
"itu sudah jadi ke wajiban bapak neng" kata
pak rt
putri dan pak rt masih ngobrol sementara
Satria hanya jadi pendengar
"ini pasti suami neng putri kan" kata pak rt
putri dan Satria saling pandang dan
mereka punya pikiran sendiri - sendiri
"iya pak saya suami putri" jawab satria
"kalian pasang sarasi neng putri cantik
dan suami nya ganteng" kata pak rt
"jangan berlebihan pak muji nya
dia suka ke pd an" kata putri
"pak rt itu mata nya masih normal dan
pak rt juga jujur" kata satria
"tuh kan pak apa putri bilang" kata putri
pak rt tertawa melihat putri dan satria
cekcok karna masalah seperti ini
tak lama pak rt pamit pada satria dan
putri
"baik lah bapak pulang dulu nanti
kita bisa melanjut kan ngobrol siang
Selamat istirahat" kata pak rt
"trimakasih pak" kata satria
pak rt pulang ke rumah nya karna
dia tau kalau satria dan putri pasti
sangat lelah
putri dan satria pun masuk ke dalam
Rumah putri
mereka duduk di kursi
"kenapa kamu bilang sama pak rt kalau
kamu suami aku" tanya putri
"biar aku ga di usir sama pak rt" jawab satria
"dasar aneh"kata satria
__ADS_1
"ya ga aneh lah, kalau aku ga bilang
kalau kita bukan suami istri pasti
pak rt ga akan biarin aku masuk berduaan
di rumah ini sama kamu" kata satria
"itu nama nya bohong" kata putri
"ga apa - apa dikit ini" kata satria
"terserah lah asal kamu jangan macem -
macem ajj" kata putri
"kapan aku macem - macem sama kamu
kita tinggal serumah lama kan "kata satria
Putri diam karna apa yang satria kata
kan itu benar
Selama mereka tinggal serumah
Satria tidak pernah berbuat yang
macem - macem ke pada putri
"aku boleh tanya" kata satria
"tanya ajj asal jangan ngajak nanya
"yang macem - macem itu seperti apa
dari tadi yang keluar dari mulut
kamu cuma kata macem - macem "kata
satria
"udah kamu mau nanya apa" kata putri
"kapan kedua orang tua kamu dan
mbak puji meninggal" tanya satria
"sudah lama sebelum aku pindah kerja
karna itu lah yang membuat aku
menyetujui di pindah kan ke kantor
pusat" kata putri
"maafin aku ya" kata satria
"maaf untuk apa" tanya putri
"karna aku ga pernah ada di saat kamu
lagi sedih"kata satria
"ga apa - apa kok "kata putri
__ADS_1
satria dan putri masih ngobrol dan
putri mencerita kan semua kejadian yang
menimpah keluarga nya
dan alasan kenapa putri ga pernah
cerita pada siapa pun tentang keluarga
nya
dan pada waktu satria dan putri ngobrol
mereka mendengar suara mobil berhenti
di depan rumah putri
putri dan satria merasa heran
siapa yang datang malam - malam
ke rumah nya
dan tak lama terdengar suara yang
mengetuk pintu
tok
tok
tok
tok
"biar aku yang buka pintu kamu tunggu
di sini ajj" kata satria
"aku ikut" kata putri
"ya udah kita sama - sama liat siapa
yang datang"kata satria
satria dan putri jalan bersama untuk
melihat siapa yang datang ke rumah
nya
Putri memegang tangan satria
karna dia merasa takut
pelan - pelan satria membuka pintu
dan bertapa terkejut nya
karna yang datang itu
😊😊😊😊😊
Trimakasih
__ADS_1