
Sementara di tempat Damar.
Ruli dan Andre beserta ketiga orang kepercayaan sudah berada tidak jauh dari tempat Damar menyembunyikAn Okta.Mereka mengintai dari balik tembok agar dg mudah masuk tanpa diketahui anak buah Damar.Ternyata disana ada Rima yg tengah menyuapi Okta.Karena Okta sudah mengenal baik dg Rima,oleh sebab itu juga Okta menurut saja sewaktu Rima menyuapinya.
"Sebaiknya kamu segera lepaskan Okta Damar,karna tidak mungkin kamu bisa bertemu Hilda ,karna Hilda sekarang berada dirumah sakit dia keguguran setelah mendengar Okta diculik",bisik Rima
"Kamu tau darimana Hilda dirumah sakit ha?",bentak Damar.
" Tentu aku tahu Damar,kamu lupa siapa diriku
"Ngak mungkin aku lupa siapa kamu wanita j******,tapi aku ngak mau melepaskan anak ini,dia satu satunya cara agar dg mudah Hilda berada dipelukanku
"Tapi sampai kapan Damar,apa kamu menunggu kamu ditangkap polisi,"tanya Rima balik membentak
"Apa kamu takut Rima
"Tante kapan tante akan mengantar Okta pulang tante",Tanya Okta merengek
__ADS_1
"Sabar sayang,nanti pasti tante akan mengantarmu pulang
"benar benar Rima wanita yg licik cih bisa bisa dia bersandiwara didepan anakku,"geram Ruli.
"Sebaiknya kamu tenang Ruli,"perintah Andre
Perkataan Andre tak dihiraukan Ruli.Ruli langsung masuk membuat yg ada situ kaget
"Lepaskan anakku b*****"ucap Ruli marah
"Ow jadi ini ayahmu bocah t*****",UcapDamar.
"jangan bicara kasar pada Anakku,apa begini cara Anda mencintai Hilda,benar benar pintar anda memperdaya seorang wanita ",Hina Ruli
"Diam kamu Ruli ,bocah kemarin sore mau mengajariku tentang bagaimana mencintai wanita ha ha. ha"tawa Damar licik.
"Setidaknya aku tidak menggunakan cara licik sepertimu untuk mendapatkan cinta Hilda ,Damar, dan kamu lihat buktinya aku yg berhasil menikahi Hilda.Dan Hilda mencintaiku.",ucap Ruli bangga.
__ADS_1
Emosi Damar tak terkendali lagi nendengar hinaan dari Ruli.Lalu Damar memukul muka Ruli,berganti Ruli membalas pukulan Damar terjadilah pukul memukul.Namun karena Ruli sendiri dan lawan Ruli banyak,maka dengan mudahnya Ruli dikalahkan.Andre dan ketiga suruhanya segera datang menolong Ruli.Terjadilah perkelahian diantara mereka.Saat itulah walau anak buah Damar lebih banyak dan besar besar kelimanya,tapi dengan mudah ketiganya bisa dikalahkan oleh Ruli ,Andre,dan ketiganya.
Karna ketakutan Damar dan Rima pun berniat lari dari mereka namun belum sempat lari keduanya sudah dihadang oleh Pak Deni dan beberapa orang anak buahnya yg menyamar.
Tidak ketinggalan anak buah Damar yg tergeletak tadi juga ikut ditangkap.Ruli segera melepaskan ikatan Okta.Okta memeluk erat ayahnya.
"Ayah ayo kita pulang,ayah Okta takut.,"Ajak Okta digendongan ayahnya.
"Ayah disini sayang bersamamu nak,Okta ngak boleh takut,Okta jgn menangis ya",ucap Ruli mengusap airmata Okta.
Andre dan Ruli segera pergi dari tempat itu. Pak Deni dan anak buahnya membawa Damar,Rima dan ke 5 anaknya kekantor polisi dan memenjarakan mereka.
Ruli mengendarai mobil dengan cepat.Ruli ingin segera membawa Okta bertemu Hilda dirumah sakit.Pasti Hilda sudah cemas dengan keadaan Okta.
Mungkin butuh waktu setengah jam perjalana n karena Damar membawa Okta disebuah rumah kosong yg tempatnya agak jauh dari rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit mereka langsung menuju kamar Hilda dirawat.Hilda masih berbaring diranjang dirumah sakit.
__ADS_1