Cinta Sang Muslimah

Cinta Sang Muslimah
47


__ADS_3

habib yang melihat ibu nya rapuh, segera menenangkan ibu nya.


"ma ikhlasin abang ma biar abang dan kakak ipar bahagia disana" ucap habib


"bang aku janji, aku akan jaga ara dengan nyawa ku. dan aku janji akan menyayangi nya seperti anak ku sendiri" batin habib


flash back off


novi yang mendengar cerita habib pun menagis dan ia menjadi kasihan kepada ara. anak seumur ara yang seharus nya mendapat kan kasih sayang orang tua nya, namun tidak dengan ara, ia kehilangan kasih sayang itu. walaupun habib dan mama rosa begitu menyayangi nya, namun jelas kasih sayang itu berbeda dari kasih sayang orang tua kandung.


"kasian ara, harus nya di usia nya sekarang ini ia bisa merasakan kasih sayang penuh cinta dari kedua orang tua nya, tpi ara malah menjalani tkdir seperti ini" ucap novi seraya menghapus air mata nya


"iya, maka dari itu aku harus berperan sebagai ayah serta ibu untuk ara" ucap habib


novi langsung menatap habib


"kenapa? bukan kah ada ibu rosa yang menjadi sosok ibu untuk ara?" tanya novi


habib menghela nafas untuk menahan tangis nya karena mengingat kesedihan yang terjadi dalam keluarga nya

__ADS_1


"ibu sudah meninggal 3 bulan yang lalu" ucap habib


novi pun merasa tidak tega melihat habib yang terlihat begitu rapuh


"maaf" ucap novi "semoga ibu di tempat kan di syurga-NYA" ucap novi


"aamiin, terima kasih" jawab habib


"emm..apa ara boleh memanggil kamu umi seperti yang tadi ia ucap kan?" tanya habib hati² "karena mungkin itu akan sedikit membuat ara lebih senang," sambung habib


"tidak masalah" ucap novi


novi berpamitan kepada ara untuk pulang, awal nya ara menolak, karena ia tak ingin pisah dengan novi. tapi novi meyakin kan ara bahwa mereka pasti akan bertemu lagi. akhir nya ara pun mengizin kan.


...****************...


setelah pertemuan novi dan ara di rumah sakit. akhir nya banyak pertemuan² selanjut nya, baik yang terencana maupun tidak terencana


dari pertemuan itu habib dan novi pun kian dekat, karena mereka selalu bersama untuk bermain bersama dengan ara layak nya keluarga kecil yang bahagia.

__ADS_1


saat ini mereka berada di taman dengan ara yang tengah tertidur di pangkuan novi karena kelelahan bermain. tak lama habib datang menghampiri novi dan ara


"maaf, kalau ara menyusah kan mu" ucap habib seraya duduk di samping novi namun dengan jarak yang agak jauh


"tidak apa, aku malah senang bisa berbagi kebahagiaan dengan ara" ucap novi seraya membelai rambut kepala ara yang terbalut kerudung


lama diam, akhir nya habib kembali membuka suara


"mm.. nov, kamu..... eh aku boleh ngomong sesuatu sama kamu?" tanya habib


"apa? ngomong aja ga papa kok" jawab novi tanpa melihat habib


habib langsung menoleh ke arah novi


"aku... aku jatuh cinta sama kamu" ucap habib


novi yang mendengar pernyataan habib, langsung menoleh arah habib. novi mencari kebohongan akan ucapan habib, namun ia tak menemuka kebohongan itu, yang ia temukan adalah ketulusan dari habib


"maksud kamu?" tanya novi, novi sebenar nya mengerti dengan perkataan habib tadi. namun ia menanyakan maksud dari perkataan habib karena ia masih belum percaya dengan itu. bagaimana mungkin habib bisa mencintai nya dalam waktu yang singkat

__ADS_1


habib melihat novi yang seakan tidak percaya dengan pernyataan nya


__ADS_2