
Empat bulan sudah berlalu jeni selalu
menyendiri dan semakin tertutup
tapi jenis selalu berusaha menutupi nya
kalau di depan satria dan putri karna
jeni ga mau membuat satria dan putri
ke pikiran
"pagi" kata jeni
jeni menyapa Satria dan putri yang
sedang duduk di meja makan
"pagi juga cantik" kata putri
"sarapan apa Pagi ini" tanya jeni
"sini duduk kita sarapan bareng" kata satria
"makin kompak ajj kapan nih nyebar
undangan" kata jeni
"apa sih jeni apa hubungan nya sarapan
sama nyebar undangan" kata putri
"iya nih anak ngaco" kata satria
"udah jangan suka ngalihin pembicaraan
kalian saling mencintai jadi tunggu apa
lagi" kata jeni
"emang apa yang jeni kata kan ada bener
nya juga" kata satria
"kalian berdua sama ajj" kata putri
mereka bertiga jadi banyak ngobrol di
meja makan karna jeni bersih keras
menyuruh satria dan putri untuk segera
menikah
"jangan sampai ada penyesalan nanti nya"
kata jeni
" jangan diam terus dong berjuang
karna wanita selalu ingin di
perjuangan kan" kata jeni
"udah dong jen jangan bahas pernikahan
lagi kalau saat Nya tiba nanti Juga Akan
ada pernikahan" kata putri
__ADS_1
"kelamaan" kata jeni
" kalau gitu kamu duluan ajj" kata satria
"nikah sama siapa mana Ada yang mau nikah
sama aku" kata jeni
"pasti ada" kata satria
"ya kamu cantik banyak yang suka Sama
kamu" kata putri
mereka masih ngobrol karna masih
Pagi dan mereka masih menikmati
sarapan
**********
Sekitar jam 10 yoga pergi ke sebuah
restoran karna ada pertemuan dengan
rekan kerja membicara kan tentang
kerja sama dengan perusahaan nya
yoga sengaja pergi sendiri Tidak mengajak
sekertaris nya
yoga masuk dan memilih teman duduk
yang nyaman untuk dia membicara Kan
baru 5 menit yoga berada di Sana
Orang itu baru datang
yoga Sangat kaget ternyata orang
yang datang itu dimas
dimas karna sekarang dimas lah
pemimpin dari perusahaan itu
"yoga " kata dimas
"dimas" kata yoga
"maaf sudah menunggu lama" kata dimas
"tidak saya baru datang" kata yoga
dimas duduk berhadapan dengan yoga
mereka mulai membicara kan
masalah kerja tentang kerja sama
sebenar nya ada yang ingin yoga
tanya kan tapi yoga belum mananya kan
nya yoga lebih mengutama kan
__ADS_1
masalah pekerjaan
setelan mendapat kan ke sepakat
akhir nya mereka menangani
kontrak kerja sama
"bagai mana kalau kita makan
siang dulu" kata dimas
"boleh" kata yoga
mereka memesan makanan dan
minuman
"pasti kamu heran kan kenapa aku yang
datang ke sini" tanya dimas
"iya karna setahun aku pemimpin
perusahaan ini seorang wanita" kata yoga
"aku baru seminggu di angkat jadi
pemimpin dan menganti kan nya"kata dimas
"owh pantas ajj" kata yoga
"owh ya sekalian kita bertemu di sini
aku mengundang kamu , ke pernikahan
aku kamis depan" kata dimas
"secepat itu dimas akan menikah
dengan jeni"kata hati yoga
"ini surat undangan nya" kata dimas
dimas memberi kan sebuah undangan
pada yoga
"ya nanti aku pasti akan datang" kata yoga
"apa aku bisa menitip undangan buat
Satria dan putri kalau jeni aku rasa tidak
perlu karna jeni pasti datang bersama
kamu kan" kata dimas
yoga merasa bingung dengan perkataan
dimas
sebenar nya dimas akan menikah dengan
siapa bukan nya dimas dan jeni
berpacaran tapi kenapa dimas berbicara
seperti ini
__ADS_1
😊😊😊😊😊
Trimakasih