Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
32


__ADS_3

adel langsung melepas pelukan suami nya dan menatap suami nya dengan tatapan tajam "lalu wanita itu?" tanya adel


"aku tidak kenal sayang, sungguh. aku hanya menjawab pertanyaan nya tadi karena merasa tidak enak saja" jawab irza


adel melihat kesungguhan suami nya dalam mengatakan itu, dan ia pun meyakin kan hati bahwa suami nya tidak mungkin mencintai wanita lain seperti dalam fikiran nya tadi


"sayang, apa kau tidak mau memakan rujak itu?" tanya irza sambil menujuk rujak yang ada di atas meja sofa di depan mereka dengan ekor mata nya


"tentu saja aku mau, sebenar nya dari tadi aku sangat mengingin kan nya tapi karena aku lagi ngambek jadi aku tahan deh, gensi" ucap adel


irza yang mendengar penuturan istri nya pun terkekeh, ia dia sangat menyukai sifat istri nya yang seperti ini memang, yang selalu berkata jujur walaupun kenyataan itu sedikit memalukan menurut irzašŸ˜‚


setelah itu ia pun menyuapi istri tercinta nya memakan rujak yang tadi ia beli sambil sesekali mengusap perut istri nya yang masih rata. setelah makan rujak dan membersihkan tubuh serta menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim, kini kedua nya sudah berbaring di tempat tidur

__ADS_1


"good night honey" ucap irza seraya mengecup dahi dan perut istri nya. mereka pun langsung tertidur


...****************...


5 bulan kemudian


belum ada kelanjutan dalam hubungan antara novi dan rizky, malah dalam seminggu ini rizky tidak mengabari nya sama sekali. biasa rizky akan sangat perhatian kepada novi, namun seminggu ini novi benar benar seperti kehilangan sosok rizky yang biasa nya selalu mengganggu nya untuk hanya sekedar mengingat kan nya untuk makan tepat waktu, karena rizky tahu bahwa novi sering telat makan saat sedang sibuk.


novi akui ia sudah mulai mencintai rizky karena melihat kekonyolan rizky yang selalu bisa membuat nya tertawa, dan mungkin juga karena mereka selalu bersama selama lima bulan ini


di sebuah kamar


seorang pria kini tengah terduduk dilantai kamar nya dan mengacak² rambut nya frustasi. ia bingung harus mengambil sikap atas masalah nya ini, di satu sisi ia sangat menyayangi ibu nya namun di sisi lain ia juga sangat mencintai wanita yang sudah di kenal nya selama kurang lebih lima bulan terakhir.

__ADS_1


flash back


saat di kantor rizky mendapat telpon dari papa nya yang mengabar kan bahwa mama nya kini tengah di rawat di rumah sakit milik keluarga nya. mendengar itu rizky langsung berangkat menuju rumah sakit, dan saat sampai di ruang rawat mama nya, ia melihat mama nya terbaring lemah di kasur pasien


"ma, mama kenapa ma?" tanya rizky langsung mendekati mama nya dan duduk di kursi samping brangkar pasien


"mama tidak apa sayang, mama hanya kecapean" ucap sang ibu


"penyakit mama mu kambuh" ucap seorang pria yang baru saja masuk ke ruang rawat ibu nya


"ma, aku kan udah bilang jangan terlalu banyak fikiran, jangan pernah beban kan fikiran mama dengan fikiran² yang ga penting, apalagi kalau sampai bisa menbuat penyakif mama kamubuh seperti ini" nasehat gavin


selama ini gavin sendirilah yang menangani pengobatan mama nya, karena gavin selain menangani perusahaan keluarga nya, ia juga mengurus rumah sakit keluarga nya. dan karena ia mengurus sebuah rumah sakit jadi ia harus tau setidak nya sedikit tentang dunia medis jadi ia mempelajari itu semua secara otodidak dari dokter senior yang bekerja di rumah sakit itu, sehingga ia sanggup menangani penyakit mama nya sendiri

__ADS_1


__ADS_2