
novi yang saat ini berada di kamar nya langsung menangis sejadi jadi nya.
sebenar nya ia ingin sekali menjadi egois dengan memaksa rizky menolak perjodohan nya. namun jauh di dalam lubuk hati nya, novi masih memikir kan orang tua rizky. karena jika saja hal serupa menimpa nya yaitu orang tua nya menjodoh kan nya dengan pilihan mereka, mungkin ia juga lebih memilih menuruti permintaan orang tua nya itu.
saat sudah lelah dengan tangis nya, novi mencoba memejam kan mata untuk mengistirahat kan tubuh dan fikiran nya namun tak bisa. ia tak bisa terpejam karena masalah yang saat ini menimpa nya
namun ia terus menerus mencoba untuk tidur, dan akhirnya kini ia tertidur lelap masuk ke alam mimpi nya
keesokan hari nya
gavin dan dona langsung bersiap² dan mengemasi barang mereka untuk kepindahan mereka ke rumah baru, yang merupakan hadiah pernikahan dari irza dan adel, yang tepat bersebelahan dengan rumah adel dan irza
gavin yang sedang fokus dengan hp nya dan melihat e-mail yang masuk ke hp nya
"mas, udah siap nih, ayo jalan" ajak dona
gavin langsung mendongak dan melihat istri nya sudah siap dengan 2 koper yang berjejer di samping nya. gavin pun langsung dengan sigap mengambil alih 2 koper tersebut untuk di bawa menuju mobil.
setelah kedua nya masuk ke mobil dengan gavin yang mengemudi kan. kini kedua nya telah sampai di rumah baru mereka, mereka langsung turun dan adel yang kini tengah menyirami tanaman di depan rumah nya pun melihat kedatangan sepasang pengantin baru itu karena rumah mereka bersebelahan, hanya terhalang oleh pagar besi saja.
__ADS_1
adel yang melihat pasangan pengantin baru itu sampai ia langsung masuk ke dalam rumah nya untuk mengajak suami nya mengunjungi rumah sahabat sekaligus tetangga nya itu
"mas, tau gak? kita udah punya tetangga baru loh" ucap adel
"oh" jawab irza
"kok cuma oh sih?" tanya adel kesal
"lalu? aku harus jawab apa sayang?" tanya irza bingung "apa aku harus ke kantor kelurahan sekarang dan mengumum kan bahwa kita punya tetangga baru?" jawab irza dengan polos nya
"iya, kalau perlu kamu pergi ke gedung negara sana, sekalian umumin disana biar satu negara ini tau" jawab adel kesal
"assalamu'alaikum" adel
dona dan gavin yang kini sedang berada di kamar untuk menyusun pakaian mereka di kejut kan dengan suara bel dan salam dari seseorang
"mas, siapa ya yang bertamu sepagi ini?" tanya dona
"ga tau sayang, tapi coba kamu liat dulu deh, biar aku yang lanjutin nyusun baju nya" ucap gavin
__ADS_1
dona langsung berjalan keluar dan membuka pintu "selamat pagi pengantin baru" sapa adel saat pintu sudah terbuka
"wa'alaikum salam, ehh kamu del, ayo silahkan masuk. " ajak dona
adel dan dona pun masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu
"wah perut kamu makin besar aja ya din" ucap dona sraya mengelu² perut adel
"iya alhamdulillah, dia sekarang udah aktif banget. bahkan udah bisa nendang" ucap adel sambil tersenyum
"oh ya?" ucap dona antusias "memang nya sudah berapa umur nya?," tanya dona
"udah jalan delapan bulan" ucap adel
"tapi kok masih kecil ya, kayak masih umur 5 bulang" ucap dona
"ya liat juga emak nya dong, masa emak nya kecil gini kandungan nya gede. kan ga mungkin" jawab adel dan dijawab kekehan oleh dona
setelah lama berbincang dengan dona, kini adel pamit untuk pulang ke rumah nya
__ADS_1