Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
29


__ADS_3

"tawaran ku masih berlaku nona" ucap rizky yang masih setia menunggu novi dari dalam mobil nya


melihat seperti nya tidak ada taksi yang akan lewat, akhir nya dengan berat hati novi pun mengangguk kan kepala tanda setuju dengan tawaran rizky


"ayo masuk" ucap rizky setelah mendapat anggukan dari novi.


dan novi langsung membuka pintu penumpang di belakang, saat akan masuk ia di hentikan oleh rizky


"apa aku terlihat seper seorang sopir? aku memberi mu tumpangan tapi kau malah menganggap ku supir? ohh ayolah nona apa kau tidak mempunyai hati nurani?" ucap rizky


"baiklah, baiklah aku akan duduk di samping mu pak supir,apa kau puas?" tanya novi dengan wajah menahan kesal dan langsung masuk ke mobil duduk di samping rizky


"kau yakin menyebut ku supir? aku rasa aku ini lebih pantas jika di panggil dengan sebutan pangeran, karena aku ini sngat lag tampan, bukan begitu nona?" tanya rizky


"terserah" jawab novi ketus


setelah itu rizky langsung menjalan kan mobil nya menuju alamat kontrakan novi, namun saat melihat restaurant ia jadi ingin mengajak novi untuk makan


"apa kau lapar?" tanya rizky basa basi


"tidak" jawab novi ketus

__ADS_1


"baiklah, tapi aku lapar dan aku ada sakit maag jadi jika aku terlambat untuk makan aku takut maag ku akan kambuh dan... " belum selesai berbicara langsung di potong oleh novi


"to the point saja" ucap novi


"temani aku makan dan aku akan trktir kamu makan sepuas nya" pinta rizky dan langsung di jawab anggukan oleh novi karena takut kalau sampai maag rizky kambuh dan itu akan merepot kan nya juaga nanti nya


setelah mendapat anggukan dari novi, rizky segera memarkir kan mobil nya di depan sebuah restaurant bintang lima, novi yang melihat pun tidak percaya bahwa rizky akan mengajak nya makan di restaurant mewah ini


"ayo turun" ajak rizky dan ia langsung turun dari mobil dan merapikan jas nya


"apa kita akan makan di sini?" tanya novi yang masih berada di dalam mobil


novi langsung turun dari mobil dan menarik lengan rizky yang sudah berjalan untuk memasuki restaurant


"ada apa?" tanya rizky saat novi menarik nya


"kita jangan makan disini ya, pasti makanan nya mahal², giman kalo kita makan diiii.... " ucap novi menggantung ucapan nya dan mencari pedagang pinggiran, dan ia melihat ada sebuah gerobak di seberang jalan sana yang berjualan bakso


"disana" lanjut novi menunjuk ke arah tukang bakso itu


"apa kau yakin?" tanya rizky memastikan karena tak percaya bahwa novi lebih memilih makan makanan pinggir jalan dari pada makan di restaurant bintang 5 yang sudah di depan mata, mungkin kalau mereka akan membayar masing² itu masuk akal untuk rizky, tapi ini.. novi hanya tinggal duduk manis dan memesan apapun yang di ingin kan nya tanpa perlu memikir kan pembayaran malah ia tolak, dan lebih memilih makan makanan di pinggir jalan yang belum tentu higienis

__ADS_1


dan tanpa aba² novi langsung menarik tangan rizky dan menyeret nya untuk ke tempat bakso yang di tuju dan saat sampai


"mang bakso nya dua ya" pesan novi


"yang biasa atau spesial neng?" tanya tukang bakso nya


"biasa" jawab novi


"spesial" jawab rizky secara bersamaan, lalu novi melirik rizky dengan tatapan tajam nya dan rizky hanya menghela nafas pasrah


"jadi yang biasa atau yang spesial nih neng?" tanya mamang


"yang biasa aja mang" jawab novi


setelah memesan kedua nya mengambil kursi dan dusuk bersebelahan di tempat yang agak jauh dari keramaian pembeli lain nya


"kenapa makan disini?" tanya rizky memecah keheningan


"lebih enak" jawab novi singkat


"tentu saja lebih enak makan di restaurant, sudah makanan nya enak, tempat nya nyaman dan... " belum selesai ia bicara langsung di potong oleh novi

__ADS_1


__ADS_2