Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
30


__ADS_3

"mamang nya sudah datang, jangan sampai ia mendengar perkataan kamu dan ia tersinggung" ucap novi yang melihat mamang bakso mendekat


"ini neng bakso nya, hati² masih panas" ucap mamang


"ia mang, makasih" ucap novi tulus


"sama² geulies, mamang do'a kan lah pokok nya mah semoga si eneng sama si aden teh langgeng, adem kitu ngeliat nya" ucap mamang lagi


"aamiin" jawab rizky dan langsung mendapat tatapan tajam dari novi


mamang langsung kembali ke grobak nya untuk kembali meracik bakso, karena lelanggan yang lain nya ribut minta dibuat kan segera


novi dan rizky makan dengan sesekali mengobrol


"aku rizky" ucap rizky sambil menikmati bakso nya yang benar² enak rasa nya


"novi" ucap novi singkat


"kenapa kamu ga mau makan di restaurant tadi? terus beli bakso nya malah yang biasa kayak gini, bukan yang spesial" tanya rizky penasaran


novi langsung melirik ke arah rizky

__ADS_1


"restaurant itu bintang 5 jadi sudah pasti penghasilan mereka selalu mencapai target dan bahkan mungkin melebihi dari target, dan yang pasti makanan di sana mahal². sedangkan pedagang pinggiran seperti mamang ini belum tentu penhasilan nya mencapai target, iya kalau ini usaha nya sendiri tapi kalau dia hanya menjalan kan usaha orang lain bagimana? dia harus mencapai trget untum storan dengan bos nya dan juga harus menyisih kan untuk keluarga nya" ucap novi


mendengar jawaban novi rizky tersenyum simpul dan yakin akan pilihan nya untuk mengenal novi lebih dalam


"lalu bakso ini, kenapa tidak pesan yang spesial saja?" tanya rizky kembali dengan masih mengunyah bakso nya


"apa beda nya yang biasa dengan spesial? hanya mungkin beda di porsi nya saja, untuk yang spesial sedikit lebih banyak, dan di tambah dengan kerupuk saja" jawab novi "kalau yang biasa saja bisa mengenyang kan kenapa harus beli yang spesial" sambung novi


dan lagi² rizky tersenyum mendengar jawaban novi, yang memikir kan segala susuatu nya sebelum bertindak.


setelah selesai makan bakso kini kedua nya akan membayar bakso nya, novi hendak mengeluar kan uang dari dompet nya namun di tahan oleh rizky


"biar aku aja yang bayar" ucap rizky dan novi hanya pasrah membiar kan rizky yang membayar nya


" ini terlalu banyak den" si bapak hanya mengambil uang 100.000 dan hendak memberikan kembalian nya


"tidak pak, saya ikhlas memberikan ini untuk bapak, semoga ini bisa berguna untuk bapak & keluarga bapak" ucap rizky tulus


dan novi bisa melihat ketulusan rizky terhadap tukang bakso itu


"terima kasih nak, bapak do'a kan semoga di murah kan rezeki nya serta di panjang kan jodoh nya sama si eneng geulies"ucap mamang sembari mengambil uang pemberian rizky

__ADS_1


"aamiin, mari pak" pamit rizky


setelah kini rizky akan mengantar kan novi untuk pulang ke kontrakan nya, dan saat di jalan mereka saling berbincang dan novi yang melihat bahwa rizky tidak seburuk yang ada di fikiran nya pun mulai melembut kan ucapan nya


"alamat kontrakan kamu dimana?" tanya rizky


"jalan x" ucap novi singkat namun sedikit lembut


"ehm, nov boleh ga aku mengenal kamu lebih dalam?" tanya rizky to the point


dan novi yang mendengar pernyataan rizky pun langsung menyernyit kan dahi "maksud nya?" tanya novi


"saya ingin men ta'aruf kamu untuk lebih mengenal ke pribadian kamu" ucap rizky melirik kearah novi


dan saat mata kedua nya bertemu deg.. jantung mereka seakan berpacu dengan kecepatan 100km/detik. dan mereka sama² salah tingkah, dan rizky kembali fokus mengendarai mobil nya


novi bingung harus menjawab apa


"jika ini adalah jawaban mu atas do'a ku maka permudah lah ya allah" batin novi


"bagaimana?" tanya rizky memecah lamunan novi

__ADS_1


"i.. iya" ucap novi sambil sedikit menunduk


^^^ ^^^


__ADS_2