
Di sepanjang jalan Hilda hanya diam.Dia semakin takut dg kekayaan yg Ruli punya yg menurutnya mungkin akan menjauhkan dia dari Ruli.Hilda takut karna perbedaan yg begitu jauh akan membuat orang tua Ruli tidak menyetujui mereka.
"Kamu kenapa dari tadi diam aja sayang,"memegang tangan Hilda.
"Aku boleh tanya sesuatu mas
"tentu saja Hilda,tanja aja gpp kok
"Maaf mas apa mobil ini punyamu sendiri mas?
"Iya sayang kenapa kamu ngak suka
"Aku ngak berhak mengatakan aku suka atau ngak mas,karena ini milikmu,tapi jujur Hilda takut mas.
"Takut kenapa sayang
"Mas Hilda takut perbedaan kita memisahkan kita,"Hilda meneteskan airmatanyanya
Ruli menghentikan kegiatanya mengendarai.Dan Ruli meminggirkan mobilnya .
"Hilda sudah kubilang jangan menangis,mas paling tidak tahan dg wanita yg menangis,harus berapakali mas katakan ngak ada yg berani memisahkan kita kecuali maut dan takdir,kenapa kamu sekarang jdi ngomong tentang perbedaan sih,Hilda tak ada perbedaan antara kamu dan aku sayang,harta yg kupunya hanya titipan dariNya.Dan mama sudah merestui kita sayang,jadi sekarang mas minta jangan lagi bicara soal perbedaan ya,hapus airmatamu oke,mana senyum kamu untuk mas?,"memberikan tisu pada Hilda
__ADS_1
"hem..😊
"yg lebar
"ha😄
"nah gitu dong,kita lanjutkan lagi ya sebentar lagi sampai kok.
Benar saja tidak sampai 5 menit mereka sudah sampai disebuah pekarangan rumah yg luas . yang disana terdapat bunga bunga yg indah terawat.saat akan memasukinya pintu sudah terbuka dg otomatis.
Seorang pria dan wanita setengah baya menunduk memberi hormat pada mereka.
"Ow ini calon mantu mama dan cucu mama ya,'ucap ibu itu pada Hilda dan Okta
"iya ma kenalkan ini Hilda dan ini Okta
"Selamat datang dirumah mama ya Hilda,Okta,"sambutnya ramah
"Terimakasih budhe",jawab Hilda menyalaminya
"Kok budhe sih Hilda panggil mama Eva ya
__ADS_1
"ya bud, eh ma.
"nah gitu dong,dan kamu panggil oma ya",ucapnya lagi pada Okta.
Okta mengangguk.Dia segera berlari ke arah aquarium disebelah ruang tamu itu.Namun Hilda mencegahnya.
"Biarkan aja nak Hilda, biar dia betah disini,nanti tidur sama Oma ya okta,Kalau malam Oma sendirian,"ucapnya sedih.
"Bi tolong ambilkan minum keknya Okta haus ya?,"tanya Ruli
"Oya mas maaf bisa tolong ambilkan yg Hilda bawa tadi,perintah Hilda.
"Memang kamu bawa apa kesini,ngak usah repot repot klw kesini ya kesini saja Hilda.
"Ngak repot kok ma,ini buatan Hilda sendiri Hilda mengambil dari tangan Ruli
Hilda lalu memberikan martabak keju manisnya pada mama Eva,.Beliapun senang menerimanya apalagi kue faforitnya itu dibuat oleh tangan terampil Hilda sendiri
Mama Eva kemudian memanggil dua Asistenya untuk bergabung menikmati martabak yg dibawa Hilda.Hilda juga senang dan kagum pada calon mertuanya itu yg ternyata baik,bahkan dg asisten rumah tangga mereka bi Inah dan pak Min .
Setelah menikmati martabak dari Hilda,Ruli pamit keluar.Maka tinggalah mama Eva dan Hilda sendiri karna bi Inah melanjutkan pekerjaanya didapur sedang pak Min mengajak Okta bermain dihalaman rumah.
__ADS_1