Cinta Nona Muda

Cinta Nona Muda
Bab 76


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Teddy menatap mata papa nya petra yang sudah melihat nya lebih dulu,dia tersenyum dan berjalan memasuki kamar mertua nya . Tidak ada keraguan didalam diri nya jika nanti dia akan diusir seperti dulu,dia sudah teguh ingin mempertahankan keluarga kecil nya.


"Pagi pa....ma,saya datang kesini hanya ingin mengembalikan ini. Ini bukan hak saya,saya juga ingin pamit membawa istri saya kembali kerumah kami " jelas Teddy yang lebih dulu membuka pembicaraan


Petra yang berada disamping nya terkejut,dia tidak setuju jika teddy mengembalikan semua warisan yang sudah di waris kan oleh kedua orang tua nya . Dia ingin teddy memimpin perusahaan miliknya seperti arman ,dia menatap teddy dengan tatapan kesal dan marah dan teddy tau itu.


"Aku ngak bisa mengurus perusahaan mu ,itu bukan hak ku walaupun aku suami mu. Biarkan papa yang mengurusnya hingga martin dewasa,martin lah yang berhak mendapatkan warisan mama nya " jelas Teddy yang kini sudah menatap ke arah petra,dia ingin petra mengerti dengan keputusan nya.


Petra yang tadinya menampilkan wajah kesal dan marah nya, kini berubah menjadi tersenyum. Dia baru sadar kalau mereka sudah memiliki anak,memang lebih baik mengambil jalan pintas seperti ini sehingga papa nya ngak akan memaksanya untuk melepaskan teddy


"Ya,sayang....perusahaan itu akan menjadi milik martin jika martin dewasa nanti dan pabrik yang baru aku buka di dekat pantai akan menjadi milik marry " jawab petra dengan senyuman manis dibibir nya .


"Pabrik ?" tanya Teddy dengan mengernyitkan dahi nya cukup dalam ,begitu juga dengan kedua orang tua nya petra yang menunggu jawaban dari petra.


"ya....aku berniat pergi ke daerah pantai,bahkan aku sudah membuka pabrik disana selama beberapa bulan ini dan selama itu juga pabrik dipegang oleh pak supri " jelas Petra dengan santai


"pak supri?" tanya mama petra, sedangkan papa nya hanya diam . Dia merasa malu dengan teddy dan juga petra.

__ADS_1


"ya....pak supri sudah memberikan semua hadiah yang kau berikan dulu pada ku ,pak supri menyimpan nya dengan baik . Maafkan aku yang tidak percaya pada mu lebih dulu,mulai saat ini aku akan selalu percaya dengan apa yang kau katakan suami ku " ucap Petra dengan senyuman manis dibibir nya


Mama petra ikut tersenyum melihat petra bahagia,dia sudah selesai menyuapi suami nya sarapan. Disamping nya juga ada martin yang duduk di kursi bayi nya ,dia juga seperti nya baru selesai disuapi oleh oma nya .


"Maaf kan papa,harus nya papa percaya pada mu teddy. Papa pikir kau hanya ingin menguasai warisan milik petra,maafkan papa. Papa ngak bermaksud memisahkan kalian,papa hanya ingin membuat petra bahagia" ucap papa petra tiba-tiba


"saya tau pa,papa ngak salah karena semua nya demi kebaikan petra hanya saja papa tidak bisa melihat mana yang tulus dan tidak. Lagi pula ngak ada yang perlu dimaafkan,sekarang kita jalani kedepan nya dengan membuat petra juga anak-anak saya bahagia" jawab Teddy


Perkataan teddy membuat papa petra menangis,teddy tidak bisa lagi menahan semua nya. Dia pun memberikan berkas yang dari tadi dia pegang pada papa nya petra, tapi papa nya petra malah menarik tangan teddy .


"Kau pimpin perusahaan untuk sementara sampai martin dewasa dan bisa mengambil alih semua nya, papa ingin istirahat saja " ucap papa petra sambil mengembalikan berkas yang tadi di berikan oleh Teddy ke tangan teddy lagi


Membuat teddy tidak bisa mengatakan apa pun lagi,dia hanya menganggukan kepala nya dan menatap ke arah kedua orang tua Petra secara bergantian .


"Terima kasih,yang saya butuh kan hanya kalian saja. Tidak dengan yang lain,kasih sayang orang tua yang sudah lama sekali tidak Saya dapatkan " ucap Teddy dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"kalau begitu mulai sekarang kau harus menganggap kami orang tua mu juga" jawab papa petra dengan tegas,teddy menganggukan kepala nya dan tersenyum.


Teddy dan petra memilih sarapan lebih dulu,baru dia akan menjemput marry dan kemudian tinggal dirumah kedua orang tua teddy seperti dulu. Kedua orang tua Petra sudah menyetujui nya dengan syarat,setiap minggu nya mereka akan berkumpul dirumah kedua orang tua Petra dan mereka menyetujui nya juga .

__ADS_1


Sementara di rumah sakit ,farid masih mendekap kiara didalam pelukan nya. Dia merasa tidak ingin jauh dari kiara lagi,dia ingin segera menikahi kiara.


Pintu kamar terbuka,kedua orang tua nya farid masuk ke dalam kamar itu. Mama farid merasa kesal dan juga sedikit marah melihat farid yang belum resmi menikahi kiara ,tapi sudah seenak nya tidur berdua dengan kiara.


Tak lama ayah nya Kiara masuk juga bersama dengan marry,dia melihat ada orang lain di dalam ruangan itu dan terkejut. Ayah nya kiara memang tidak mengetahui kedua orang tua farid,dia hanya tau kalau Farid adalah ayah dari anak yang dikandung oleh kiara.


"Maaf, ini ruangan nya Kiara ?" tanya ayah kiara yang masih berdiri didepan pintu,walaupun dia sudah masuk tapi dia takut untuk masuk lebih dalam lagi karena dia salah ruangan.


Kedua orang tua farid menatap ke arah ayah nya Kiara,mereka yakin jika wanita yang bersama anak nya ini adalah anak nya pria paruh baya didepan mereka.


"Hmmm....anda orang tua dari wanita ini ?" tanya papa farid yang menyingkirkan tubuh nya dan memperlihatkan farid yang sedang tidur memeluk tubuh kiara.


Mata ayah kiara melotot,dia tidak percaya jika anak nya malah enak-enakan tidur dengan berpelukan didepan umum seperti ini. Walaupun mereka saat ini berada diruangan tertutup,tapi ada orang lain yang berada di dalam kamar itu.


"ya....itu anak saya kiara,tapi saya ngak tau siapa pria itu. Tadi malam anak saya lari ketakutan saat melihat pria itu hingga dia hampir kehilangan anak nya dan nyawa nya juga " jelas ayah kiara dengan raut wajah nya yang marah.


Mama farid terdiam,dia merasa bersalah dengan apa yang dilakukan oleh anak nya. Dia ingin memukuli putra nya yang memang selalu bermain dengan wanita,walaupun dia tau kalau para wanita itu yang mengejar anak nya dan memberikan tubuh nya pada nya tapi mendengar dari ucapan pria paruh baya didepan nya ini . Dia jadi ingat bagaimana ucapan Farid tadi malam,dia yakin jika ucapan anak nya benar.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2