
sentara didalam kamar, irza sibuk memain kan hp nya dan memeriksa e-mail nya mungkin saja ada pekerjaan yang harus ditangani. meskipun ia sudah menyerah kan semua itu pada orang kepercayaan nya yang merupakan sepupu sekaligus asisten nya sendiri, yaa dihari pernikahan irza, gavin tidak datang karena ia ada urusan diluar kota untuk menggantikan bos sekaligus sepupu nya untuk melakukan pertemuan dengan klien yang sangat penting.
"mas sarapan nya udah siap" ucak adel berdiri di depan sofa yang diduduki irza, irza mendongak kan kepala dan bertemu dengan manik mata sang istri
"iya, ayo kita sarapan" ajak nya
dan mereka pun kini tengah menikmati makanan di meja makan, dan irza memakan makanan nya dengan sangat lahap karena memang masakan sang istri sangat enak, dan adel yang melihat itu pun menegur nya
"mas pelan² ntar keselek loh"
"iya sayang" ucap nya tanpa sadar dan itu berhasil membuat adel tersipu and blushing
setelah itu irza baru menyadari perkataan nya
"maaf" ucap nya kikuk "aku tidak bermaksud...
"ngga papa ko mas, aku mengerti"
dan mereka kembali menikmati makanan dengan tenang. setelah makan, mereka duduk di taman belakang dengan bangku yang sama
__ADS_1
"kamu belum pernah pacaran kan?" tanya irza memastikan dan hanya dijawab anggukan oleh adel
"kalau gitu gimana kalo kita memulai hubungan pendekatan kita dengan pacaran?"
tanya irza
dan yang ditanya hanya menunduk untuk menyembunyikan wajah nya yang merah menahan malu dan bingung harus menjawab bagaimana karena ia belum pernah pacaran sama sekali
"hei.. kenapa menunduk? kau tak suka aku ajak pacaran?" tanya irza lagi yang dijawab gelengan oleh adel masih denag kepala menunduk
"lalu?"
mendengar itu irza terkekeh, bagaimana mungkin istrinya sepolos itu bahkan tidak tau harus menjawab apa? astagaaaa
"kau tinggal bilang ya atu tidak"
"na'am" ucap adel, namun irza bingung tak mengerti dengan perkataan istrinya
"maksudnya" dia fikir istri nya menolak nya karena dari tadi adel tidak mengangkat kepala nya
__ADS_1
mendengar penuturan sang suami yang menyirat ketidak mengertian nya akhir nya adel mengangkat kepala nya dan menatap manik mata suami nya karena dia tidak percaya bahwa suami nya tidak bisa mengartikan bahasa arab sesimpel itu, dan yang ia lihat adalah raut wajah bingung dan sedih
"apa kau sungguh tak mengerti?" tanya adel
"maafkan aku, kalau aku terlalu memaksamu" ucap irza semakin mersa bersalah karena ia berfikir adel benar² marah diajak pacaran
seakan mengerti adel langsung menyakan intinya yang tidak akan membuat suami nya bingung
"mas ridak mengerti sekit pun bahasa arab?" tanya nya
dan yang ditanya menyernyit kan dahi nya karena makin bingung dengan pertanyaan sang istri
adel menghela nafas dan mengerti bahwa suaminya ini tidak faham dengan apa yang i ucapkan "na'am itu artinya iya mas" jawab adel dengan lembuat"
mendengar itu mata irza langsung berbinar dan dengan refleks langsung menggenggam tangan adel, adel kaget dengan perlakuan sang suami yang memegang tangan nya. irza yang mengerti langsung melepas kan genggaman tangan nya dari tangan sang istri
"maaf, aku refleks tadi" kata irza tersenyum kikuk
"i..ya ga papa" ucap adel terbata karena masih syok dengan perlakuan suami nya
__ADS_1