
"apa alasan nak irza ingin menikahi putri bapak?"
"karena saya yakin bahwa putri bapak adalah orang yang baik sama hal nya dengan bapak, dan saya yakin putri bapk bukan lah orang yang matre" jawabnya "saya tidak bermaksud menyinggung atau membicarakan orng lain, tapiii kedua orang tua saya sudah sangat mengharap kan cucu dari saya pak, dan saya belum menemukan sosok yang pantas untuk itu. dan setelah saya melihat kesungguhan bapak untuk tetap kekeuh menggati rugi atas kerusakan mobil saya, saya jadi yakin kalo bapak dan keluarga pasti mempunyai prinsip yang luar biasa dan saya berniat untuk melamar putri bapak" jawab nya berbohong karena kalau dia jujur menikahi anak pak abas untuk keuntungan nya, yaitu untuk kemajuan bisnis nya maka bapak mana yang rela memberikan anak gadis nya sebagai jaminan atas hal seperti itu
"apa nak irza yakin" tanya pak abas memastikan
"saya yakin pak" jawab irza yakin
"bapak tidak bisa memutus kan, karena yang dilamar adalah putri bapak bukan bapak, jadi segala keputusan ada di tngan putri bapak"
"baik pak, saya tunggu kabar baik nya dan ini kartu nama saya. bapak bisa hubungi kesini atas jawaban puti bapak, dan saya akan mencoba menerima dengan ikhlas jika memang putri bapak menolak, namun harapan saya tentu saja diterima" ucap irza seraya pamit pergi
tapi irza masih penasaran akan penyebab pak abas melamun dan akhirnya memberanikan diri untuk bertanya
__ADS_1
"maaf pak, jika saya lancang tapi saya penasaran akan penyebab bapak melamun hingga menabrak mobil saya tadi"
dan pak abas akhirnya menceritakan semuanya karena percaya bahwa irza adalah orng baik.
dan irza yang mendengar pun terketuk hatinya untuk membantu pak abas
"pak, saya akan bantu bapak untuk melunasi semua hutang bapak di bank" tawar irza
"pak, jika bapak berfikir bahwa dengan membayar hutang bapak dan membuat baak berhutang budi dan akhir nya menyerahkan putri bapak untuk saya nikahi, bapak salah" jawab nya "saya melakukan ini ikhlas, dan jika memang nanti nya saya ditolak oleh putri bapak saya juga akan terima. saya janji" lanjut nya
pak abas yang mendengar pun menjadi tersentuh, karena irza ingin membantunya dengan ikhlas tanpa pamrih, dan karena pak irza membutuh kan uang itu akhir nya pak abas menerima bantuan dari irza
"terima kasih nak kamu memang anak yang baik, bapak sangat bersyukur bisa bertemu dengan nak irza" seraya tersenyum
__ADS_1
"sama sama pak, kalau begitu nanti saya akan transfer ke bapak uangnya dan saya pamit dulu" ucap irza setelah beberapa saat yang lalu menerima no.rex pak abas.
"bapak janji akan membayar jika nanti baak sudah punya uang"
...****************...
"jadi bagaimana nak, apa kau menerima lamaran pak irza?" tanya pak abas pada adel
amel diam, ia bingung harus menjawab apa, di satu sisi ia belum ingin menimah karena belum bisa membahagiakan keluarga nya dan sisi lain ia kasian dengan bapak nya. dan dia harus menerima lamaran ini demi kelangsungan hidup keluarga nya. walau bagaimana pun uang 50.000.000.00 itu bukanlah uang yang sedikit, dan seorang irza dirgantara mau memberikan secara cuma cuma.itu adalah hal yang luar biasa menurut adel.
"saya mau pak" jawab adel spontan dan membuat anggota keluarga nya bertanya tanya bagaimana bisa adel memutuskan secepat itu
"nak, apa kau yakin? ayah tidak akan mungkin memaksamu jika kau tidak mengingin kan nya, iya kan pak? tanya ibu yang di jawab anggukan mantap dari bapak "nak, fikir kan lah dulu semua ini, jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan dan ingat ayah dan ibu tidak memaksa apapun kehendak mu"
__ADS_1