
Jeni dan yoga sampai di rumah jeni
mereka seperti enggan untuk berpisah karna
mereka sudah tidak bisa berdekatan lagi
seperti dulu
Satria dan putri sudah menunggu di teras
depan karna mereka sangat mencemas
kan ke adaan jeni
"thanks udah nganterin jeni" kata satria
Satria menyuruh putri untuk mengajak
jeni ke kamar nya karna satria takut ibu
nya tau kalau jeni pulang malam
sementara satria ngobrol dengan yoga
di teras depan
sedang kan putri membawa jenis masuk
ke kamar nya
"kamu istirahat ya" kata putri
tiba - tiba jeni memeluk putri sambil
menangis
"sebenar nya apa yang sudah terjadi
kamu punya masalah apa" tanya putri
"ga apa - apa" jawab jeni
jeni masih terus menangis dan putri
tidak mau terus memaksa nya
Putri membiar kan jeni tenang dulu
setelah itu baru dia bertanya pada jeni
"sudah ya jangan nangis lagi" kata putri
"put ternyata yoga sudah punya pacar
dan Dalam waktu dekat ini yoga akan
menikah" kata jeni
"apa ,,, itu ga mungkin" kata putri
"aku juga ga percaya tapi itu kenyataan nya
__ADS_1
Yoga sudah ga cinta sama aku" Kata jeni
" kamu yang sabar ya jen, aku yakin semua
ini ga bener" kata putri
"yoga yang mengata kan nya" kata jeni
Putri masih menenang kan jeni
tapi putri masih ga yakin kalau yoga
punya pacar dan akan menikah
semua ini pasti salah
*
*
*
*
Seminggu sudah berlalu putri masih
mencari tau siapa pacar yoga yang jeni cerita
kan itu tapi putri belum menemu kan
jawaban nya karna yoga tak pernah
dekat dengan prempuan kecuali sekertaris
dengan adik sepupu nya yoga
tidak mungkin kan yoga pacaran dengan
istri sodara nya
" kamu lagi mikirin apa" tanya satria
"ga mikirin apa - apa" jawab putri
"mikirin kapan kamu nikah" kata satria
"ihk apaan sih" kata putri
"kalau kamu mau sekarang pun aku
siap nikahi kamu" kata satria
"kalau udah bahas ini kepala aku suka
pusing "kata putri
"pusing kenapa" tanya satria
"pusing kepala lah" jawab putri
"kamu ga perlu pusing biar semua aku
__ADS_1
yang urus" kata satria
"kita ga mungkin nikah sementara ke
adaan jeni seperti ini" kata putri
"aku juga kasian liat jeni" kata satria
"ga mungkin kan kita berbahagia di atas
ke sedihan jeni" kata putri
"iya aku tau" kata satria
"kalau tau jangan ngomongin yang itu - itu
terus dong" kata putri
Satria masih ngobrol dalam perjalanan
menuju tempat miting karna siang itu
mereka akan miting di luar kota
sementara di tempat lain jeni sedang
Jalan ke sebuah restoran
karna semenjak ke jadian malam minggu
itu jeni sering pergi sendiri dan
dia pun jadi sangat pendiam
jeni duduk di kursi paling pojok karna dia ga
mau di tempat yang terlalu rame
setelah pesanan jeni datang jeni melihat
yoga datang bersama seorang perempuan
dan mereka pun makan siang di sana
mereka terlihat sangat akrab
jeni melihat mereka berdua dari ke jauhan
"apa itu perempuan yang yoga maksud"
kata jeni
hati jeni sangat sakit ingin rasa nya jeni
menangis dan datang menghampiri
yoga dan prempuan itu
tapi sayang jeni buka siang - siapa yogi
dan jeni tidak bisa melakukan nya
__ADS_1
😊😊😊😊😊
Trimakasih