Cinta Putri

Cinta Putri
58


__ADS_3

"itu sudah jadi ke wajiban bapak neng" kata


pak rt


putri dan pak rt masih ngobrol sementara


Satria hanya jadi pendengar


"ini pasti suami neng putri kan" kata pak rt


putri dan Satria saling pandang dan


mereka punya pikiran sendiri - sendiri


"iya pak saya suami putri" jawab satria


"kalian pasang sarasi neng putri cantik


dan suami nya ganteng" kata pak rt


"jangan berlebihan pak muji nya


dia suka ke pd an" kata putri


"pak rt itu mata nya masih normal dan


pak rt juga jujur" kata satria


"tuh kan pak apa putri bilang" kata putri


pak rt tertawa melihat putri dan satria


cekcok karna masalah seperti ini


tak lama pak rt pamit pada satria dan


putri


"baik lah bapak pulang dulu nanti


kita bisa melanjut kan ngobrol siang


Selamat istirahat" kata pak rt


"trimakasih pak" kata satria


pak rt pulang ke rumah nya karna


dia tau kalau satria dan putri pasti


sangat lelah


putri dan satria pun masuk ke dalam


Rumah putri


mereka duduk di kursi


"kenapa kamu bilang sama pak rt kalau


kamu suami aku" tanya putri


"biar aku ga di usir sama pak rt" jawab satria


"dasar aneh"kata satria

__ADS_1


"ya ga aneh lah, kalau aku ga bilang


kalau kita bukan suami istri pasti


pak rt ga akan biarin aku masuk berduaan


di rumah ini sama kamu" kata satria


"itu nama nya bohong" kata putri


"ga apa - apa dikit ini" kata satria


"terserah lah asal kamu jangan macem -


macem ajj" kata putri


"kapan aku macem - macem sama kamu


kita tinggal serumah lama kan "kata satria


Putri diam karna apa yang satria kata


kan itu benar


Selama mereka tinggal serumah


Satria tidak pernah berbuat yang


macem - macem ke pada putri


"aku boleh tanya" kata satria


"tanya ajj asal jangan ngajak nanya


"yang macem - macem itu seperti apa


dari tadi yang keluar dari mulut


kamu cuma kata macem - macem "kata


satria


"udah kamu mau nanya apa" kata putri


"kapan kedua orang tua kamu dan


mbak puji meninggal" tanya satria


"sudah lama sebelum aku pindah kerja


karna itu lah yang membuat aku


menyetujui di pindah kan ke kantor


pusat" kata putri


"maafin aku ya" kata satria


"maaf untuk apa" tanya putri


"karna aku ga pernah ada di saat kamu


lagi sedih"kata satria


"ga apa - apa kok "kata putri

__ADS_1


satria dan putri masih ngobrol dan


putri mencerita kan semua kejadian yang


menimpah keluarga nya


dan alasan kenapa putri ga pernah


cerita pada siapa pun tentang keluarga


nya


dan pada waktu satria dan putri ngobrol


mereka mendengar suara mobil berhenti


di depan rumah putri


putri dan satria merasa heran


siapa yang datang malam - malam


ke rumah nya


dan tak lama terdengar suara yang


mengetuk pintu


tok


tok


tok


tok


"biar aku yang buka pintu kamu tunggu


di sini ajj" kata satria


"aku ikut" kata putri


"ya udah kita sama - sama liat siapa


yang datang"kata satria


satria dan putri jalan bersama untuk


melihat siapa yang datang ke rumah


nya


Putri memegang tangan satria


karna dia merasa takut


pelan - pelan satria membuka pintu


dan bertapa terkejut nya


karna yang datang itu


😊😊😊😊😊


Trimakasih

__ADS_1


__ADS_2