
"dasar orang masih ngomong main tidur ajj" kata jeni
"memang putri kemana" tanya dimas
"putri ke capean
karna seharian dia nemenin satria jalan - jalan
"kata jeni
"lo ga kasian ama putri" kata dimas
"ya kasian lah , tapi kalau bukan putri siapa lagi
yang mau nolongin kita " kata jeni
"gimana sih muka si satria itu" kata dimas
"kata putri si orang nya ganteng" kata jeni
"gimana kalau nanti mereka jadi pacaran" kata dimas
"bagus dong jadi putri ga jomblo lagi" kata jeni
dimas jadi diam mendengar perkataan jeni
"lo kenapa jadi diam" tanya jeni
"ga apa - apa" kata dimas
"bagus deh kalau ga ada apa - apa
gua kira lo jeles" kata jeni
"ngapain gua jeles
cewe gua kan lo bukan putri" kata dimas
"ya kan gua kira " kata jeni
"kalau lo yang jadian ama satria baru gua jeles
"kata dimas
"kirain lo diam - diam naksir putri
putri kan cantik dan bintang disekolah" kata jeni
jeni terus menggoda dimas
dan jeni gua sekalian mau tau kebenaran nya tentang gosip - gosip yang beredar kalau diam - diam dimas suka ama aku
__ADS_1
satria keluar dari kamar nya dan melihat
pintu kamar aku terbuka
Tv pun masih menyala apa lagi aku tidur tampa
memakai selimut
satria masuk dia langsung mematikan Tv
lalu menyelimuti karna takut aku kedinginan
"kamu pasti kecapean
tidur sampai pules gini" kata satria
sambil membelai rambut aku dan mencium kening aku
lalu satria keluar dari kamar ku dan menutup pintu kamar ku
dia pun kembali masuk ke kamar nya untuk istirahat karna dia merasa ngantuk dan cape
****
Sudah dua hari satria berada dirumah jeni
aku dan satria semakin dekat
jam 9 kami berangkat karna takut kena macet
sampai di pantai kami main diatas pasir
aku sangat menikmati kebersamaan ini
berkali - kali satria mencium kening aku
dan membelai mesra rambut aku
perlakuan satria seperti seorang pacar
"kesana yuk" ajak satria
"mau apa"tanya ku
"naik itu" jawab satria
"ga mau aku takut" kata ku
"jangan takut kita kan naik sama - sama" kata satria
" aku nunggu disini ajj
__ADS_1
kamu naik sendiri ajj" kata ku
karna aku menang merasa takut dan ga berani
"ga asik kalau sendiri
kita kan kesini berdua masa harus sendiri - sendiri" kata satria
satria terus membujuk aku untuk ikut dengan dia
meski dengan rasa takut aku ikut naik juga
"kalau udah naik ga takut kan" kata satria
"ga , soalnya kan kamu jagain aku" kata ku
karna satria menjaga aku membuat rasa takit ku hilang
"aku pasti akan jagain orang yang aku sayang
dan ga kan ngebiarin orang yang aku saya ng teluka" kata satria
aku diam mendengar satria berbicara sepertu itu
karna aku sadar aku udah membohongi satria
"kok diam ga suka aku bilang sayang ama kamu"tanya satria
"ga kok"kata ku
karna aku bingung harus jawab apa
"kamu sayang ga ama aku "tanya satria
"kita cari permainan baru yuk
bosan naik ini terus" kata ku
sengaja mengalihkan pembicaraan
meski aku pun merasakan apa yang satria rasa kan, aku ga berani berkata jujur dengan apa yang aku rasakan
karna aku takut jika nanti nya akan membuat
satria kecewa jika satria tau kebohongan ini
kalau aku bukan anak om joko
aku cuma gadis miskin tidak sekaya dan secantik jeni , aku dan satria perbedaan nya sangat jauh
☺☺☺☺☺☺
__ADS_1
Trimakasih