
Putri dan satria terkejut melihat jeni dan
yoga lah yang datang ke rumah putri
mereka bener - bener menyusul putri
"kalian kaget ya " kata yoga
"ngapain ke sini" kata satria
jeni memeluk putri sambil menangis
karna jeni ga pernah berubah kalau
lagi seneng atau sedih pasti dia
selalu memeluk sambil nangis
banyak yang ingin satria tanya kan tapi
waktu melihat jeni yang menangis
satria mengajak masuk karena
ga enak harus ngobrol di luar jadi satria
memilih untuk ngobrol di dalam
"mbak puji, bunda dan ayah mana kok
sepi" tanya jeni
yang sudah tak menangis lagi
jeni merasa heran kenapa rumah putri
sangat sepi padahal ini belum terlalu malam
biasa nya jam segini keluarga putri masih nonton
tv di ruangan yang ada tv nya
"mereka sudah meninggal jen" jawab putri
"jangan becanda ini ga lucu" kata jeni
"aku ga becanda jen , sebelum aku pindah
kerja mereka kecelakaan dan meninggal
di tempat kejadian" kata putri
"selama ini kamu menutupi nya dari aku
kenapa put"kata jeni
"karna aku ga mau mengingat nya
itu pengalaman terburuk buat aku
aku ga mau mengingat kejadian pahit
__ADS_1
itu" kata putri
"apa yang terjadi dengan mereka" tanya jeni
"mereka kecelakaan jen" kata putri
putri dan jeni kembali berpeluk kan
dan menangis
satria dan yoga pun merasa sangat
sedih melihat nya
apa lagi selama ini putri hidup sendiri
menjalani ke hidupan nya
jeni dan putri banyak bercerita
tak ada yang putri sembunyi kan lagi
tentang dia dan keluarga nya
"sekarang mending kalian istirahat
besok baru lanjut ngobrol nya
ini udah sangat malam" kata satria
"iya dari tadi kalian nangis terus
mata sudah bengkak gitu" kata yoga
"apa jangan - jangan kalian mau begadang
dan kalian bisa liat besok pagi mata kalian
bengkak parah" kata yoga
"nyesel aku ngajak kamu ke sini,
tau gini aku pergi sendiri"kata jeni
"aku ga kan membiar kan wanita yang
aku cinta pergi sendiri" kata yoga
"mulai lagi deh" kata jeni
"udah jangan ribut terus kita masuk
kamar" kata satria
"aku tidur sama kamu ya put" kata jeni
"iya , kalian tidur di kamar tamu ajj ya
itu di sebelah kiri" kata putri
"jadi kita tidur di kamar yang sama"
__ADS_1
kata yoga
"kalau mau tidur sendiri di hotel ajj
sana" kata jeni
"bisa ajj nih" kata yoga
"udah ribut mulu ada pak rt di suruh
pergi kalian" kata satria
"pak rt" kata jeni dan yoga
bicara bersamaan
"tadi ajj aku harus bohong agar aku
ga di usir" kata satria
"bohong gimana" kata yoga
"aku harus bilang aku suami nya putri
baru pak rt pulang" kata satria
"itu mah ngarep" kata jeni
karna jam sudah menunjuk kan
pukul 2:30 akhir nya mereka memutus
kan untuk tidur
jeni tidur di kamar yanga sama di kamar
putri
sementara satria dan yoga tidur di kamar
tamu
meski rumah putri sederhana tapi cukup
luas dan ada beberapa kamar
"aku ga nyangka ternyata selama ini
putri sangat tertutup dan karena ke
jadian yang menimpa nya" kata satria
"aku bisa merasa kan gimana sulit nya
putri menjalani ke hidupan nya" kata yoga
yoga dan satria bukan nya tidur mereka
malam ngobrol karna mereka ga menyangka
kehidupan putri seperti ini
__ADS_1
😊😊😊😊😊
Trimakasih