
Jeni sekin marah ama aku
kata - kata nya sudah sangat menyakiti hati ku
"lo salah udah nuduh gua mau merebut dimas dari lo, sebenar nya yang merebut itu lo bukan gua
dulu gua dan dimas hampir jadian tapi gua tau lo sayang ama dimas , gua nolak dimas gua ngalah demi lo sahabat gua karna gua ga mau lo sakit hati gua mau lo bahagia dan gua nyuru dimas buat jadian ama lo
dan untuk masalah satria ok gua akan bongkar semua nya gua akan ngaku kalau selama ini gua udah bohongin dia" kata ku
"lo bohong ga mungkin dimas suka ama lo" kata jeni
yang masih tidak mempercayai apa yang aku kata kan karna jeni sudah terlajur salah paham
"terserah lo mau percaya atau ga
yang pasti ini kebenaran nya" kata ku
"gua benci ama lo
gua ga mau liat lo lagi
gua ga mau berteman ama penghianat seperti lo
mulai hari ini ga ada yang nama nya persahabatan lagi, lo ambil dimas gua udah benci ama kalian" kata jeni
"sampai kapan pun gua ga mau dimas
tapi kalau lo emang benci dan ga mau liat gua lavi ok gua pergi" kata ku
"pergi lo pergi" kata jeni
berteriak
aku membereskan semua baju - baju ku
jeni berdiri sambil menangis
aku ga perduli meski sudah malam aku tetap akan pulang
"tunggu lo ga bisa pulang gitu ajj
__ADS_1
sebelum lo ngomong ama satria" kata jeni
"ya gua akan ngomong ama satria" kata ku
Aku jalan mengikuti langkah jeni
untuk mengatakan yang sebenarnya ama satria
sampai depan pintu kamar satria jeni mengetuk pintu kamar satria
tak lama satria keluar dari kamar nya
Satria heran dan kaget karna melihat aku dan jeni
datang ke kamar nya dengan mata yang bengkak
"ada apa ini
kenapa kalian seperti abis nangis" tanya satria
dan satria melihat aku membawa tas
"aku mau pulang" jawab ku
"pulang
pulang kemana ini kan rumah kamu" kata satria
semakin ga ngerti dengan jawaban ku
satria berdiri sangat dekat dengan ku
satria menatap aku
aku menunduk ga berani membalas tatapan mata satria
aku merasa sangat takut
"dia akan pulang kerumah nya karna ini rumah aku "kata jeni
"apa maksud semua ini aku ga ngerti" tanya satria
__ADS_1
"ini rumah ku dan aku lah anak pak joko bukan dia
selama ini dia udah bohong dia sengaja ngaku - ngaku sebagai anak papa aku" kata jeni
"bilang apa yang di kata kan jeni itu bohong" kata satria
"jeni ga bohong
aku lah yang sudah berbohong
jenis yang sebenar nya anak pak joko bukan aku" kata ku
"untuk apa kamu lakuin ini" tanya satria
"dia selalu mau apa yang aku punya
dia selalu iri ama aku
sampai - sampai dimas direbut , harus kamu kamu tau diri kamu cuma anak pegawai dari papa aku ,kenapa kamu malu mengakui nya selama ini aku selalu ngalah dan nurut ama kamu apa yang kamu ingin aku selalu ikutin tapi ga dengan dimas"kata jeni
entah apa maksud dari omongan jeni
jeni sengaja melakukan nya didepan satria
jeni seperti nya sengaja ingin mempermalukan aku didepan satria untuk membalas sakit hati nya
padahal apa yang jeni katakan itu ke balikan
aki yang selalu ngalah dan menuruti semua perintah jeni
aku diam ga berusaha untuk membela diri
karna itu percuma
karna satria lebih mempercayai perkataan jeni
aku cuma menunduk diperlakukan seperti ini ama jeni
😊
Trimakasih
__ADS_1