
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Teddy sudah berada didepan rumah kedua orang tua Petra,dia segera masuk dan menyapa pengawal yang berjaga didepan nya. Sebagian dari mereka mengenal betul siapa teddy ,sehingga mereka mengijinkan teddy untuk masuk.
Teddy berjalan dengan cepat menuju pintu depan ,disana memang sudah terlihat sepi . Apalagi sebagian lampu sudah dimatikan, teddy masuk perlahan dan bertemu dengan salah satu pelayan yang bekerja disana.
"Maaf...dimana Petra ?" tanya Teddy,dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan Petra.
"nona petra sedang berada dìkamar nya bersama tuan muda martin"jawab pelayan itu,dia tau siapa teddy.
Sebagian dari mereka memang sangat mengenal Teddy,apalagi mereka tau bagaimana perlakuan papa nya petra pada teddy. Mereka menyayangkan hal itu,karena teddy sangat baik dan perhatian pada petra.
Teddy menghela nafas nya dengan kasar,dia bersyukur karena Petra belum pergi dari sana sehingga dia bisa bertemu dengan nya. Perlahan dia berjalan menuju kamar milik petra ,tapi kemudian dia berjumpa dengan mama nya petra yang kebetulan keluar dari kamar nya .
Teddy menundukan kepala nya, memberikan rasa hormat kepada yang tua. Mama petra tersenyum,dia yakin jika farid sudah sampai disana. Karena dia sempat mendengar pembicaraan petra dan farid diluar sebelum petra menemui mereka , mama petra mengajak teddy untuk berbicara lebih dulu sebentar.
Walaupun sudah dini hari, tapi mama nya petra tidak bisa lagi menahan apa yang ingin dia katakan pada menantu nya ini. Dia ingin menyampaikan apa yang dia pikirkan, agar teddy tidak pergi lah dari hidup putri nya .
"duduk lah lebih dulu,mama ingin bicara " ucap mama petra
__ADS_1
Mereka sudah di dapur,mama petra juga sudah membuatkan susu coklat hangat. Wajah teddy sudah terlihat sangat lelah,tapi dia ingin teddy tidak pergi meninggalkan putri nya lagi. Dia tau bagaimana perasaan dan berubah nya putri nya itu setelah kepergian teddy,dia ngak mau hal itu terjadi lagi .
Teddy pun duduk dan meminum susu coklat buatan mama nya petra,dia sudah sangat lelah dan ingin melihat wajah petra yang dia rindukan selama ini . Tapi dia juga ingin dengar ucapan yang akan di katakan oleh mama petra,dia tau kalau mama petra tidak seperti suami nya.
"Petra menjadi murung saat kau pergi,hidup nya seperti tidak bersemangat lagi. Mama minta pada mu,tolong jangan tinggalkan dia lagi. Papa juga sudah merasa bersalah,dia ingin kau mengurus perusahaan mulai sekarang" jelas mama petra tapi Teddy hanya menggelengkan kepala nya.
"perusahaan itu akan tetap menjadi milik petra ma,saya ngak berhak atas itu. Saya juga tidak pernah memikirkan apa pun mengenai perusahaan, bagi saya. Yang terpenting adalah petra,dia tidak pernah percaya dan jujur pada saya. Mungkin selama ini dia belum mencintai saya maka nya dia ngak mau jujur dan mengatakan semua nya . Oleh karena itu lah saya pergi ,agar petra mendapatkan yang lebih baik dari saya ma" jelas Teddy dengan tenang.
Walaupun teddy merasakan sesak dihati nya saat mengatakan semua nya, tapi dia tidak bisa menahan petra untuk tetap bersama nya jika petra tidak menginginkan nya. Dia akan berusaha hidup sendiri seperti beberapa bulan belakangan ini,walaupun hati nya sedih dan merindukan petra tapi dia tetap memiliki perasaan ingin bersama dengan Petra.
Bruuuk....
Teddy dan mama nya petra terkejut mendengar suara benda jatuh,mereka berdiri dan mendekati nya . Terlihat sebuah guci yang berdiri dengan tegak kini sudah jatuh berserakan dengan tubuh petra disamping nya ,teddy langsung mendekat dan mengangkat tubuh petra.
Teddy melihat luka dibagian tangan petra ,mungkin terkena pecahan guci itu. Petra masih menangis didalam pelukan teddy,dia seolah enggan melepaskan tubuh Teddy dari nya . Takut jika teddy akan pergi lagi,dia ngak mau hal itu terjadi lagi.
"sudah,jangan menangis lagi. Apa sakit ?" ucap Teddy dengan lembut,suara yang selama ini petra rindukan .
"hiks....hiks....sakit sekali " jawab petra dengan tangisan yang masih setia menemani nya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita kerumah sakit saja" ucap Teddy dengan rasa khawatir nya.
"sudah ada obat nya, ngak perlu kerumah sakit lagi " jawab petra
"dimana ?akan aku ambilkan untuk mu,sekarang lepaskan dulu pelukan nya ya " ucap Teddy lagi dengan lembut
Petra menggelengkan kepala nya, dia masih berada dipelukan dan pangkuan teddy . Dia merasa enggan untuk melepaskan teddy dari pelukan nya ,apalagi dia sudah tau semua nya. Rekayasa perselingkuhan yang dilakukan oleh papa nya, harus nya dia lebih percaya dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Teddy.
"Kau....hanya Kau obat nya,aku akan baik-baik saja bila bersama mu" jawab petra dengan pelan
Teddy tersenyum kecil,disaat bersamaan mama petra yang ingin masuk membawakan kotak obat kini berhenti didepan pintu. Dia tidak ingin menggangu pasangan suami istri itu lagi,dia kembali ke kamar nya dan meninggalkan Petra yang masih bermanja-manja dipelukan teddy.
"kita obati dulu luka mu " ucap Teddy dengan lembut tapi Petra tetap menggeleng,dia merebahkan kepalanya di dada bidang suami nya yang sangat dia rindukan ini . Dia memejamkan mata nya yang sudah terasa sangat berat sekali,dia ingin menghirup roma tubuh Teddy untuk waktu yang lama hingga akhirnya dia tertidur.
Teddy ingin merebahkan tubuh petra,tapi petra tidak mau melepaskan pelukan nya padahal petra sudah tertidur. Sehingga mau tak mau teddy ikut merebahkan tubuh nya,dia tidak mau tubuh petra merasa pegal dan sakit karena tidur dengan posisi duduk.
Teddy tidur dibawah tubuh petra yang berada diatas nya,dia merasa sangat senang bisa melakukan hal itu walaupun tubuh nya terasa sakit semua tapi hati nya merasa lega. Teddy masih menatap wajah cantik petra yang tidur dengan damai,dia merasa senang bisa kembali merasakan pelukan hangat sang istri .
Teddy tidak ingin memejamkan mata nya,dia takut semua ini hanya lah mimpi tapi mata dan tubuh nya yang terasa lelah tidak sanggup lagi untuk menahan nya . Akhirnya dia tertidur dengan memeluk tubuh petra yang berada diatas nya,dia menghirup aroma parfum alami dari istri nya .
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ