
Setelah mereka pergi Hilda kemudian menutup pintu.Hilda kemudian mandi walaupun cuaca dingin karena badanya lengket oleh parfum khas pengantin. Baru setelah itu Hilda menggunakan krem malam dan setelah itu Hilda menyisir rambutnya.Saat itulah kembali Hilda mendengar ada yg memanggilnya dari luar
"Hilda,sayang kamu sudah tidurkah"tanya Ruli
"Belum mas masuk aja,pintunya ngak Hilda kunci kok"jawab Hilda
Ruli pelan pelan masuk kekamar dilihatnya Hilda tengah duduk dikasur sedang kedua tanganya diletakkan bersilang dibahu.
Entah kenapa saat Ruli masuk dan mendekatinya ada getaran aneh yg dirasakanya.Padahal sebelumnya saat mereka bertemu sebelum menikah getaran itu tidak seperti malam itu.Malam Ruli ingin membuat Hilda bahagia tapi terganggu karena Ruli baru ingat dia belum membersihkan diri.
"Kamu tunggu disini ya sayang mas mandi dulu",izinya
Hilda mengangguk dan tersenyum.Ruli kemudian menuju kamar mandi yg masih yg berada jadi satu dg kamarnya.Diapun mandi.Kali ini Ruli tidak ingin berlama disana.Hanya 10 menit saja setelah itu diapun keluar stelah memakai piyamanya.
Setelah itu Ruli kembali mendekati Hilda.Dibelainya wajah Hilda yg halus.
"Malam ini kamu sangat cantik sayang,"Ucap Ruli tersenyum.
"Mas juga tampan
Begitu lekat tatapan Ruli membuat Hilda menunduk menahan malu
__ADS_1
"Kenapa sayang
"Hilda malu mas"jawab Hilda
"Kenapa mesti malu sayang ,lihat mas Hilda.
mencoba membuka tangan Hilda yg menutup mukanya.Hilda membuka perlahan lahan tangan yg menutupi mukanya.
Keduanya kini saling menatap dekat dan semakin dekat.Ruli mencium pipi kanan Hilda berpindah kekiri.Lalu bertanya
"kamu bahagia ngak Hilda
"Kenapa mas tanya seperti itu,jelas Hilda bahagia mas,apa mas Ruli tidak bahagia menikah dengan Hilda
"Iya mas,Hilda izinkan mas Ruli memberikan kebahagiaan yg lebih,Hilda juga akan memberikan kebahagiaan yg lebih untuk mas Ruli .
"Benarkah sayang
"Benar suamiku sayang
"iya istriku sayang
"Hilda...
__ADS_1
"Mas....
Ruli kembali mendekat semakin dekat dan dekat.Ruli kembali men*****kedua pipi Hilda,kening,semakin kebawah dan kebawah.Kembali ke atas dan m*******bibir Hilda lama dan hangat Hildapun membalasnya.
Ruli membuka baju tidur Hilda yg berwarna biru warna kesukaan Hilda ,menarik perlahan tali yg mengikatnya.Ternyata Hilda sudah tidak memakainya.Mata Ruli melotot dg apa yg dilihatnya besar namun masih indah dan bersih.Memang ada garis garis disana mungkin karena bekas tangan mungil Okta, waktu masih bayi atau apa Ruli tak mengerti juga tak ingin perduli.
Ruli yg melihat Hilda hanya diam diapun mengarahkan tangan Hilda untuk membuka dan memegangnya.Terasa besar dan panjang.
Hilda mendesis ketika mulut Ruli mempermainkan dua benda kembar di disana .Selanjutnya kembali mereka saling m******"* bibir mereka.
"mas....
"ya sayang
"Berikan kebahagiaan yg lebih sekarang sayang,"pinta Hilda.
" iya sayang pasti.Kamu juga sudah iklas berikan kebahagiaan yg lebih kan untuk mas
"iya mas Hilda iklas.
Ruli pun berikan perlahan lahan.Walaupun sudah janda tapi ternyata masih terkunci rapat mungkin karena 2 tahun lebih tidak ada yg membuka pintu rumah Hilda ditambah lagi perawatan yg Hilda lakukan.Karna disana tercium bau sabun khusus untuk merawatnya.Ruli tau wangi sabun tersebut karena pernah mengira itu sampo sewaktu dia mandi dikamar mandi Andre dan Lia .
Ruli kembali mencobanya perlahan dan setelah 10 menit terbukalah pintu rumah pribadi Hilda.
__ADS_1
Untuk selanjutnya kalian sendiri yg bisa menebak berapa kali Ruli membuka rumah pribadi Hilda😜🤭 terimakasih🙏