Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
42


__ADS_3

namun irza masih bingung, bagaimana bisa naomi masuk kesana.


hingga seorang suster mengatakan kepada naomi bahwa "semua nya sudah siap dok" dan itu membuat irza mengerti bahwa naomi adalah dokter yang di tunggu nya


naomi langsung mendekati brangkar adel dan memberi arahan kepada adel, tidak lama setelah itu langsung terdengar suara tangis bayi memenuhi ruangan bahkan tangis nya terdengar sampai ke luar dan di dengar oleh novi beserta yang lain nya. memang saat naomi melihat pembukaan adel dan ternyata sudah sempurna, maka dari itu tidak butuh waktu lama untuk anak itu lahir


"anak anda laki² tuan" ucap naomi


mendengar itu irza langsung menghujani wajah istri nya dengan kecupan lembut, karena istri nya itu sudah memberikan nya seorang anak, dan yang lebih membahagia kan lagi adalah ternyata anak nya itu laki². irza & adel memang sengaja tidak melakukan usg pada saat kehamilan karena ingin hal ini menjadi surprise fikir mereka


"selamat nyonya dan tuan, kalau begitu saya permisi" ucap naomi seraya menyerah kan bayi irza untuk di gendong oleh ayah nya, irza menggendong putra nya itu dengan sangat hati².


irza langsung mengazani putra nya itu sambil menetes kan air mata bahagia, begitu pula dengan adel yang juga merasakan bahagia karena kini keluarga telah terasa lengkap dengan hadir nya sang buah hati

__ADS_1


sementara di luar ruangan semua orang menanti kan sang dokter keluar karena ingin memastikan keadaan adel beserta anak nya. dan saat naomi keluar disana sudah ada 2 pasangan paruh baya yang di yakini naomi adalah ayah ibu dari irza dan adel


"bagaimana keadaan anak saya dok" tanya vani (ibu adel)


"selamat bu, anak dan cucu ibu lahir dengan selamat. nyonya adel sangat kuat menahan hingga pembukaan selesai tampa dokter, dan dengan tenang meskipun menahn sakit, dan bisa melahir kan putra nya dengan selamat" ucap naomi


"putra" ucap mereka serempak" dijawab anggukan serta senyum tulus dari sang dokter, dan mereka semua pun tersenyum senang bahkan ibu & ibu mertua adel nampak berkaca² mendengar penuturan dokter itu


novi yang melihat mereka pergi dengan bergandeng tangan pun merasakan sakit hati yang sangat dalam, namun ia menutupi itu dengan senyum palsu seolah ia baik² saja


dona yang mengerti akan perasaan teman nya itu pun mencoba menenangkan dengan mengusap punggung novi.


novi yang tak sanggup untuk berada disana pun pamit kepada dona, gavin serta orang tua & mertua adel untuk ke kantin, dona yang mengerti persaan sahabat nya yang mungkin ingin sendiri, membiar kan sahabat nya itu pergi.

__ADS_1


saat sedang berjalan menuju kantin novi tidak melihat seseorang yang berjalan di depan nya dengan tergesa² membawa kertas di tangan nya karena ia selalu menunduk untuk menyembunyi kan mata nya yang berkaca² ingin menumpah kan tangis nya


tiba² bugghhhh


novi langsung jatuh dan kertas yang tadi di bawa oleh laki² itu pun jatuh berserakan di lantai, novi yang merasa bersalah langsung memunguti semua kertas itu dan menyerah kan kembali kertas tersebut kepada pemilik nya.


"maaf, saya tidak sengaja" ucap novi seraya menyerah kan kertas itu


novi mendongak menatap wajah tampan yang ada di depan nya itu, dan sesaat setelah nya ia langsung menunduk kembali


"iya, tidak apa² saya juga salah, karena jalan terlalu tergesa². saya juga minta maaf" ucap laki² itu


setelah itu mereka langsung pergi ke tujuan masing²

__ADS_1


__ADS_2