Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
48


__ADS_3

"sebenar nya, aku sudah merasa kan perasaan ini sejak kita bertemu di taman rumah sakit waktu itu, tapi aku belum yakin bahwa perasaan ini adalah cinta. aku takut perasaan ini hanya lah nafsu semata yang dibuat oleh syaitan.


setelah pertemuan itu aku selalu memikir kan kamu setiap waktu, sampai akhir nya aku melakukan shalat istikharah untuk memantap kan hati ku, dan ternyata benar perasaan ini adalah cinta, tapi aku belum yakin untuk mengungkap kan nya.


aku jatuh cinta dengan perlakuan lembut mu kepada ara, dan aku melihat kebahagiaan di wajah ara saat bersama kamu. dari situ lah aku mulai memberani kan diri ku untuk mengungkap kan ini semua" ucap habib


"mau kah kau menjadi istri ku, membangun rumah tangga dengan ku, menjadi ibu dari ara dan anak² ku kelak?" tanya habib


novi pun langsung menangis mendengar penuturan tulus dari habib. ia sangat bahagia karena ternyata cinta nya tak bertepuk sebelah tangan, karena sejujur nya ia juga sudah mencintai habib. entah sejak kapan rasa itu hadir, ia pun tidak tahu.


novi tak mampu berkata² untuk menjawab pernyataan cinta habib, ia pun hanya menjawab dengan anggukan


habib yang melihat anggukan dari novi pun tersenyum senang. mereeka pun saling melempar senyum, dan setelah itu kedua nya menunduk kembali untuk menjaga pandangan

__ADS_1


...****************...


besok adalah hari pernikahan novi dengan habib yang akan di adakan secara sederhana karena memang itu adalah keingin mereka berdua.


kini dona dan adel sedang menunggu novi di ruang tamu rumah adel, karena memang mereka bertiga janjian akan bertemu untuk sekedar mengobrol hari ini


"assalamu'alaikum" ucap seseorang dari luar rumah


"wa'alaikum salam" jawab adel dan dona serempak


saat novi masuk kedalam rumah adel. ara langsung berlari menuju dona dan memanggil dona


"bunda" ucap ara

__ADS_1


dona yang tadi sedang menunduk karena mengelus perut nya di kejut kan dengan suara anak kecil yang seperti di kenal nya. ia mendongak dan melihat ara yang berlari ke arah nya, dona langsung merentang kan tangan untuk memeluk ara


adel dan novi yang melihat hal itu pun merasa heran, bagaimana ara bisa kenal dengan dona, dona yang melihat raut kebingungan dari wajah kedua sahabat nya itu, segera melerai pelukan nya dengan ara dan menjelas kan tentang pertemuan dengan ara


novi dan adel pun mengerti karena memang mereka tahu bahwa dona sangat sayang kepada anak kecil.


setelah itu mereka berbincang tentang semua hal, setelah cukup lama berbincang akhir nya novi pamit pulang lebih dulu


"bunda, ara pulang dulu ya" pamit ara kepada dona dan adel


"iya sayang, hati² jagain umi nya jangan samapai lecet, kalo lecet nanti di marahin abi" ucap dona menggoda novi


"siap bunda" jawab ara

__ADS_1


setelah berpamitan kpada kedua sahabat nya, kini novi menuju kerumah habib terlebih dahulu untuk mengantar kan ara, setelah itu novi pamit untuk pulang kerumah nya dengan mengguna kan taksi


__ADS_2