
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Dokter dan perawat yang ada disana terkejut,kemudian dokter itu berdehem dan menjelaskan pada kedua orang tua Petra kalau Petra perlu istirahat karena Petra sedang hamil dan kondisi nya cukup lemah .
Kedua orang tua Petra merasa senang,tapi kemudian dia menatap ke arah Teddy yang dari tadi hanya diam saja dan tidak membantah nya . Papa petra bukan tidak suka dengan teddy,dia hanya ngak mau anak nya sakit dan menikah dengan pria yang bukan siapa-siapa.
Petra menatap ke arah papa nya ,dia ingin papanya minta maaf pada suami nya tapi papa nya malah ingin berbicara berdua dengan teddy. Dia tidak suka punya menantu yang berasal dari keluarga biasa, apalagi pekerjaan nya hanya seorang pengawal saja. Membuat nya merasa malu,dia belum mengumumkan pernikahan petra dan Teddy karena dia berharap kalau pernikahan mereka hanya sebentar dan Petra akan mengakhiri nya segera.
Sudah hampir empat bulan pernikahan mereka,tapi petra tidak pernah meminta berpisah pada teddy atau pun kedua orang tua nya . Sengaja kedua orang tua nya meminta petra untuk tinggal bersama dengan Teddy dengan kehidupan yang sederhana ,tidak seperti kehidupan nya yang mewah saat bersama mereka.
Tapi ternyata petra menikmati semua nya ,laporan dari orang suruhan papa petra membuat papa nya yakin kalau anak nya bahagia. Dia sempat ingin membiarkan nya saja ,hingga akhirnya Farid datang .
Keluarga farid dan dirinya memang sangat dekat ,jadi mereka ingin sekali memisahkan petra dan Teddy agar petra bisa menikah dengan Farid sehingga keluarga mereka ngak malu.
Apalagi teddy tidak memiliki keluarga sama sekali, membuat keluarga mereka semakin merasa malu . Makanya keinginan untuk memisahkan kedua nya semakin besar , dia hanya ingin yang terbaik untuk anak nya saja.
"Kau tinggalkan anak ku,dia akan aku nikah kan dengan farid" ucap papa petra saat mereka sudah berada diluar ruangan
Teddy tidak lagi terkejut,dia tau kalau kedua mertua nya ini tidak menyukainya karena pekerjaan dan keluarga nya yang tidak ada . Dia tidak pernah berpas-pasan dengan papa mertuanya ,dia sudah tersenyum tapi papa petra tidak membalasnya dan berpura-pura tidak mengenal nya saat dia jalan bersama dengan Arman.
__ADS_1
Tapi teddy tidak masalah,karena yang dia nikahi adalah petra. Dia akan pergi jika petra yang meminta nya, bukan keluarga petra. Apalagi peter juga tidak mempermasalahkan mengenai pernikahan petra dan dirinya ,hanya peter yang mendukung mereka dan memberikan semangat agar teddy tetap menjaga dan melindungi adiknya itu.
"Maaf pa,saya ngak akan meninggalkan istri dan calon anak kami. Saya akan menjaga mereka dan melindungi mereka dengan nyawa saya ,jadi tolong jangan berpikir untuk menyuruh saya meninggalkan mereka " jawab Teddy dengan tegas tapi sopan ,dia tidak ingin berlaku kurang agar pada papa nya petra.
"apa yang kau ingin kan agar berpisah dengan putri ku? Aku akan memberikan semua nya, asalkan kau meninggalkan nya " ucap papa petra dengan tatapan yang tajam,terlihat sekali kalau dia tidak menyukai teddy.
"Tidak ada,saya akan pergi jika petra tidak membutuhkan saya lagi dan menyuruh saya pergi dengan mulut nya sendiri. Maka saya akan pergi tanpa diminta ,tapi saya akan membawa anak saya . Saya ingin memiliki keluarga,walaupun anak saya saja tapi itu semua tergantung petra " jelas Teddy lagi,hati nya terasa sesak setelah mengatakan hal itu tapi dia berusaha untuk menahan nya.
"Baiklah,jika petra menyuruh mu pergi . Maka kau harus pergi,kau boleh membawa anak mu kalau anak mu perempuan tapi jika dia laki-laki maka jangan harap kau bisa membawa nya " ucap papa petra dan meninggalkan teddy yang masih berdiri didepan pintu ruangan itu.
Tubuh teddy lemas dan hampir terjatuh,dia bersandar di dinding rumah sakit sebelah pintu . Hati nya merasa sakit bila hal itu terjadi,dia selalu berdoa agar petra tidak melakukannya.
Teddy masuk setelah cukup lama menenangkan diri nya, dia merasa kalau dia harus lebih ekstra lagi menjaga petra agar petra tidak meninggalkan nya . Dia ngak mau hal itu terjadi,dia ingin memiliki keluarga yang utuh.
"Aku didepan,menunggu makanan ini datang " jawab Teddy,dia datang dengan nampan ditangan nya.
Kebetulan saat teddy hendak masuk,seorang perawat membawakan makanan untuk petra sehingga dia punya alasan . Dia tau kalau Petra pasti akan menanyakan hal ini,dia tau kalau Petra khawatir pada nya.
"selama hamil,petra akan tinggal bersama kami . Kami ingin yang terbaik untuk putri kami " ucap papa petra dengan tegas tanpa melihat ke arah Teddy
__ADS_1
"aku ngak mau ,aku akan tinggal bersama suami ku" jawab petra dengan ketus.
Teddy bingung,dia memang harus mengambil keputusan karena memang petra harus ada yang merawat nya dengan baik. Dokter juga mengatakan kalau kehamilan petra sangat lemah,makanya dia harus dirawat dengan baik.
"Kau tidak dengar apa kata dokter ?" tanya papa petra dengan tatapan tajam ke arah petra
"dirumah suami mu,tidak ada yang merawat mu. Dia akan bekerja dan meninggalkan mu sendiri dirumah seperti dulu " ucap papa nya lagi dengan ketus
Papa petra selalu menyuruh orang untuk mengawasi semua yang dilakukan oleh petra dan suami nya, dia ingin mencari kelemahan teddy dan memisahkan mereka. Karena dia masih yakin kalau Teddy hanya ingin menguasai harta warisan petra,tapi papa petra belum memiliki bukti .
"Aku ngak apa-apa sendiri dirumah pa,aku akan baik-baik saja dan menunggu suami ku pulang " jawab petra, dia meraih lengan Teddy dan memeluk nya.
"kalau ada apa-apa saat dia tak dirumah ,bagaimana ?" tanya papa petra dengan nada kesal .
"Ngak akan terjadi apa pun pa,aku janji " jawab petra yang masih keras kepala
"Sayang,benar apa kata papa. Sebaiknya kamu tinggal dirumah papa selama kehamilan ini,nanti aku akan sering menjenguk mu kesana " ucap Teddy
Teddy tidak mau Nanti nya petra dan papa nya jadi saling marahan ,dia ngak mau merusak hubungan ayah dan anak itu. Makanya dia tidak ingin hal itu terjadi dan memilih yang terbaik untuk petra dan anak nya, dia tidak ingin mengambil resiko . Lagi pula apa yang dikatakan oleh papa nya petra benar ada nya, dia harus bisa mengambil sikap .
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ