Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
25


__ADS_3

Hari bahagia


setelah melalui lika liku yang panjang dengan kisah percintaan antara gavin dan dona


dan kini hari bahagia mereka pun tiba


didalam sebuah kamar hotel yang sudah di dekorasi menyerupai kamar pengantin ada tiga orang sahabat yang sedang asik dengan candaan mereka


"uhuy udah nikah aja lu pada, lah gua masih belum ada kepastian" ucap novi


"makanya hubungan itu ga perlu sampai bertahun² tapi ga ada kepastian, cukup kayak kita berdua ni, laki nya langsung ngasih kepastian dengan menikah" ucap dona


"iya.. iya yang udah mau nikah" ucap novi cemberut

__ADS_1


"udah², intinya untuk kamu nov aku harap suatu saat nanti kamu mendapat kan seorang pria yang menerima kamu apa ada nya. dan aku juga berharap kamu segera menyusul untuk meresmikan hubungan mu" ucap adel


"iya, emang kamu ga iri liat kita nikah? setelah menikah kan masih bisa dilanjut pacaran nya, dan bahkan lebih seru karena mau ngapa²in aja udah halal, dari pada pacaran 2 tahun tapi ga ada kepastian dan akhir nya di tinggalin" ucap dona


novi membenar kan ucapan kedua teman nya itu, ia memang pernah menjalin hubungan dengan yudi mantan pacar nya selama kurang lebih 2 tahun. namun percintaan kedua nya harus kandas karena orang ketiga.


"maaf ya nov kami ga maksud nyinggung perasaan kamu" ucap dona karena melihat teman nya itu menundukan kepala


dan ketiga nya pun berpelukan dan menetes kan air mata. mereka tersadar oleh suara seseorang


"maaf nyonya, pernikahan akan segera di laksanakan dan pengantin diharap kan menuju altar pernikahan ucap sang pelayan" dan langsung pergi


mereka bertiga langsung melerai pelukan dan mengusap air mata masing²

__ADS_1


dan ketiga nya turun kelantai bawah hotel tempat di adakan nya resepsi dengan dona di tengah, adel di sisi kanan, dan novi di sisi kiri


saat mereka bertiga turun, seluruh mata tertuju pada mereka tak terkecuali gavin yang tak berkedip melihat calon istri nya menuruni tangga dengan anggun nya, dengan balutan gaun putih dan hijab nya.


begitu pun dengan irza yang melihat istri nya turun ia menyungging kan senyum tulus nya saat melihat sang iatri yang mengena kan pakaian keluarga berwana cream dengan jilbab besar yang menutupi kepala hingga tubuh nya dan yang tambah membuat ia bahagia adalah karena istri nya kini tengah mengandung anak pertama nya.


sebenar nya saat mendengar istri nya meminta izin untuk mendampingi dona teman nya, irza tidak memberikan izin, tapi karena melihat raut kesedihan yang sengaja di tampil kan adel, akhir nya ia pun menberi izin dengan catatan harus hati², apalagi saat menuruni tangga yang kini tengah di lewati sang istri


di sudut ruangan yang sama seseorang juga tak berkedip saat melihat ke arah tangga, bukan terpana dengan kecantikan pengantin, melain kan ia terpana melihat seseorang yang menemani pengantin wanita itu menuruni tangga.


seseorang dengan penampilan yang berbeda dari kedua teman nya, dengan rambut yang di cepol asal dengan sedikit hiasan bunga melati di sekita kepala nya yang membuat nya kelihatan elegan dan cantik. dan dia adalah novi


pria itu memandangi novi dengan senyum yan tak pernah luput dari wajah tampan nya, ia terpesona pada kecantikan novi dan ia berniat untuk mengenal novi lebih dalam.

__ADS_1


__ADS_2