
"kau pasti kakak ipar, oh ya tuhan sepupu ku itu memang pandai sekali dalam hal memilih pasangan, lihat dia mendapat kan bidadari seperti ini sebagai istri nya" ucap gavin
adel yang mendengar gavin memanggil nya kakak ipar menjadi bingung dan menyernyit kan dahi nya, karena setau adel irza itu adalah anak tunggal dan gavin mengerti akan kebingungan kakak ipar nya
"aku GAVIN PUTRA ADITAMA aku adalah sepupu sekaligus asisten dan orang kepercayaan bapak IRZA PUTRA DIRGANTARA" ucap nya sombong
dan ia tidak menjulur kan tangan nya untuk berkenalan karena ia tahu pastu uluran tangan nya akan di tolak karena melihat dari pakaian kakk ipar nya yang syar'i dan sudah pasti ia tidak akan membalas uluran tangan nya. karena gadis yang ditemui nya di bandara saja tidak mau membalas uluran tangan nya padalahal perempuan itu belum syar'i apalagi kakak ipar nya ini yang pakaian nya sudah syar'i fikir gavin
"kau itu tidak perlu menyombong kan diri di depan istri ku" ucap seseorang dari belakang adel yang tak lain adalah irza
"Hi brother, oh ayolah hanya karena aku menuji kakak ipar ku ini dengan sebutan bidadari kau cemburu?" tanya gavin tanpa dosa "apa aku akan di biarkan disini hingga kaki ku berakar?" tanya gavin
__ADS_1
"sampai kau bertunas dan berbuah pun itu tak masalah untuk ku" canda irza
dan langsung memeluk sepupu nya itu dengan pelukan khas laki² dan adel yang melihat ke akrab an suami dan adik ipar sepupu nya pun tersenyum
"hei.. kakak ipar kau jangan tunjukan senyum mu itu di depan ku, kalau tidak suami mu yang cemburuan ini akan cemburu lagi pada ku" ucap gavin melirik irza yang dijawab tatapan tajam dari irza
"ahh sudah lah ayo silahkan masuk" ucap adel
"silahkan diminum mas, adik ipar"
"ohh terima kasih kakak ipar, tapi aku rasa kau tidak perlu memanggil ku dengan sebutan adik ipar seperti itu, kau sebut saja namaku" ujar gavin
__ADS_1
"baiklah gavin silahkan diminum teh nya" ucap adel dan langsung berjalan menuju dapur kembali untuk melanjut kan pekerjaan nya yang tertunda karena kedatangan gavin tadi
lama hening dan tidak ada pembicaraan di ruang tamu "apa kau yakin akan melepas kan nya?" tanya gavin
yaa gavin mengetahui semua nya tentang irza, termasuk niat irza untuk menikahi adel yang hanya untuk keuntungan bisnis nya
"aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nya, dan dia adalah sosok yang selama ini aku cari. dia cantik, baik, ramah, sederhana, dan yang pasti dia tidak matre seperti perempuan² yang mendekatiku selama ini" jawab irza
"aku bisa melihat itu, kakak ipar ku itu memang sangat cantik dan ramah" ucap gavin "lalu bagaimana dengan surat perjanjian pernikahan yang kau buat?" tanya gavin
yaa awal nya irza hanya ingin menikah kontrak dengan adel, tapi setelah melihat ketulusan adel ia mengurung kan niat nya itu, karena melihat semua ketulusan adel untuk menikah dengan nya
__ADS_1
"aku belum sempat membuat nya, dan aku tidak akan pernah membuat nya" ucap irza dan dijawab anggukan oleh gavin