
...****************...
Dirumah irza dan adel
"assalamu'alaikum" ucap kedua nya saat memasuki rumah baru mereka
dan langsung berjalan mendekati kamar, kemudian irza membuka pintu kamar dan mempersilahkan adel untuk masuk
"silahkan" ucap irza
"makasih mas" ucap adel malu² yaaa ini adalah pertama kalinya bagi adel berada dalam satu kamar yang sama dengan pria selain dari ayah dan kakak nya. dan sudah masuk kamar kedua nya terpesona dengan dekorasi yang disuguhkan dikamar mereka.
__ADS_1
dan setelah itu mereka berdua langsung membersihkan tubuh masing². setelah membersigkan tubuh kedua nya kini tengah duduk di tempat tidur
"kamu capek?" tanya irza membuka percakapan
"lumayan mas, abisnya tamu nya tadi banyak banget"
"aku boleh tanya sesuatu?" tanya irza yang dijawab anggukan oleh adel
"sejak MAN (sederajat dengan sma) mas" masih tetap menunduk
"apa kamu pernah pacaran?" tanya irza lagi yang dijawab gelengan kepal oleh adel, seketika senyum terbit dibibir irza namun tidak dilihat oleh adel karena ia masoh saja menunduk, ya irza begitu senang setelah mengetahui hal itu karena tak bisa ia pungkiri ia benar² jatuh cinta pada pandangan pertama kepada adel "kenapa?" kini irza memberanikan diri untuk bertanya lebih dalam
__ADS_1
adel mengangkat kepala dan menatap manik suaminya dan menyernyit kan dahi seakan bertanya kenaa apanya. dan irza yang mengerti langsung membenahi pertanyaan nya
"kenapa kamu ga pacaran" tanya irza
"aku bukan orang yan baik mas, aku hanyalah manusia yang berlumur dosa. aku memutus kan untuk ga pacaran karena beberapa hal, salah satu nya karena bapak. saat aku tahu hukum bagi seorang bapak yang anaknya pacaran aku ngeri untuk membayang kan nya mas, aku gabisa membayangkan bapak menanggung siksaan karena aku, dan dari situlah akhirnya aku memutuskan untuk tidak berpacaran" ucap nya seraya menarik nafas
"itu saja?" tanya irza sambil melihat kearah istri nya
"aku ingin memberikan segalanya hanya untuk suamiku" kata adel malu dan irza jangan ditanya dia sangat senang mendengar hal itu
"aku berfikir ingin memberikan yang spesial untuk suami ku, maka dari itu aku menjaga seluruh tubuh ku dengan gamis dan jilbab yang selalu ku pakai. sebenar nya ini semua bermula dari perjanjian ku dengan teman² ku,bahwa kami tidak akan pernah pacaran samai kami menginjak kelas XI SMA. tapi itu semua cuma janji belaka aku rasa cuma aku yang menepati janji itu, mereka semua berpacaran diam² tanpa sepengetahuan yang aku tapi akhirnya ku tau juga. saat itu kami membuat perjanjian saat kami kelas VIII MTs kami membuat perjanjian di teras kelas dan disana ad kami 8 orang yang sling berjanji, tapi ga lama setelah itu kabar menyebar kalo salah satu dari mereka berpacaran dan itu membuat yang lain (7 orang lainnya) juga ikut mengingkari janji" jelas nya sembari menunduk
__ADS_1
"aku masih tetap pada pendirianku untuk tisak pacaran, karena memang menurut aku itu semua ga penting, hingga aku bisa bertahan untuk tidak berpacaran. dan saat aku lanjut sekolah di MAN aku pernah naksir dengan seseorang, dan menurut kabar angin dia juga menyukai aku, tapi dia ga pernah menyatakan itu semua. walaupun sebenarnya meskipun dia menyatakan perasaan nya aku mungkin akan tetap menolak nya dengan alasan yang sama yaitu perjanjian. dan setelah aku kelas XI masa perjanjian itu udah habis, perjanjian itu ga lagi berlaku tapi aku tetap memutus kan untuk tidak berpacaran. namun, saat itu aku belum memakai jilbab dengan sempurna aku masih lepas pake jilbab, sampai akhirnya aku malu sendiri dengan diri ku" lanjutnya seraya menetes kan air mata