Cinta Nona Muda

Cinta Nona Muda
Bab 58


__ADS_3

❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣


Pagi ini,Teddy kembali bangun lebih dulu. Petra belum terbiasa bangun lebih pagi,apalagi belakangan ini tubuh nya terasa sering lelah. Makan pun sering kurang selera,sehingga dia jarang makan nasi hanya buah-buahan dan cemilan saja .


Berkali-kali teddy mengajak petra untuk periksa tapi Petra selalu mengatakan kalau dirinya tidak apa-apa,hanya kelelahan saja. Teddy tidak bisa lagi mengatakan apa pun lagi,karena memang dia hanya ingin Petra merasa nyaman saat bersama nya


Teddy membuatkan sarapan seperti biasa nya,dia juga membawa makanan yang dia masak kedalam kamar untuk mereka berdua . Dia membuat kan susu kesukaan petra juga ,dia ngak ingin Petra kelelahan.


Teddy bekerja di perusahaan keluarga Cla bersama arman,dia menjadi pengawal pribadi nya arman dan asisten nya. Jadi jika ada apa pun,dia ikut membantu diperusahaan sehingga sedikit demi sedikit dia mengetahui mengenai pekerjaan di perusahaan.


"Sayang....ayo bangun,kamu ngak kerja hari ini hhmmm?" tanya Teddy dengan lembut,dia mengelus pipi petra secara perlahan.


"Hmmm ....badan ku masih ngak enak kan ,seperti nya aku kerja nya agak siangan aja . Kamu kalau mau pergi,pergi aja dulu an " jawab petra yang masih memejamkan mata nya


"Ya sudah,kalau begitu kita sarapan dulu. Nanti setelah sarapan, kamu bisa tidur lagi" jelas teddy


Petra pun memilih untuk duduk dibantu oleh Teddy,dia melihat nampan yang berisi sarapan di atas meja dekat mereka. Kemudian tanpa sadar dia menangis,dia menatap ke arah Teddy sambil menangis membuat teddy bingung.


"Ada apa ? apa ada yang sakit?" tanya Teddy dengan bingung juga khawatir karena memang wajah nya petra sangat pucat sekali .


"Maaf kan aku,hiks hiks aku ngak bisa jadi istri yang baik buat kamu. Aku selalu nyusahin kamu aja kan hiks hiks hiks" ucap Petra tiba-tiba dan langsung memeluk tubuh Teddy dengan erat,dia merasa sangat sedih sekali


"Kamu bicara apa hhmmm? kamu ngak nyusahin aku kok,kita ke dokter sekarang ya " ucap Teddy dengan lembut

__ADS_1


"Sekarang makan dulu,trus kita kerumah sakit. Aku akan minta ijin sama arman " ucap Teddy dengan tegas tapi lagi-lagi petra menggelengkan kepala nya, dia ngak suka rumah sakit.


"Aku ngak suka kamu seperti ini,nurut ya....Aku ngak mau disalahi sama keluarga mu Karena tidak mengurusi kamu dengan baik " ucap Teddy dengan nada sedih nya, dia memang sempat di tegur oleh papa nya petra mengenai kesehatan petra .


Petra hanya diam saja,papa nya memang pernah mengatakan kalau ingin sesuatu katakan saja langsung pada mereka karena mereka berpikir kalau Teddy tidak pernah membuat nya senang dan menuruti keinginan nya sehingga dia menjadi semakin sedih. Padahal selama ini teddy selalu memenuhi semua mau nya ,memberikan semua gaji nya pada petra .


Petra tidak pernah mau menerima nya, mereka memutuskan membuat tabungan saja untuk anak mereka nanti nya. Semua atas nama petra ,jadi bila dia gajian . Maka dia langsung mentransfer uang nya ke rekening itu setengah saja karena itu yang diminta oleh petra,setengah nya lagi untuk pegangan teddy. Jika teddy ngak mau ,maka petra akan marah dan tidak mau makan .


Teddy yang memang sangat sayang pada petra memilih untuk mengikuti mau nya petra,dia memberikan setengah dari gaji nya dan setengah lagi dia gunakan untuk keperluan sehari-hari. Apalagi yang selama ini masak adalah dirinya,jadi dia tau apa yang diperlukan .


Petra menghabiskan makanan yang dimasak oleh Teddy,dia memang menyukai masakan teddy tapi saat ingin meminum susu kesukaan nya. Tiba-tiba perut nya terasa mual dan mau muntah,karena tidak tahan. Akhirnya dia berlari ke arah kamar mandi dengan cepat,membuat teddy terkejut.


Uuweeek.....uuweeek....


"kamu ngak apa-apa sayang ? apa ada yang sakit hah?" tanya Teddy dengan lembut dan mengusap bibir Petra yang masih ada bekas muntahan nya.


"kamu ngak jijik ?" tanya Petra dengan pelan,teddy hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya.


Tubuh petra terasa lemas,dia ingin berdiri tapi tiba-tiba tubuhnya melayang karena diangkat oleh Teddy. Teddy mendudukan petra di pinggiran tempat tidur kemudian dia memesan taksi online agar bisa membawa mereka ke rumah sakit,dia juga mengirimkan pesan pada Arman kalau dia tidak bisa datang hari ini .


Setelah beberapa menit,akhirnya taksi pesanan nya datang. Teddy langsung menggendong tubuh petra karena memang petra merasa sangat lelah sekali,dia merasa pusing dan tidak berdaya .


Sepanjang perjalanan,petra terus memeluk tubuh Teddy. Seperti enggan untuk berpisah dengan nya,dia merasa takut dan khawatir akan hal itu. Entah kenapa hati nya merasa gelisah hingga akhirnya mereka sampai di rumah sakit terdekat,teddy kembali menggendong petra masuk kedalam rumah sakit.

__ADS_1


Teddy menemani petra melakukan berbagai pemeriksaan hingga akhirnya hasil nya keluar,mereka menunggu di ruangan yang memang sudah disediakan . Apalagi petra harus di infus karena kekurangan cairan,dia masih tiduran dengan teddy yang setia disamping nya.


Dokter masuk dengan tersenyum ,dokter itu mendekati petra dan Teddy yang masih duduk disamping petra . Beliau memberikan sebuah kertas sambil tersenyum, kemudian mengucapkan selamat .


"Selamat ya bu,pak. Saat ini istri bapak sudah hamil dua bulan " ucap sang dokter membuat teddy dan Petra terkejut juga senang .


Braaak


Tiba-tiba pintu didorong dengan cukup kuat dari luar,terlihat kedua orang tua Petra masuk dengan wajah yang khawatir. Mereka pun mendekati petra yang masih tiduran,wajah mereka terlihat marah .


Petra merasa sesuatu pasti terjadi,dia bangkit dan duduk dibantu oleh Teddy karena teddy dari tadi memperhatikan gerak gerik dari petra karena dia ngak mau petra kenapa-napa .


"Bagaimana bisa petra sakit ? kau tidak bisa menjaga nya hah ? " bentak papa petra dengan keras


"Itu pasti karena dia masuk angin,makanya kamu jangan sok belagak. Di kasih mobil ngak mau ,malah bawa petra naik motor" ucap papa petra lagi wajah yang penuh dengan amarah.


"pa....papa ngomong apa sih? jangan ribut deh pa " teriak petra,dia ngak terima teddy di bentak didepan dokter dan beberapa perawat yang ada disana.


Teddy menggelengkan kepala nya,dia ngak mau petra berkata kasar pada kedua orang tua nya. Dia ngak mau nanti kedua orang tua nya berpikiran yang tidak -tidak pada nya ,karena dia yang mengajari nya. Padahal dia tidak pernah melakukan hal itu pada petra,petra bisa melihat sendiri bagaimana sikap kedua orang tua nya.


bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2