
Putri dan jeni keluar dari kamar putri
lalu mereka jalan menghampiri satria dan yoga
yang sedang duduk di teras depan
satria dan yoga yang menanti keputusan
dari jeni dan putri
"gimana " tanya yoga
"gimana apa nya" kata jeni
"putri ga jadi pulang kan "kata yoga
"jadi" jawab jeni
"ya sudah aku antar sekarang" kata satria
dia pun tak mau memaksa kan
kehendak nya karna putri yang berhak
"aku pulang ya "kata putri
"hati - hati jaga diri kamu baik - baik
ya jangan pernah lupain aku" kata jeni
"ga mungkin aku lupain kamu"kata putri
putri dan jeni saling berpeluk kan
karna mereka ga tau kapan mereka akan
ketemu lagi
"udah dong jangan pada nangis lagi
aku jadi ikutan sedih" kata yoga
"yoga jaga jeni baik - baik jangan
sampai kamu nyakitin jeni"kata putri
"aku akan selalu jagain jeni dan aku akan
selalu membahagia kan jeni" kata yogi
"jangan mimpi karna sampai kapan
pun kita ga akan bersama" kata jeni
"aku tau tapi apa salah nya kalau aku
jagain kamu" kata yoga
"aku yakin kalian akan bersama" kata putri
"ke bersama an aku dan yoga tergantung
kalian"kata jeni
__ADS_1
"sudah lah jangan bahas lagi" kata satria
satria mengajak putri masuk ke dalam
mobil mereka berangkat setelah
berpamitan
"sudah jangan dengerin perkataan jeni"
kata satria
"iya" kata putri
Satria pokus nyetir sementara putri duduk
di samping satria
Di tempat lain jeni masih menangis
karna di tinggal putri
dengan setia yoga selalu menemani dan
menghibur jeni yang selalu sedih
"udah dong sayang jangan nangis terus
putri belum ada satu jam lo pergi
mata kamu udah bengkak gitu
gimana nanti kalau udah lama" kata yoga
ga tau apa aku lagi sedih" kata jeni
"aku bukan ngeledek dan aku juga tau
kamu lagi sedih tapi kan kita bisa sering
ke sana ngunjungin putri aku siap kok
untuk ngantar kamu kapan pun kamu
mau"kata yoga
"sekarang kita susul putri dan satria" kata jeni
"ya sudah ayo" kata yoga
"aku ganti baju dulu" kata jeni
"ya aku nunggu di sini" kata yoga
jeni jalan menuju kamar nya untuk ganti
baju dan bersiap - siap karena jeni ga
mau berpisah dengan putri
jeni akan menyusul putri di temani yoga
"aku ga kan bisa tenang dan bahagia
__ADS_1
kalau aku belum melihat kamu dan
satria bersatu dan berbahagia" kata jeni
jeni keluar dari kamar nya dengan sangat
tergesa - gesa
jeni setengah berlari menghampiri yoga
"pelan - pelan jen , nanti kamu jatuh" kata
yoga
"aku sudah ga sabar" kata jeni
"dasar anak manja"kata yoga
"ga jelas ach, ayo berangkat jangan
sampai kita ke tinggalan jejak" kata jeni
"iya iya ayo" kata yoga
jeni dan yoga jalan menuju mobil
setelah mereka siap mereka langsung
berangkat
"jen" kata yoga
"apa yoga" kata jeni
"kamu mau janji kan sama aku" kata yoga
"Janji apaan" kata jeni
"kalau satria dan putri bersatu kamu
akan terima cinta aku dan kamu mau
jadi istri aku" kata yoga
"aku janji" kata jeni
"aku pegang janji kamu ya jen,
karna aku sangat berharap sama kamu
kamu wanita pertama yang bisa membuat
aku bisa merasa kan hal yang beda"
kata yoga
jeni menjawab dengan anggukan
pertada kalau dia setuju dengan
perkataan yoga
😊😊😊😊😊
__ADS_1
Trimakasih