
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Ucapan Cla membuat semua orang terdiam,mereka masih menunggu keputusan dari arman. Mereka menerima semua keputusan Cla karena mereka yakin Cla tidak akan menjerumuskan perusahaan,saham mereka yang ngak seberapa akan aman .
Apalagi mereka sudah tau bagaimana kinerja Cla selama ini,mereka yakin jika Cla akan memajukan perusahaan. Sedangkan sherin dan papa nya tersenyum senang mendengar jawaban dari arman ,mereka yang akan maju jika suami Cla menolak nya karena Cla juga sedang hamil.
"Sayang....kau bicara apa hah? jangan bercanda, ini perusahaan besar. Aku ngak bisa memimpin nya " bentak Arman dengan kesal,dia merasa bingung dengan semua yang terjadi saat ini.
"Hiks....hiks....aku sedang hamil,kamu mau aku memimpin perusahaan ini sendirian hah?kamu ngak sayang aku sama anak kita kan?makanya mendingan kita pisah aja hiks...hiks..." ucap Cla yang sudah menangis,tadi nya Cla hanya ingin berpura-pura saja tapi saat memikirkan akan berpisah dengan Arman membuat nya merasa sedih dan takut.
Arman memeluk tubuh Cla,dia mencoba menenangkan nya. Kemudian dia baru tersadar dengan ucapan Cla,dia mendorong tubuh Cla dengan pelan. Kedua tangan nya masih berada dibahu milik cla,mata nya menatap mata Cla yang sudah dibasahi dengan air mata .
"sayang....kau...kau hamil? Benarkah ?" tanya Arman dengan nada senang nya, dia tidak perduli dengan tatapan semua orang disana .
Cla menganggukan kepala nya dan tersenyum,dia tidak tau kalau dirinya hamil. Tadi nya dia hanya ingin mengancam arman dengan perpisahan,tapi pagi tadi dia merasakan tidak enak pada perut nya.
Cla berpikir jika dirinya akan segera mendapaatkan tamu bulanan nya, tapi ternyata saat dia melakukan test pack kehamilan. Hasil nya positif,sehingga dia berniat membawa anak nya untuk bersandiwara bersama .
"Kau hamil?Bagaimana kau tau?" tanya Arman seolah tak percaya ,karena mereka belum melakukan pemeriksaan ke dokter.
__ADS_1
Cla mengeluarkan test pack yang dari tadi dia kantongi, dia memberikan nya pada Arman dan membuat Arman membaca tulisan kecil dibawah nya .
Seketika mata nya membulat sempurna,dia tidak menyangka jika Cla bisa hamil secepat ini. Dia tertawa dan mengangkat tubuh Cla dengan cukup tinggi,papa Cla yang tadi nya berpikir kalau Cla hanya berbohong tentang kehamilan nya kini ikut bahagia.
"turunkan aku ,aku ngak mau punya suami ngak bertanggung jawab. Anak ku ingin papa nya menjadi pemimpin perusahaan ini,demi kami. Karena ini warisan dari kakek dan nenek ku,aku yang bertanggung jawab dengan ini " bentak Cla dengan cukup keras.
Arman menurunkan tubuh cla dengan perlahan, dia ngak mau nanti nya cla jatuh. Kemudian dia menatap ke arah cla,papa nya cla dan semua yang ada disana secara bergantian.
Papa nya Cla menganggukan kepala nya ,dia berharap arman mau menerima nya. Hanya arman yang bisa mereka percaya saat ini,dia dan papa nya yakin kalau arman bisa membuat perusahaan ini menjadi lebih baik lagi .
Arman menghela nafas nya dengan kasar,dia tidak punya pilihan lain lagi. Pandangan nya jatuh pada kursi yang masih dipegang oleh papa mertua nya, dia tidak ingin mengecewakan Cla dan yang lainnya. Walaupun dia tau kalau sherin dan papa nya tidak setuju,tapi dia tetap akan melakukan nya karena dia tau bagaimana kerja sherin dan papa nya selama beberapa bulan ini.
Arman berjalan kedepan ,menuju ke kursi yang sudah disiapkan untuk nya. Dia menggenggam tangan Cla yang sudah tersenyum senang,dia melirik ke arah sherin sambil tersenyum sinis.
"Maafkan saya,saya ngak punya pilihan lain. Saya akan memimpin perusahaan ini kedepan nya, tapi hanya sementara hingga istri saya bisa kembali menjadi direktur utama disini " jelas Arman dengan tegas
"bukan saya,tapi anak kami. Dia yang akan mewariskan perusahaan ini nanti nya" sambung Cla membuat papa Cla mengangguk sedangkan arman hanya bisa kembali menghembuskan nafas nya saja.
"Mohon bantuan nya, saya akan mencoba yang terbaik untuk perusahaan ini . Mungkin hanya segini saja yang dapat saya sampaikan "ucap Arman dengan sopan dan ramah
__ADS_1
Tepuk tangan yang cukup meriah diberikan untuk Arman,sherin dan papa nya mau tak mau mengikuti yang lainnya untuk bertepuk tangan. Mereka merasa kesal karena hanya bisa menikmati uang perusahaan sebentar saja,kalau tau akan secepat ini. Mungkin sherin akan menguras habis uang perusahaan itu,tapi semua nya sudah terlambat.
Arman duduk sebentar, dia mengamati berkas yang sudah diberikan didepan nya . Dengan perlahan dia membuka setiap lembar nya ,melihat dan mengamati nya sebentar saja . Karena pikiran nya tidak pada tempat nya, dia ingin mengetahui mengenai kehamilan sang istri. Dia yakin jika kehamilan Cla sudah masuk sebulan,dia ingin cepat pergi dan memeriksakan nya dengan jelas.
"Saya sudah melihat nya secara garis besar,saya akan mempelajari nya lagi nanti. Saat ini saya mohon maaf ,karena harus pergi segera. Saya harap kalian mengerti " ucap Arman yang sudah berdiri dan menatap ke arah papa nya cla
"Papa bisa menggantikan saya sebentar kan?saya mau membawa Cla untuk berobat ,saya ingin melihat kondisi kehamilan Cla saat ini " jelas Arman dengan raut wajah senang nya.
Papa Cla menganggukan kepala nya, dia tersenyum lembut dan membiarkan Arman menarik tangan Cla dan membawa nya keluar. Ucapan selamat pun mereka dapatkan dari orang-orang yang berada diruangan itu,Cla dan Arman hanya menganggukan kepala nya juga berterima kasih lalu meninggalkan ruangan itu dengan cepat.
Arman ngak mau menunggu lagi,dia memang ingin memeriksakan kehamilan anak nya . Dengan senyuman dibibir nya, dia mengendarai mobilnya menuju rumah sakit terdekat .
Hanya butuh waktu lama belas menit saja,mereka sudah berada didepan rumah sakit. Dengan sedikit terburu-buru,Arman menarik Cla dan mendaftarkan nya dibagian kandungan.
Butuh waktu setengah jam untuk mengantri,hingga akhirnya mereka dipanggil masuk kedalam ruangan. Arman menatap Cla yang sudah berbaring di atas tempat tidur,Cla melakukan pemeriksaan dibagian perut nya .
Cla memperhatikan wajah arman yang serius,dia melihat ada kekhawatiran disana. Senyuman mengembang saat melihat arman berjalan mendekati ranjang pasien dan menggenggam tangan Cla,setelah memberikan semangat pada nya hingga akhirnya arman melihat ke layar monitor didepan nya.
"Ini anak anda pak,ini suara jantung nya . Dia sehat dan kuat,jadi anda tidak perlu khawatir " jelas dokter wanita paruh baya itu dengan ramah.
__ADS_1
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘