Cinta Putri

Cinta Putri
52


__ADS_3

Putri sudah bangun pagi - pagi sebelum


yang lain bangun putri sudah bangun


dia diam di taman belakang dengan


duduk di kursi roda nya


"kenapa kamu harus melibat kan aku


dalam semua ini "kata putri


tak terasa air mata nya membasahi


pipi nya karna dia ga ingin


masa lalu terulang kembali


dia cukup nyaman dengan ke adaan


seperti ini yang tak memiliki ikatan


dengan siapa - siapa karna putri


masih takut dengan patah hati


apa lagi dengan orang yang sama


Satria baru bangun tidur sudah jadi


kebiasaan nya kalau dia bangun tidur


selalu jalan menuju jendela untuk


sekedar menghirup udara di pagi hari


yang menurut nya sangat sejuk


"itu putri sedang apa pagi - pagi dia


duduk di sana"kata satria


Satria terus memperhati kan putri dari


dalam kamar nya


meski dari kejauhan satria bisa melihat


jelas kalau saat ini putri lagi nangis dan


bersedih


tampa pikir panjang satria langsung


keluar dari kamar nya untuk menghampiri


putri karna dia ga mau putri menangis


di sana sendiri


Satria langsung menghampiri putri dan


jongkok di hadapan putri


"kamu lagi apa di sini sendiri" tanya satria


putri buru - buru mengusap air mata nya

__ADS_1


karna putri ga mau satria tau kalau dia


sedang menangis


"aku lagi menikmati udara pagi" kata putri


"maafin aku karna aku selalu membuat


kamu menangis" kata satria


"ga "kata putri


"kenapa kamu menangis di sini" tanya satria


"aku mau pulang" jawab putri


"Pulang " kata satria


"iya aku mau pulang aku kangen suasana


rumah"kata putri


"apa tidak apa - apa kamu pulang dalam


ke adaan seperti ini dan kamu pun harus


melaku kan terapi sekali lagi" kata satria


"aku bisa melaku kan nya di sana" kata putri


"putri dengar aku , peralatan di sana


kurang lengkap jadi aku mohon kamu


selesai kan dulu pengobatan kamu di sini


akan mengantar kamu pulang" kata satria


"baik lah" kata putri


"ya sudah sekarang kamu masuk di sini


dingin" kata satria


"iya"kata putri


Satria mendorong kursi roda putri


masuk ke dalam rumah nya


karna cuaca di luar sangat dingin


"kamu tunggu sebentar ya aku mandi


dulu setelah ini kita berangkat ke rumah


sakit" kata satria


"iya" jawab putri


Satria masuk ke dalam kamar nya


sementara putri masih duduk di atas


kursi roda nya


ibu satria melihat putri yang sedang

__ADS_1


duduk termenung


ibu jalan menghampiri putri


"Selamat pagi putri" sapa ibu


"Selamat pagi bu" jawab putri


"kenapa duduk sendiri di sini" tanya ibu


"ga apa - apa bu" jawab putri


"kamu seperti habis menangis apa satria


menyakiti kamu" tanya ibu


"ga bu satria ga nyakitin aku" kata putri


karna dia ga menyangka kalau ibu akan


bertanya seperti itu ke pada nya


"lantas apa yang menyebab kan kamu


menangis kata kan pada ibu" kata ibu


"Putri kangen rumah bu , Putri mau


Pulang" jawab putri


"sabar ya sayang kamu harus menyesuai


kan pengobatan kamu dulu di sini


setelah itu kamu boleh pulang" kata ibu


"iya bu" jawab putri


"maafin ibu ya karna ibu ga bisa membuat


kamu bahagia" kata ibu


"ibu jangan bicara seperti itu


putri sayang sama ibu" kata putri


"ibu juga sangat menyayangi kamu


kamu sudah ibu anggap sebagai anak


ibu sendiri rasa sayang ibu sama kamu


sama dengan rasa sayang ibu pada satria


dan jeni" kata ibu


"trimakasih bu sudah menyayangi putri


sebesar itu" kata putri


ibu dan putri saling berpelu kan


karna rasa sayang mereka sangat


tulus


😊😊😊😊😊

__ADS_1


Trimakasih


__ADS_2