
Ruli tidak menjawab diapun berlalu menuju tempat Okta bermain.Disana Ruli bertemu dg Hana yg sudah hamil besar.
"Apa kabar Hana",Sapa Ruli
"Baik kak,kak Ruli baru sampai ya?
"Iya kelihatanya sebentar lagi kakak punya keponakan lagi ya ?",tanya Ruli sambil lihat perut Hana yg besar.
"Iya kak tinggal nunggu harinya ini,"jawab Hana.
"Oya Okta apa disini?
"Iya Mas tu dibelakang sama Nayla.
"ya sudah aku kesana ya,"Ucap Ruli minta izin pada Hana.
Ruli kemudian menuju kearah Okta yg sedang asyik bermain dengan Nayla.Ketika tau Ruli datang,Okta segera lari mendekat Ke Ruli
__ADS_1
."Ayah pulang...",Teriak Okta senang.
"Anak ayah tambah ganteng aja,"ucap Ruli sambil mengendong Okta.
"Ayah bawa mainan ngak
"ya...maaf ayah lupa nak,nanti aja ayah belikan mainan ya kalau nanti setelah kerumah kakek ya",ucap Ruli lagi.
"Ya sudah deh,tapi janji ayah nanti beliin Okta mainan ya kalau gitu sekarang aja kerumah kakeknya yah",Ajak Okta merengek.
"Nanti aja ya,tggu bunda belum selesai buat kue ,kita pulang dulu ya nak."Ajak Ruli.
"Bunda sudah pulang,kita kerumah kakek ya,tapi sebelumnya tolong nanti Hilda anterin dulu ke pelanggan ya mas,"Pinta Hilda pada Ruli
"Siap bos👍
"Hore ...Okta mau kerumah kakek habis itu ayah belikan Okta mainan,..."teriak okta senang.
__ADS_1
"Kenapa selalu dijanjikan mainan sih mas,kebiasaan deh,mainan Okta udah banyak tu,"tunjuk Hilda pada sebuah keranjang yg berisi mainan Okta.
"ngak masalah sayang,biar Okta senang.
"iya Hilda ngerti,tapi itu membuat Okta jadi manja mas,"keluh Hilda.
"Manjain anak sendiri kan ngak masalah sayang
"Tau ah kalau dibilangin selalu gitu,"ucap Hilda cemberut.
Okta dan Ruli tertawa melihat Hilda cemberut.Menurut mereka wajah Hilda jadi lucu kalau sedang marah.
Setelah selesai ganti baju ketiganyapun keluar dari rumah bu Darmi.Sebelum pergi Hilda mengunci pintu rumahnya.Untunglah ibunya selalu membawa kunci cadangan.Jadi kalaunanti Hilda terlambat pulang,bu Darmi tidak perlu menunggu lama diluar.
Sampai digang Ruli membukakan pintu mobil untuk Hilda dan Okta.Setelah mereka masuk,Ruli langsung mengemudikan mobilnya ketempat bapak Johan.Perjalanan kerumah bapak Johan membutuhkan waktu yg agak lama karena rumah pak Johan berada dipedesaan yg jalanya berliku liku.Untungnya saat itu Okta tidur jadi tidak mabuk kendaraan.Dan untung saja mobil Ruli juga mobil yg bagus jadi lebih aman mengendarainya
Akhirnya setelah satu jam lebih merekapun sampai disebuah rumah yg terbuat dari papan kayu yg memang luas ciri khas rumah disana.Untunglah pak Johan saat itu berada dirumah.Dan kebetulan saat itu pak Johan sedang duduk diteras menunggu padi yg masih dikeringkan.
__ADS_1
Beliau menatap terus mobil A***** yg sekarang berhenti didepan rumahnya.Ruli turun dan membukakan pintu untuk Hilda dan Okta.Dengan segera Ruli mengendong Okta yg masih tidur.Bapak Johan yg masih melihat kearahnya tentu saja terkejut dg kedatangan anak dan cucunya yg entah bersama siapa.
Hilda kemudian membawa kue yg sudah dibawanya tadi untuk diserahkan ke bapaknya.