
Dilain tempat
seorang pria dengan badan tegap tengah melewati jalanan yang sedikit sepi dengan mobil milik nya, tiba tiba
bruakkkk....
suara mobil nya di tabrak dari belakang dan ia langsung turun untuk mengecek apa yang terjadi, dan saat ia turuan ia melihat seorang laki² paruh baya yang tak sengaja menabrak mobilnya dengan motor matic.
"maaf nak saya tidak sengaja" bela bapak sambil menunduk
"bapak tidak apa apa?" tanya nya
sontak si bapak mengangkat kepala nya dan melihat manik biru si pria yang mobil nya telah tertabrak olehnya, ia tidak percaya dengan semua ini pasal nya ia telah menabrak mobil pria itu, dan bukan nya marah si pria malah menanyakan keadaan nya
"sa.. saya tidak apa nak" jawab nya sambil tersenyum
" bapak ada masalah? kok bapak bermotor sambil melamun?" ia menduga si bapak berkendara sambil melamun sehingga tidak menyadari bahwa menabrak sesuatu
__ADS_1
"bapak tidak apa apa nak" katanya lagi dengan ragu.
si pria yang mengerti bahwa bapak tidak mau bercerita pun mengerti dan memilih untuk pergi
"baiklah pak, kalo begitu saya pamit dulu pak karena saya ada urusan, saya permisi" kata si pria yang tak lain adalah irza putra dirgantara
"nak, tunggu" si bapak menghentikan
irza berbalik dan menyernyitkan dahi nya
"saya akan ganti rugi atas kerusakan mobil kamu, tapi maaf tidak sekarang karena sekarang saya masih tidak punya uang" kata bapak seraya menunduk
"tidak apa apa pak, saya tidak akan meminta ganti rugi dari bapak karena saya juga salah dalam hal ini, karena saya tidak fokus menyetir mobil saya sehingga tidak menyadari bahwa ada orang dibelakang mobil saya, dan seharus nya saya yang minta maaf"
"tidak nak, bapak yang salah meskipun kamu juga salah tapi ini lebih besar kesalahan bapak, dan bapak akan ganti rugi"
melihat kesungguhan sang bapak irza pun bertanya " apa baak yakin?"
__ADS_1
"Ya.. saya yakin, saya akan berikan apapun selagi saya mampu untuk memberikan nya" jawab bapak antusias karena merasa bersalah & melihat bahwa banyak sisi baik dari irza, dan si bapak yakin kalau irza tidak akan menindas nya dengan cara meminta ganti rugi yang mahal
"baiklah, kalau begitu apa bapak memiliki putri?" tanya nya
sontak pertanyaan itu membuat si baak bingung dan terkejut, mengapa irza menanyakan perihal putri nya
bukan tanpa alasan irza menanyakan itu, itu semua karena tuntutan bisnis nya yang meminta agar irza segera memiliki pasangan karena menurut rekan bisnis nya, jika irza bisa memimpin rumah tangga maka ia juga pasti bisa memimpin bisnis ini hingga sukses, walaupun usahanya sudah sangat sukses. Dan juga karena desakan ibu nya yang mengingin kan irza agar cepat menikah karena usianya sudah menginjak 28 tahun dan ibunya sudah tidak ingin menimang cucu dari anak semata wayang nya itu
"ada" jawab bapak ragu
"memangnya ada apa nak?" memberanikan bertanya
"berapa usia nya pak?" tanpa menjawab pertanyaan si bapak
"22 tahun" jawab si bapak, ya si bapak tak lain adalah pak abas ayah dari Adelia nafisa
mendengar itu muncul senyum bahagia di wajah irza, karena ia sudah lelah mencari kesana kemari wanita untuk dinikahi tapi tak juga ada, bukan karena tak ada wanita yang mau menikah dengan nya hanya saja karena setiap wanita yang ia temui semua nya adalah wanita matre
__ADS_1