
Pagi - pagi putri sudah bangun dia sengaja
pergi ke pasar sendiri untuk membeli bahan
makanan karena dia ingin membuat kan
sarapan untuk satria , jeni dan yoga
putri sengaja jalan kaki karna dia ingin
menikmati suasana pagi dan dia ingin
mengenang masa lalu di tempat - tempat
yang dulu sering dia datang
setiba nya di pasar putri membeli semua
yang dia butuh kan
"ternyata pasar ini banyak sekali berubah
aku sampai tidak mengenali nya
lagi" kata hati putri
dan waktu putri selesai belajar putri
bertemu dengan dimas
mantan pacar jeni yang dulu mencintai
putri
"kamu putri kan" kata dimas
"iya " kata putri
"aku ga percaya bisa ke temu kamu lagi
di sini" kata dimas
putri cuma tersenyum karna dia
sendiri bingung harus berkata apa
di sana putri dan dimas cukup lama
ngobrol karna dulu putri pernah bilang
pada dimas ga akan kembali lagi ke kota ini
karna putri tidak mau mengingat - ngingat
kenangan pahit nya
"aku antar kamu pulang ya" kata dimas
"ga usah aku mau jalan kaki ajj" kata putri
"boleh aku main ke rumah" kata dimas
"boleh" jawab putri
putri pulang berjalan kaki karna masih
sangat pagi jadi lebih enak untuk jalan
kaki
__ADS_1
dimas hanya bisa melihat kepergian
putri karna dimas tidak bisa memaksa
putri
putri sampai rumah dia langsung masuk
ke dapur karna suasana rumah masih
sangat sepi karna belum ada yang
bangun
putri memulai masak untuk sarapan
dia membuat banyak makanan
selesai masak putri langsung mandi
tapi masih belum ada yang bangun
padahal sudah jam 8
terpaksa putri membangun kan jeni
putri masuk ke kamar untuk membangun
kan jeni dan menyuruh mereka sarapan
"jen bangun" kata putri
"masih ngantuk" kata jeni
"udah jam 8 sarapan dulu" kata putri
ada kuliah pagi" kata jeni
"ngigo nih anak cepat bangun" kata putri
"di mana ini "kata jeni
putri tertawa melihat jeni yang linglung
karna dia lupa kalau dia berada di rumah
putri
"jahat orang bingung malah di ketawain"
kata jeni
"abis kamu lucu masa lupa sekarang
lagi di mana" kata putri
"hehehe. .. laper ach" kata jeni
"ga mandi dulu" kata putri
"ga nanti ajj di sini dingin" kata jeni
jenu dan putri jalan menuju meja makan
saat mereka sampai di sana sudah ada
Satria dan yoga duduk di meja makan
menunggu putri dan jeni untuk sarapan
__ADS_1
"udah siap ajj" kata jeni
"lama amat sih sayang kita udah laper"kata
yoga
"sayang pala lo peang"kata jeni
"udah jangan ribut lagi kita makan"kata satria
mereka memulai sarapan mereka terlihat
Lahap menyantap makanan yang di masak
oleh putri
"nanti kalau kita sudah menikah
kamu masakin sarapan juga ya
buat aku sebelum aku berangkat
kerja" kata yoga
"jangan Halu terus deh siapa juga
yang mau nikah sama kamu" kata jeni
"kamu lah sayang yang akan jadi
istri aku" kata yoga
"aku ga mau " kata jeni
"aku nunggu sampai Kamu mau" kata yoga
"sudah lah jen, terima ajj Lamaran yoga"
kata satria
"ya bener terima ajj" kata putri
"tuh kan kakak sama kakak ipar ajj
sudah meretui Kita " kata yoga
"apa - apa sih main restuin - restuin ajj
kalian ajj masih belum ngambil ke putusan
aku masih dengen ke putusan ku yang
sama ga perlu aku kata kan lagi kan
karna kalian sudah tau" kata jeni
Satria dan putri cuma bisa diam mendengar
perkataan jeni
satria tak bisa memaksa putri karena dia
tau apa penyebab putri belum siap
menerima nya
😊😊😊😊😊
Trimakasih
__ADS_1