
Vania menelpon ambulance Untuk membawa
Hilda kerumah sakit.
Sesaat kemudian Mobil Ambulance telah sampai didepan rumah Ruli.Lia yg saat itu baru pulang dari tokonya terkejut mengetahui Hilda sudah dibawa Ambulance .Ruli masih setia mendampingi Hilda didalam sana.
Otaknya kini benar-benar seperti dbelah dua dg kenyataan yg ada apalagi juga belum ada kabar dari ketiga orang kepercayaanya.
Sementara itu Lia yg panik mendengar Hilda keguguran langsung menghubungi keluarga Ruli yaitu mama Eva,dan bu Darmi serta tak ketinggalan bapak Johan dikabari dan keluarga Dewi juga ikut pergi ke s*****
Andre yg mengetahui istrinya memberitahu keluarga mereka sempat memarahi istrinya.
"Mas kok marahi aku sih apa salahku
"kamu sudah lancang memberitahu keluarga Hilda dan Ruli ,Lia
"Karena aku takut terjadi sesuatu pada Hilda mas
"Tapi itu justru membuat Ruli marah nantinya Lia ,bagaimana kalau mereka menanyakan keberadaan OkTa",bentak Andre
Andre seketika ingat kalau Lia belum mengetahui kalau Okta diculik olehseseorang yg entah siapa mereka.
"Memang kemana Okta mas?
__ADS_1
Sudah kepalang tanggung pikir Andre.Akhirnya Andre menceritakan kalau Okta diculik oleh seseorang yg belum mereka ketahui siapa mereka
"kenapa kamu ngak ngomong mas kalau ginni gimana dong",tanya Lia panik
"Kamu sekarang mandi setelah itu kita kerumah sakit semoga mereka belum menanyakan keberadaan Okta.
"Iya mas
Lia segera bergegas kekamar mandi. Tidak sampai lama Lia sudah siap untuk pergi bersama Andre kerumah sakit
Sementara ditempat lain.
Seorang anak kecil sedang merengek terus minta pulang kerumah namun diantara kelimanya tidak ada yg menghiraukanya.
"Dengar anak kecil ngak usah berisik ,kamu akan dilepaskan setelah bundamu datang ha ha ha,"tawa pria itu
"Nanti aja pulangnya ya sayang sama ayah Damar sama bunda,Setelah bundamu menikah dg Ayah Damar ya",Kata Damar membujuk
"Ngak mau ayah Okta namanya Ruli bukan Damar," Ucap Okta polos
"Terserah kamu anak ingusan,dengar beri dia makan kalau perlu suapi dia,jangan sampai terjadi sesuatu sama dia",ucap Damar lagi
Suasana dirumah sakit
__ADS_1
2 jam kemudian
Keluarga Hilda ,Ruli,Dewi sudah datang.Operasi juga sudah dilakukan.Namun Hilda belum sadar.Kata Dokter menanganinya tinggal menunggu reaksi obat biusnya habis baru Hilda akan segera sadarkan diri.
Mama Eva menanyakan apa yg sebenarnya terjadi pada menantunya itu sampai Hilda mengalami keguguran. Ruli kemudian menceritakan kalau Okta diculik yg menyebabkan Hilda syok dan keguguran.
Plakk! Kali ini tamparan mama Eva lebih keras dari tamparan Hilda tadi diterima Ruli begitu saja karena ini memang salahnya Ruli yg tidak bisa menjaga istri dan anaknya.
"Kamu benar benar tega Ruli, kenapa kamu biarkan Istri dan anakmu menderita",ucap mama Eva marah.
"Maafkan Ruli ma
"sudahlah Va ini sudah terjadi,nak Ruli apa kamu tahu siapa yg menculik Okta?",tanya bu Darmi
"Untuk saat ini aku belum bisa memastikan bu,karna orang kepercayaanku juga belum menemukanya,tapi aku janji setelah Hilda sadar aku akan secepatnya cari Okta .
"Apa tidak sebaiknya kamu melapor ke polisi saja nak Ruli?",Tanya pak Johan tiba tiba
"aku tidak bisa melapor polisi pak untuk saat ini,karena belum tau persis siapa pelakunya.Lagi pula aku memikirkan keselamatan Okta kalau aku lapor
"Semoga secepatnya Okta ditemukan",Doa pak Johan
Mereka yg sedang menunggu Hilda tak bicara lagi .Mereka hanya bisa berdoa semoga masalah yg Hilda alami bisa segera mendapatkan petunjuk.
__ADS_1