Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
22


__ADS_3

saat sudah selesai melaksanakan shalat maghrib, kedua nya kini bersiap² untuk menuju tempat yang telah di siap kan oleh anak buah irza. dan adel pun tidak banyak bertanya kepada suami nya


saat sampai di sebuah restaurant bintang lima yang terjenal di kota itu mereka langsung masuk dengan bergandengan tangan. dan saat tiba di dalam mereka langsung di arah kan pelayan untuk menuju lantai teratas di restaurant itu, yang pastinya memang sudah di siap kan oleh anak buah irza


saat tiba di lantai atas adel terpesona dengan dekorasi yang ada di depan matanya itu, sebuah pemandangan kota yang terlihat jelas dari lantai atas ini, dua kursi yang saling berhadapan dengan setngkai mawar merah di atas meja, dan lilin yang berjejer rapi di samping kiri & kanah jalan untuk ke meja makan itu


"mas" ucap adel berkaca² karena tak menyangka bahwa suami nya akan melakukan hal romantis semacam ini untuk nya


"kamu suka sayang?" tanya irza dijawab anggukan oleh adel


dan seketika irza berlutut dihadapan istri nya dan mengeluar kan kotak yang berisi cincin dengan berlian yang berkilau sebagai permata nya.


"aku mungkin bukanlah laki² yang romantis seperti di film² romansa tapi aku akan selalu membuat mu bahagia di setiap hembusan nafas mu, mengiringi setiap tawa mu, dan menyayangi mu hingga tak ada yang dapat memisah kan kita selain maut" ucap irza


"ana uhibbuki fillah (aku mencintai mu karena allah)" lanjut irza seraya mengadah kan kelala menatap manik istri nya

__ADS_1


dan adel menangis mendengar penuturan tulus suami nya, irza langsung beranjak dari berlutut nya dan menghapus air mata istri nya dengan lembut.


"ana uhibbuka fillah mas" ucap adel seraya memeluk suami nya, dan kembali menetes kan air mata bahagia


dan malam itu mereka melalui malam yang indah di serati dengan tangis haru dari kedua nya


...****************...


ditempat lain


tiba² di jalan ia melihat seseorang yang sangat ia kenali tengah berjalan sendirian dan ia berniat untuk memberi tumpangan kepada gadis itu, tapi ia kembali berfikir bahwa dona sudah memiliki suami dan ia tidak ingin jadi orang ketiga dalam keluarga dona dan ia berniat mengabaikan dona, namun jiwa sosial nya menentang untuk membiar kan seorang perempuan berjalan sendiri saat malam hari


akhir ia memberhentikan mobil nya tepat di samping dona, dan langsung menyuruh dona masuk, dona awal nya menolak untuk ikut dengan gavin karena tidak ingin berduaan di dalam satu mobil dengan pria yang baru di kenal nya beberapa hari yang lalu. namun akhir karena melihat malam semakin larut ia terrpaksa ikut dengan gavin, karena takut terjadi sesuatu yang buruk padanya.


lama hening hingga dona membuka pembicaraan

__ADS_1


"terima kasih" ucap nya seraya menunduk


melihat itu gavin menyernyit kan dahi nya


"untuk?" tanya nya


"untuk taksi yang waktu di bandara, dan untuk tumpangan nya malam ini" jawab nya masih dengan kepala menunduk, gavin hanya diam


"maaf" ucap dona lagi semakin menunduk


dan itu sukses membuat gavin menghentikan mobil nya dan melihat ke arah dona


"maaf untuk apa?" tanya gavin mulai lembut, pertahanan nya untuk menjauhi dan mendiam kan dona menjadi runtuh saat melihat dona seperti ini


"maaf mungkin aku berbuat salah" ucap dona dengan terisak

__ADS_1


__ADS_2