihat jam tanganya


"Ya mas ,mas ngak pamit dulu sama ibu,sama mbak dewi dan mas dion


"Tentu,mereka dimana


"Tu didalam


Keduanyapun masuk dan Ruli berpamitan dg ibu Darmi,Dewi dan Dion.Karena Okta dan Disya tidur,Ruli hanya titip salam kemereka.


Hilda kemudian mengantarkan Ruli sampai di gang depan.


Ruli segera melajukan mobilnya kerumah dan setelah itu diapun kembali ke s****** untuk pemotretan.


Setelah Ruli pergi Hilda kemudian ganti baju dan menengok Ruli dikamarnya.Entah mengapa ada sedikit kesedihan yg terselip dalam pikiran Hilda saat itu.Hatinya begitu berat meninggalkan bu Darmi ibunya setelah menikah nanti.Namun juga tak bisa menolak keinginan calon suaminya untuk pindah ke si******.

__ADS_1


"Kok yg habis lamaran sedih kamu kenapa Hilda,masa iya baru ditinggal sebentar sudah kangen lagi',goda ibunya


"Ah ibu ada aja Hilda ngak sedih kok


"Lalu kenpa kamu diam saja Hilda?",tanya ibunya lagi


Hilda lalu menceritakan tentang keinginan Ruli yg ingin pindah ke s******* setelah menikah,walaupun sempat Hilda menawarkan untuk ibunya ikut kesana,tapi bu Darmi menolak.


"Dengar ya Hilda kewajiban istri itu adalah menuruti suaminya termasuk mengikuti suami pergi karna surga seorang istri berada pada suaminya nak,selama itu baik kenapa ngak kamu menuruti suamimu.Tapi kalau ibu harus ikut kesana maaf saja ibu ngk bisa Hilda,sudahlah lebik baik kamu nurut Hilda sma calon suamimu yg kelak jadi suamimu


masa Iya suami istri hidup terpisah Hilda Kamu boleh pindah ke s*****Hilda asal kamu tidak melupakan aku ibumu yg disini.


"tentu tidak bu.


"ya bu Aamiin.


"Ngak usah dipikir macam macam Hilda,kan masih sebulan lagi jadi Masih ada waktu untuk kamu bersama ibu",ucap ibunya


Hilda tersenyum .Hatinyakini senang dg ucapan ibunnya yg mengizinkan dia pindah kota bersama Ruli dan Okta stelah mereka menikah nanti. ,wlpun tetap ibunya ngak mau untuk tggal bersamanya.

__ADS_1


Satu hari setelah lamaran:


Hari itu Hilda kembali mengantarkan Okta kesekolah.Tak disangka keempat guru Okta telah menunggunya sejak turun dari motor.Mereka adalah bu ina,bu ika ,bu wanda dan latifa.Mereka mengucapkan selamat pada Hilda.


"Ya Allah maaf ya ibu ibu semua bukanya saya sombong,tapi memang acaranya mendadak,ini semua yg sudah dipersiapkan oleh keluarga calon suami,"ucap Hilda pada mereka dan memberikan satu kotak yg berisi beberapa kue.


"ya ngak masalah kok bunda,yg penting bunda Okta bahagia kami juga bahagia,"Ucap bu ina.


"Aamiin makasih doanya ya.


"Tapi kalau nikah nanti diundang ya kita kita"Timpal bu Ika


"InsyaAllah ibu ibu",jawab Hilda senang.


Tak berapa lama datang Nesya dan Irma mengucapkan hal yg sama pada Hilda.


Namun tidak jauh dari sana ada yg sepertinya menahan kekesalanya pada Hilda.


Hilda kemudian menghampirinya.

__ADS_1


"Apakabar mbak"Tanya Hilda pada wanita itu


"Mentang mentang sudahjadi orang kaya lupa ya sama orang kek aku,"ucapnya angkuh


__ADS_2