
setelah kedua nya mampu mengontrol diri dan hati dari gejolak asmara nya, kini adel memulai bicara
"mas, kita ga punya bahan makanan sama sekali loh, gimana kalo pagi ini kita ke pasar?"
"pasar?" tanya irza tak percaya, pasal nya dirinya adalah pengusaha yang tersohor dan sudah pasti uang nya tak terhitung dan adel pasti tahu akan itu semua. tapi, ini adel mengajak nya untuk belanja di pasar
"iya, kenapa mas? mas ga biasa ya belanja di pasar?" tanya adel
"kita ke swalayan yang deket sini aja gausah ke pasar" ucap irza tanpa menjawab pertanyaan adel. dan adel yang mengerti pun hanya menjawab dengan anggukan kepala
...****************...
"kamu tunggu sini aku ambil keranjang nya dulu disana" tunjuk irza kearah tumpukan keranjang belanjaan yang hanya di jawab anggukan oleh adel.
setelah irza kembali dari mengambil keranjang ia langsung mengajak adel untuk berbelanja kebutuhan rumah nya dengan irza yang setia memegangi keranjang belanjaan
"kamu ga mau beli yang lain? baju atau apa gitu kebutuhan kamu" tanya irza
__ADS_1
"ngga mas, aku udah ada banyak gamis kok di rumah"
"ga mau beli alat² make-up atau cream apa gitu buat perawatan?" tanya nya lagi
"aku ga bisa pake make-up mas, jadi gausah lah mau beli juga percumah kalo ga di pake, jatuh nya nanti malah pemborosan"
mendengar itu hati irza menghangat, karena dia benar² merasa beruntung telah menikahi adel, seorang wanita yang tidak sibuk dengan fashion dan style. yaa bagi adel pakaian atau apapun itu adalah yang bisa membuat nyaman, dan adel nyaman dengan pakaian syar'i nya ditambah dengan wajah alaminya.
"yaudah kalo gitu kita makan aja gimana?"
"yaudah kalo gitu kita bayar dulu belanjaan nya, setelah itu kita ke kafe yang dideket sini, gimana?" tanya irza
"kafe? kita makan di kafe mas?"
"iya, terus mau makan dimana di bengkel gitu?" canda irza
"ga gitu juga kali mas, aku cuma ga mau makan dikafe pasti mahal² deh makanan nya, kita makan di pinggir jalan aja ya mas" ucap adel memohon
__ADS_1
"kenapa? kamu fikir aku ga sanggup bayar? inget sayang suami mu ini orang kaya, seorang pembisnis yang sukses di usia muda dengan berbagai cabang perusahaan" ucap irza sombong
dan adel yang mendengar irza kembali memanggil nya sayang pun jadi blushing
"mas, aku tau kamu worang kayah, kamu pasti belum pernah kan makan makanan dipinggir jalan, dan aku mau mengenal kan kamu dengan makanan² pinggiran yang ga kalah enak dengan makanan² kafe dan yang pasti harga nya murah" ucap adel memberi pengertian "mau ya mas" lanjut nya
"yaudah iya" balas al dengan ragu karena ini akan menjadi pengalaman pertama nya memakan makanan pinggiran "yaudah kalo gitu kita bayar dulu yuk, abis kita makan"
ucap irza yang dijawab anggukan antusias dari sang istri
...****************...
"gimana mas bakso nya enak?" tanya adel
"enak" ucap irza dengan segera, karena memang rasa bakso yang mereka beli sangatlah enak dan irza tidak percaya akan hal itu, bahwa apa yang di ucap kan istri nya adalah benar bahwa makanan pinggiran itu tidak kalah enak dengan masakan restaurant atau kafe² bintang lima
"alhamdulillah, kalo mas suka" jawab adel "ini mas beneran baru pertama kali makan bakso pinggir jalan?" tanya adel yang di jawab anggukan oleh sang suami
__ADS_1