Cinta Nona Muda

Cinta Nona Muda
Bab 12


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Cla merasa senang bisa berbicara dengan ibu dari Arman,dia merasa terbuka dan tidak terlalu memikirkan hal yang lainnya . Rasa nya nyaman,seperti berbicara dengan mama nya Petra.


"Tidak apa-apa kok kak,terima kasih karena sudah menjaga ku selama ini " jawab Cla yang langsung berdiri karena dia mendengar suara mobil dari arah luar.


Cla pernah melihat Arman,pria yang dia tau sebagai salah satu pengawal yang mengikuti nya setiap saat. Hanya saja pria itu hanya berada didalam mobil atau agak jauh dari nya,karena hanya kepala pengawal yang boleh bicara dekat dengan nya .


Cla tersenyum dan meninggalkan Arman yang masih berdiri sambil menundukan kepala nya, dia berlari menuju halaman depan rumah nya. Menyambut kedatangan keluarga Peter,begitu juga dengan kedua orang tua nya. Sedangkan Arman kembali ke pos penjagaan yang berada dihalaman belakang,dia memang sering duduk di halaman belakang karena memang tempat itu sangat indah dan mengingatkan nya pada kampung nya.


Rumah dihalaman belakang milik kedua orang tua nya terdapat banyak bunga mawar seperti di belakang sini,ada kolam juga . Hanya saja kolam ikan milik mendiang ayah nya ,bukan kolam renang mewah seperti di rumah Cla ini.


Lamaran berjalan lancar ,Peter sudah membawa sepasang cincin sebagai lamaran . Keluarga Peter juga membawa beberapa keranjang berisi keperluan wanita untuk Cla,lamaran itu menghasilkan sebuah kesepakatan mengenai hari pernikahan Cla dan Peter.


Pesta pernikahan Cla dan Peter akan dilaksanakan minggu depan ,semua nya akan disiapkan sesuai dengan keinginan Cla. Pernikahan yang membuat Cla senang,keluarga nya juga ikut senang .


Dua hari setelah lamaran,Cla masih berada didalam kamar nya . Dia membaca buku mengenai bisnis di balkon kamar nya sambil menghirup udara segar,tatapan nya tertuju pada bangku taman yang berada dihalaman belakang. Dia melihat Arman duduk disana dengan telpon yang berada didepan nya,terlihat dia sedang mengobrol dengan seseorang.

__ADS_1


Cla yakin itu adalah ibu nya Arman,Cla dapat melihat kalau Arman merupakan anak yang baik. Cla selalu memperhatikan gerak-gerik Arman mulai dari saat itu,dia tidak begitu berani menatap ke arah Cla bila mereka berhadapan walaupun dari jauh karena memang begitu aturan nya .


Arman memang sering duduk di bangku belakang yang memang di khusus kan untuk pelayan saat keluarga majikan nya duduk di bangku belakang yang pernah diduduki oleh Cla,bangku taman milik pelayan berada tidak jauh dari sana dan sedikit tertutup oleh daun jika dilihat dari dalam rumah . Hanya yang tau saja yang bisa melihat bangku itu ,apalagi dari kamar Cla terlihat sangat jelas.


Hari masih pagi,tapi Cla sudah membaca buku yang terbilang berat. Dia ingin menikmati hari nya sebagai single selama seminggu ini,walaupun dia ngak di bolehkan keluar tapi dia ingin menyibukkan diri nya dirumah .


Semua keperluan untuk pernikahan sudah disiapkan oleh WO terkenal dan sudah biasa menangani urusan pernikahan orang-orang penting, jadi baik keluarga Cla maupun Peter ngak perlu bersusah payah lagi untuk mengurusi nya.


Cla tersenyum tipis saat melihat wajah Arman yang cemberut,dia masih ingat apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh Arman . Ucapan ibu nya Arman membekas diingatan nya,apalagi kebiasaan Arman yang selalu bersih dan memakai bedak baby jika sudah selesai mandi. Tidak seperti kebanyakan pria yang hanya bersikap biasa saja.


Disisi Arman,ibu nya terus mendesak ingin berbicara dengan Cla. Dia bertanya Cla dari keluarga mana dan siapa saja anggota keluarga nya ,apakah Cla bersedia menikah dengan Arman dan tinggal di kampung karena ibu arman ngak mau arman kembali bekerja di kota lagi.


"Nak,Cla bekerja dimana ? Apa dia pelayan juga ?" tanya ibu Arman


"Hhmmm....bu,dia bekerja di perusahaan sebagai salah satu karyawan disana " jawab Arman ,dia tau kalau sebentar lagi Cla juga akan bekerja disana sebagai direktur utama pemilik perusahaan.


"Oalah nak,apa Cla mau tinggal dirumah kita di kampung ? Kamu mencintai nya nak?" tanya ibu Arman dengan sedikit khawatir,dia takut nanti nya Arman seperti anak tetangga nya yang beda kampung itu .

__ADS_1


Setelah ditinggalkan oleh kekasih nya,dia menjadi sedikit pendiam dan banyak murung didalam kamar. Membuat keluarga nya sedih,tidak ada yang bisa menghibur nya sama sekali. Terlihat menyedihkan, apalagi keluarga wanita itu tidak merestui mereka.


"Dia baik bu,mana mungkin orang lain ngak suka. Banyak pria yang suka pada nya bu,jadi kenapa ibu malah nanyain hal ini ?" jawab Arman dengan bingung.


Ibu nya menceritakan mengenai anak tetangga itu,dia ngak mau nanti nya Arman menjadi seperti itu . Sedikit pendiam dan melamun,dia yakin jika dia ngak sanggup kalau Arman begitu .


Arman malah tertawa cukup keras,disana tidak ada siapa pun jadi arman bebas melakukan yang dia ingin kan karena memang para pelayan jarang berada disana .


Tawa Arman menular pada Cla yang berada di balkon kamar nya di atas ,dia melihat wajah Arman yang terlihat senang sekali. Sementara dia penasaran dengan wajah ibu Arman,ingin sekali dia turun dan mendekati nya serta berbicara dengan ibu nya lagi .


"Arman,sebaiknya kamu cari wanita lain saja. Kalau ngak anak nya pak lurah,si Nonik. Dia baru tamat sekolah,dia membantu ibu nya di toko bangunan milik paman nya ,mereka baik . Nonik juga cantik."jelas ibu nya Arman, dia ngak mau nanti nya Arman patah hati karena di putuskan oleh orang kota.


"Ibu....ibu,kan ibu sendiri yang bilang.l dulu. Kalau jodoh,mau dipisahkan ,mau dijauhkan pasti akan tetap bersatu. Ngak akan ada yang bisa menolak jodoh pemberian Tuhan,jadi semua nya dijalani aja jangan dibuat pusing " jelas Arman,dia memang belum berpikir kesana .


Walaupun usia nya sudah dua puluh delapan tahun,tapi dia belum ingin menikah. Dia ingin membahagiakan ibu nya ,memberikan uang dari hasil jerih payah nya selama ini. Dia sudah bekerja hampir dua tahun di rumah Cla,menjalani tes demi tes hingga akhirnya dia diterima disini.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2