
Putri sudah bangun pagi - pagi sebelum
yang lain bangun putri sudah bangun
dia diam di taman belakang dengan
duduk di kursi roda nya
"kenapa kamu harus melibat kan aku
dalam semua ini "kata putri
tak terasa air mata nya membasahi
pipi nya karna dia ga ingin
masa lalu terulang kembali
dia cukup nyaman dengan ke adaan
seperti ini yang tak memiliki ikatan
dengan siapa - siapa karna putri
masih takut dengan patah hati
apa lagi dengan orang yang sama
Satria baru bangun tidur sudah jadi
kebiasaan nya kalau dia bangun tidur
selalu jalan menuju jendela untuk
sekedar menghirup udara di pagi hari
yang menurut nya sangat sejuk
"itu putri sedang apa pagi - pagi dia
duduk di sana"kata satria
Satria terus memperhati kan putri dari
dalam kamar nya
meski dari kejauhan satria bisa melihat
jelas kalau saat ini putri lagi nangis dan
bersedih
tampa pikir panjang satria langsung
keluar dari kamar nya untuk menghampiri
putri karna dia ga mau putri menangis
di sana sendiri
Satria langsung menghampiri putri dan
jongkok di hadapan putri
"kamu lagi apa di sini sendiri" tanya satria
putri buru - buru mengusap air mata nya
__ADS_1
karna putri ga mau satria tau kalau dia
sedang menangis
"aku lagi menikmati udara pagi" kata putri
"maafin aku karna aku selalu membuat
kamu menangis" kata satria
"ga "kata putri
"kenapa kamu menangis di sini" tanya satria
"aku mau pulang" jawab putri
"Pulang " kata satria
"iya aku mau pulang aku kangen suasana
rumah"kata putri
"apa tidak apa - apa kamu pulang dalam
ke adaan seperti ini dan kamu pun harus
melaku kan terapi sekali lagi" kata satria
"aku bisa melaku kan nya di sana" kata putri
"putri dengar aku , peralatan di sana
kurang lengkap jadi aku mohon kamu
selesai kan dulu pengobatan kamu di sini
akan mengantar kamu pulang" kata satria
"baik lah" kata putri
"ya sudah sekarang kamu masuk di sini
dingin" kata satria
"iya"kata putri
Satria mendorong kursi roda putri
masuk ke dalam rumah nya
karna cuaca di luar sangat dingin
"kamu tunggu sebentar ya aku mandi
dulu setelah ini kita berangkat ke rumah
sakit" kata satria
"iya" jawab putri
Satria masuk ke dalam kamar nya
sementara putri masih duduk di atas
kursi roda nya
ibu satria melihat putri yang sedang
__ADS_1
duduk termenung
ibu jalan menghampiri putri
"Selamat pagi putri" sapa ibu
"Selamat pagi bu" jawab putri
"kenapa duduk sendiri di sini" tanya ibu
"ga apa - apa bu" jawab putri
"kamu seperti habis menangis apa satria
menyakiti kamu" tanya ibu
"ga bu satria ga nyakitin aku" kata putri
karna dia ga menyangka kalau ibu akan
bertanya seperti itu ke pada nya
"lantas apa yang menyebab kan kamu
menangis kata kan pada ibu" kata ibu
"Putri kangen rumah bu , Putri mau
Pulang" jawab putri
"sabar ya sayang kamu harus menyesuai
kan pengobatan kamu dulu di sini
setelah itu kamu boleh pulang" kata ibu
"iya bu" jawab putri
"maafin ibu ya karna ibu ga bisa membuat
kamu bahagia" kata ibu
"ibu jangan bicara seperti itu
putri sayang sama ibu" kata putri
"ibu juga sangat menyayangi kamu
kamu sudah ibu anggap sebagai anak
ibu sendiri rasa sayang ibu sama kamu
sama dengan rasa sayang ibu pada satria
dan jeni" kata ibu
"trimakasih bu sudah menyayangi putri
sebesar itu" kata putri
ibu dan putri saling berpelu kan
karna rasa sayang mereka sangat
tulus
😊😊😊😊😊
__ADS_1
Trimakasih